Seseorang yang turun dari mobil tanpa sepengetahuannya ternyata menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seseorang yang melihatnya.
"Salwa." Panggilnya lembut.
Salwa yang merasa namanya dipanggil pun menolehkan kepalanya kesamping kiri untuk melihat siapa orang yang memanggilnya. Lalu saat seseorang yang dilihatnya berjalan dengan pasti kearahnya, dan berdiri tepat dihadapannya itu, berhasil membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Tidak ada pikiran aneh mengenai Justin yang memanggil dan menghampirinya.
"I-iya?" Sahut Salwa gugup.
"Oke, to the point." Ucap Justin yang ditanggapi dengan ekspresi kebingungan dari Salwa.
"Boleh minta alamat rumah Selin?" Lanjut Justin.
Kebingungannya terjawab, dengan cepat Salwa berbalik dan hendak masuk ke dalam mobilnya. Tapi secepat apapun, Justin berdiri dihadapannya dan tangannya panjang, tentu belum sempat memasuki mobil tangannya sudah ditahan Justin.
"Mau kemana? Berikan alamatnya dulu." Ucap Justin dengan tangan yang menggenggam erat pergelangan tangan Salwa.
"Lepas! Aku mau pulang." Ucap Salwa berusaha melepas genggaman Justin.
"Beritahu!" Sentak Justin.
"Engga! Siapa kak Justin? Kak Justin tidak berhak tahu." Ucap Salwa dengan penuh penekanan.
"Tapi aku berhak tau." Ucap Jimmy yang sukses membuat Justin dan Salwa menatapnya.
"Jim!" Ucap Justin yang terkejut karena wajah pucat Jimmy.
"Memangnya siapa kau?" Tanya Salwa.
"Aku... Jimmy." Sahut Jimmy dengan perlahan karna menahan rasa sakitnya.
"Apa Selin tidak menceritakan sesuatu tentang Jimmy padamu?" Tanya Justin yang merasa kasihan karna melihat adiknya terlihat sangat kesakitan.
Salwa terkejut saat Justin mengucapkan nama Jimmy, ternyata seseorang yang berdiri dengan wajah pucat itu adalah Jimmy yang diceritakan Selin.
"Aku mohon, beritahu alamatnya." Ucap Jimmy.
"Tapi percuma, Selin sudah pergi. Dan Selin memintaku untuk tutup mu-." Sahut Salwa terpotong karna Jimmy yang tiba-tiba saja terjatuh.
Justin dengan segera memapah dan memasukkan Jimmy kedalam mobil dibantu Salwa.
Dan saat akan menutup pintunya, Salwa membisikkan alamat rumah Selin pada Jimmy. Mungkin hanya Jimmy yang mendengar karna Justin yang duduk dikursi kemudi terlalu panik dengan kondisi adiknya.
Lalu saat Justin mengeluarkan mobilnya dari parkiran Cafe, barulah Jimmy bersuara. Dan meminta Justin menuju alamat yang Salwa sebut tadi.
"Kenapa? Itu komplek perumahan bukan jalan menuju rumah sakit." Tanya Justin bingung.
"Pergi saja, obatku ada disana." Ucap Jimmy dan membuat Justin yang awalnya ragu menjadi yakin akan ucapannya.
"Maafin gue Sel, tapi Jimmy berhak tahu." Ucap Salwa bermonolog saat melihat mobil mereka melaju.
.
.
.
.
.
Di perjalanan menuju rumah Selin, Jimmy mati-matian menahan rasa pusingnya sedangkan Justin dengan terpaksa mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata atas permintaan Jimmy.
"Benar, ini rumahnya. Bantu aku kesana." Ucap Jimmy lemah.
Justin sebenarnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi. Adiknya butuh obat, apapun itu obatnya dan seberapa sulit didapatkannya pun ia akan berusaha mendapatkan untuk adiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh My Ghost ✓
Fiksi Remaja[Proses Revisi] -Aku menemukanmu- Marselina atau akrab disapa Selin ini tiba-tiba bisa melihat arwah, syok sudah pasti. Dia sudah pernah, bahkan sering bicara padanya untuk menghilang darinya. Tapi arwah ini bilang, kalau dia hanya bisa menunjukkan...
