Christopher
"Dia mendorongku menjauh, sedetik kemudian dia membalas ciumanku. Bahkan dia menyerahkan dirinya padaku. Tapi Sekarang dia bilang bahwa yang terjadi hanya kesalahan.. God! dia benar-benar mempermainkanku.."
Pengaruh alkohol membuatku lebih kacau, aku tau pasti perkataanku barusan menyakitinya.
Aku tidak bermadsud demikian, aku hanya marah.
Suara pintu kamar mandi terbuka, melarutkan lamunanku.
Aurora keluar sudah menggunakan kaos longgar putih dan celana boxer kebesaran berwarna biru muda.
Dia begitu cantik dan polos,
Andai saja suasana tidak begini aku pasti akan menggoda penampilannya.
"Maafkan aku, A.. aku tidak berma-.." Kataku belum selesai dan Aurora segera menyela.
"Lebih baik kau kembali kekamar mu Christ. Aku ingin istirahat.." jawab Aurora datar, tapi ada perasaan sangat sedih dinada suaranya.
Tanganku mendorong rambutku asal, aku merasa sangat tolol dan frustasi.
Aurora masih membeku dalam diam.
Aku berdiri berusaha mendekat padanya.
Tapi Aurora mundur menjauhiku.
"Jangan terus menghindariku, A!" Aku memperingatkan.
Aku begitu putusasa.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku, Christ?!" Dia tampak kesal dan lelah.
"Apakah kau sengaja mempermainkanku, hm? Apakah kau sekarang berubah menjadi wanita yang suka mempermainkan perasaan pria, Aurora?" Suaraku setengah membentak.
"Apa hakmu berbicara seperti itu, ha? Mempermainkan perasaan? Apa aku tidak salah dengar? Seingatku, Kau yang lebih dulu mencium wanita lain didepanku." Jawab nya geram.
"Dan kau membiarkan pria lain bebas menyentuh tubuhmu. Aurora! Tentu kau tidak lupa, kan?!" Kataku yang jelas terdengar seperti pernyataan dari pada pertanyaan.
"K-ka..kau!" Nadanya terbata-bata. Tubuhnya membeku, matanya menatapku kecewa.
Sedetik kemudian aku menyesali kata-kataku. Lagi.
"Kau gila, Christ! Ini semua gila!" Suaranya tercekat.
Tanganku menarik tubuhnya kedalam pelukanku, dia menepis Tanganku.
Tangannya bergerak, kupikir mungkin Aurora akan menamparku, karena aku pantas menerima itu.
Tapi tangan Aurora seperti mencari-cari pegangan, tubuhnya terhunyung mundur.
Aku mengambil langkah besar, menghapus jarak antara aku dan dia.
Tanganku menarik paksa tubuh Aurora, kali ini dia tidak menolak.
Beberapa saat kami hanya terpaku dalam diam.
"Maafkan aku, maafkan rasa cemburuku yang membuat aku begitu buta, Aurora. Aku tidak bermadsud menyakitimu. Melihatmu didekat pria lain, membuatku out of control.." aku meracau.
Dia hanya diam beberapa saat, hanya suara nafas kami yang mengisi ruangan itu.
Sampai..
"Aku jatuh cinta padamu, Christ.. jatuh begitu dalam." Kata-kata Aurora diantara isak kan mengejutkanku.
Aku mengangkat wajahnya dengan kedua tanganku.
"Apa yang barusan kau katakan, Aurora?"
Aku mendengarnya, hanya saja aku ingin mendengarnya lagi. Dan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SECRET
RomanceMy Very-Very 1st, enjoy! WARNING‼️‼️‼️ 21+ ya.. 🔥🔥 Bijak dalam membaca, pilih bacaan sesuai umur.✌🏻 *** "Walaupun aku harus bertarung dengan seluruh dunia untuk mendapatkanmu.. aku akan melakukannya!" •Christopher• "Aku harap bisa memberikan semu...
