Aurora
Pagi itu setelah selesai mandi aku dan Christopher memutuskan untuk kembali lebih dulu ke Villa Maisie.
"Kuharap kau bisa ikut makan siang dengan kami, Aurora.." Hugo membalas pelukanku.
Tanganya bertaut di tanganku.
Sedangkan Christopher berada di sampingku, merangkul pinggangku dengan posesif Membuat klaimnya atas diriku.
Tapi sepertinya Hugo tidak bergeming, Christopher menarik tubuhku pelan agar pegangan tangan Hugo segera lepas.
"Aku ingin sekali, tapi ada beberapa hal mendesak yang harus aku lakukan. Maaf, Hug." kataku menggeser tubuhku dari tangan Christ sambil melepas tangan Hugo yang juga masih menggenggam tanganku.
Aku tidak ingin membuat keadaan makin canggung antara Christopher dan Hugo.
"Kalian yakin tak ingin tinggal untuk makan dulu babe.. kak? kami akan membuat beberapa masakan bacon dan lamb butter sauce, Theo koki yang handal." Maisie menawarkan.
"Tidak sist, thanks. Kami akan langsung saja.." jawab Christ mewakilkan ku.
Dan aku hanya tersenyum simpul pada Maisie, walau Maisie sepertinya sudah biasa saja karena kejadian tadi pagi. Tapi aku masih malu dan canggung.
"Baiklah kalau begitu.. take care Aurora, kak.." kata Maisie menarik tubuhku dan memelukku.
Aku sebenarnya ingin tinggal untuk makan siang, tapi ada sesuatu yang harus aku bicarakan berdua saja dengan Christopher.
🍃
"Mereka bilang saat kamu bertemu cinta dalam hidupmu, waktu berhenti, dan itu benar."
-Big Fish-
Christopher
Sepanjang perjalanan menuju Villa, tanganku menggenggam tangan Aurora.
Kuharap ini akan berlangsung selamanya.
Kenyataannya, pengakuan Aurora membuat Aku tidak akan bisa melepaskannya lagi.
Aku menarik tangannya kepangkuanku. Sesekali aku menciumi buku tangannya, Kami selayaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
Dia hanya membalas perlakukanku dengan senyum. Aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini.
Aku hanya ingin menikmati saat ini, sekarang.
Aurora
"Apa kau lelah, sayang?" Tanya Christ.
Tangannya memeluk pinggangku dari belakang. Bibirnya menciumi punggungku, Membuat aku merinding.
Tubuhku seperti tersengat listrik setiap Christopher menyentuhku.
"Aku hanya kurang tidur.. apa kau ingin Pesan makanan? Aku lapar.. " tanyaku sebelum sesuatu dalam diriku bangkit karena sentuhan nya.
"Baiklah.. ide yang bagus. Aku juga lapar.." kata Christ sambil tersenyum di punggungku.
Sambil menunggu makanan datang, aku memutuskan bertukar pakaian. Dan Christopher menungguku di ruang tamu.
Tadinya dia ingin masuk ke kamar, tapi aku melarangnya.
Karena aku tau, apa yang akan terjadi jika aku hanya berdua dengannya dikamar.
Pikiran itu menggelitikku, sebagian diriku bahagia dan menikmati saat bersama Christ. Tapi sisi lain nya semakin bimbang.
"Aurora.. ayo makan.." kata Christopher dari balik pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SECRET
RomanceMy Very-Very 1st, enjoy! WARNING‼️‼️‼️ 21+ ya.. 🔥🔥 Bijak dalam membaca, pilih bacaan sesuai umur.✌🏻 *** "Walaupun aku harus bertarung dengan seluruh dunia untuk mendapatkanmu.. aku akan melakukannya!" •Christopher• "Aku harap bisa memberikan semu...
