Satu minggu setelah acara lamaran Azfar dan Tyana. Azfar menghilang dari pandangan Tyana. Tak lagi tiba tiba muncul dihadapanya, mengganggunya, dan menyuruhnya keruangannya.
Jika waktu menggantikan Pak Yosep sudah habis itu tak mungkin. Karena Tyana pernah bertanya soal ini saat mereka sedang bertemu. Dia bilang dia akan menjadi dosen tetap dikampus Tyana.
Oleh sebab itu Azfar sering masuk kelas. Melebihi waktu yang diberi tahukan sejak awal dia mengajar. Yang katanya hanya akan menggantikan Pak Yosep selama dua minggu kedepan.
Dan faktanya lebih dari dua minggu jadilah Tyana si kepo bertanya.
Tyana duduk di bangku yang disediakan kampus. Telinganya sibuk mendengarkan musik musik dangdut favoritenya dengan earphone kesayanganya.
Matanya meneliksik keadaan sekitar yang terlihat berjalan seperti biasanya. Namun baginya ini tak biasa.
"Woyy jangan ngelamun mulu lo kesambet wewe gombel tau rasa." ucap Evan mengejutkan Tyana.
"Ada juga gue kesambet Evan gembel." jawab Tyana lesu.
"Mulutnya minta disentil rante beko." jawab Evan Asal.
"Ngapa lo lemes amat? Kurang makan? gak punya duit? Mau gue beliin makanan hum? Muka lo pucet no ngaca dah." Tyana mengabaikan cerocosan Evan yang sudah seperti emak emak yang anaknya lagi diare.
"Gue gapapa kok cuma ini rasanya." Tyana menjeda ucapanya. "Ada yang hilang, ada yang kurang, ada yang kosong." ucapnya lagi seraya melepaskan earphonenya pelan.
"Ada ada ada ada ada apaan si lo? Sok puitis batdah." ledek Evan terkekeh. Tyana masih diam tak bergeming matanya menatap lurus kearah sesosok laki laki yang sedang mengacaukan pikiranya saat ini.
Seketika bibirnya melengkung menampilkan senyuman termanis yang tak akan membuat siapapun terpukau. Ya emang biasa aja si hahaha.
Azfar berjalan kearahnya, namun nampaknya laki laki itu belum menyadari keberadaannya.
Sepersekian detik mata mereka saling menatap sebelum akhirnya Azfar memutuskan tatapan itu. Senyum Tyana perlahan memudar, Azfar berlalu dihadapanya tanpa menghiraukan Tyana sama sekali.
Padahal gadis itu ingin sekali disapa oleh calon suaminya itu. Tapi apa yang ia dapat? Calon suaminya itu malah mengabaikannya. 'Ada apa?' batin Tyana.
"Ty nyok kita ke kelas." ajak Evan.
"yuk" jawabnya pelan.
...
"Terima kasih dan sampai jumpa dikelas saya berikutnya. Selamat siang." tukas Azfar menutup mata kuliah yang diampunya.
"Ehh tumben hari ini bapak dosen gak nyuruh si Tyana ke ruangannya, biasanya rajin alias gak pernah absen sampe bosen gua liatnya." celetuk Viona.
"Bener banget, gue malah sampe mikir kalo mereka berdua tu ada sesuatu guys. Bisa jadi kan si Tyana itu simpenan Pak Azfar ya ga sih." timpal Laura mengompor ngompori.
Tyana sedari tadi hanya diam saja karena tidak mood untuk meladeni si biang gosip dikelasnya itu.
Brak
"Hai Viona yang cantik secantik jamet tiktok. Sama emm lo siapa namanya La-lau lau lagi lau lagi cemnya lo gacapek capek cari ribut sama gue." pekik Evan murka, ya begitu lah. Evan walau gesrek setengah mati dia termasuk sahabat yang sangat solid.
"Apaan si Van, tiap gue ngomongin Tyana kenapa lo yang sewot terus si? Lo emaknya? Bapaknya? atau rumor yang mengatakan bahwa Evan cahabat tebaiq Tyana ini mencintai sahabatnya namun ceweknya gak peka itu bener!!" sarkas Laura dengan suara meninggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maaf siapa ya? [END] ✓
HumorBagaimana rasanya mempunyai keluarga yang absurd dan tiba tiba didatangkan pasangan yang absurd juga? Penasaran baca ajadeh wkwk. Ini bukan cerita humor yang bisa bikin lo ketawa ngakak guling guling. Jangan terlalu berekspetasi tinggi nanti kalo...
![Maaf siapa ya? [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/236807169-64-k868059.jpg)