Hari telah berlalu dan Minggu juga mulai terlewati, Syella dan taehyung sudah pulang dari Hawai beberapa hari yang lalu.
Syella sempat mendiami taehyung dua hari karna perlakuan waktu itu,sial Memang. Syella bahkan menjadi cengeng dan mudah menangis jika ingin beraktivitas, Karna selangkangannya masih sakit.
Pagi ini Syella sudah rapi dengan gaun pendek yang melekat sempurna,
"Nyonya mau kemana? Saya siap mengantar" Ucap sopir pribadi taehyung.
"Oh tidak perlu Pak, Saya hanya ingin keluar saja,Jimin sudah menunggu di depan" Ucap nya ramah.
Sopir taehyung lalu mengangguk dengan tersenyum "Jangan lupa sarapan? Pasti belum makan, Tadi masakan saya masih ada, Saya sisihkan untuk para anak buah dan teman yang lain, Suruh mereka makan ya? Kalau begitu saya permisi" Syella lalu membungkuk kecil dan berlari.
Memang para karyawan beruntung mendapatkan nyonya yang baik hati, Dan ramah. Tidak salah tuannya Kim Taehyung sangat mencintai Syella bukan.
"Maaf lama"
Jimin menggeleng dan menepuk kepala Syella lembut "Ayo naik"
Syella mengangguk lalu duduk di samping Jimin "Taehyung sudah beri tau kau bukan Jika yang menjemput aku? Dia sedang meating" Jimin.
"Ya,aku sudah tau, Maaf merepotkan mu" Jimin laku tertawa lembut "Tidak sama sekali nyonya"
"Jim jangan berulah Aku merasa sedikit asing dengan panggilan itu"
"Ya,tapi seisi mansion kalian menyebutmu nyonya bukan?" Jimin lalu menatap Syella dari samping,memang Syella sangat cantik. "Iya? Dan aku harus belajar menerima" Syella.
"Aku lupa dengan teman laki laki mu yang di London, Siapa namanya?" Titah Jimin dengan memegang pangkal hidungnya mencoba mengingat teman Syella.
"Haruto, Kau terlalu lama berfikir" Ejek Syella.
"Ya itu,maaf Tolong maklumi saja dulu aku sangat malas bersekolah, Itu hanya perioritas agar di cap sebagai anak rajin dan di cap baik orang sekitar" Jimin.
Syella mengangguk mengerti.
"Dimana haruto? Dia tidak menghadiri pernikahanmu" Jimin.
Syella bergidik "Sepertinya sudah kembali ke London, Aku juga sering menghubungi tapi tidak aktif" Lirihnya dan menutup mata karna selalu memikirkan dimana hilangnya haruto.
"Taehyung tau kau sering menghubungi haruto? Dan apa dia tidak marah"
"Taehyung tidak tau, Aku hanya menelfon jika sempat dan terhindar dari pengawasannya" Jujurnya.
"Haruto memang tidak memberi tanda sedikitpun kehadirannya Atau kehilangannya begitu?" Jimin.
"Tidak tau Jim, Aku pusing jika selalu mengingat haruto" Lirihnya lagi,
"Baiklah, Lupakan haruto dan turun dari mobil, Kita sudah sampai" Jimin pun keluar mobil dan membuka pintu mobil untuk Syella " Berlebihan"
"Teruntuk istri bos aku rela"
Syella berdecak kesal lalu memukul lengan Jimin kecil.
"Tunggu di ruangannya saja, Lima menit lagi taehyung selesai, Apa mau aku temani?" Tanya Jimin.
"Eumm Sepertinya aku ikut kau dulu. Bosan jika menunggu" Jimin tersenyum mendengarnya "Kafetaria, Bagaimana?" tawarnya yang di angguki Syella.
Syella hanya memesan Minuman Cappucino latte,Dan setelah selesai berbincang dengan Jimin dia kembali ke ruangan taehyung untuk menunggu,ternyata jika Jimin sudah memiliki fikiran dewasa maka itu sangat membuat Syella nyaman jika berbincang seperti tadi.
Syella hanya melihat bagaimana kendaraan di bawah sana saling menyalip dari kaca jendela besar taehyung.
Saat sedang asik tiba tiba dia dikejutkan dengan pelukan seseorang dan kecupan basah di leher.
"Sudah selesai" Tanya syella langsung karna dia tau jika ini pasti suaminya. Sudah tercium dari aroma parfum.
"Sudah? Dan aku pusing"
Syella lalu mengusap rambut taehyung dari samping "Kasian sekali, Jika lelah jangan selalu kau paksakan taehyung, Itu Berpengaruh dengan kesehatanmu dan bisa sakit?" Peringatnya.
"Iya istriku,Janji tidak akan sampai sakit. Jika sakit bagaimana untuk membuat baby kecil nanti" Godanya.
Syella terkekeh sekilas dan membalik tubuhnya "Cappucino latte, Mau?" Tawarnya dengan mencondongkan gelasnya. Taehyung lalu mengangguk dan meneguk minumannya di bantu Syella.
Di kecup bibir Syella lembut dan di tarik ke arah meja kerjanya, Taehyung mengangkat tubuh Syella sampai terduduk di meja dan mengambil Minumannya. Meneguk habis lalu di buang ke tempat sampah.
"Kenapa di habiskan" Rengeknya.
"Aku bisa belikan semaumu nanti"
Syella lalu memajukan bibirnya kesal.
Taehyung yang melihat lalu menarik leher Syella agar mendekat dan langsung melahap habis bibir istrinya.
Syella lalu memeluk leher taehyung dan ikut membalas lumatan.
Saling menyesap bergantian dan bertukar rasa saliva,lidah yang mulai menerobos dan mulai mengoral seisi mulut.
"Permisi tuan sa--ah m-maaf tuan saya lancang?" Ucap tiba tiba wanita yang memakai baju sedikit ketat dan rok mini yang pendek,jangan lupakan belahannya juga terlihat.
Syella lalu melepaskan panggutannya,
Taehyung mengecup sudut bibir Syella sekilas dan mendongakkan kepalanya menatap datar sekertaris.
Saat Syella ingin turun dari meja, Taehyung lebih dulu menahan dan menghimpitnya.
"M--maaf saya lancang? Saya hanya i--ingin meminta tanda tangan untuk berkas saja?"
Syella bisa menatap wanita itu,terlihat dari pantulan kaca jendela taehyung, Dirinya mendengus,pakaian wanita itu sangat ketat dan memperlihatkan dengan jelas lekukan tubuhnya.
"Pergi dan lain kali ketuk pintu,Jika kau mengulang lagi yang kedua kalinya. Keluar dari perusahaanku" Datarnya.
Setelah sekretarisnya pergi,taehyung lalu duduk dan memeluk pinggang Syella.
"Dia sekertarismu?" Ucapnya dengan nada jengkel.
Taehyung mengangguk dan memilih untuk mengecup punggung tangan Syella "Kan sudah ada Jimin? Kenapa harus dia" Syella.
"Sayang dengarkan aku? Jika Jimin itu yang akan menemaniku saat bepergian jauh dengan bertemu kolega, Tapi jika wanita itu hanya mengurus masalah di kantor" Jelasnya.
Ah ternyata Jimin sebagai tangan kanannya.
"Tapi aku tidak suka,Bajunya terlalu terbuka, Kau bisa meliriknya" Lirih Syella sendu.
Taehyung lalu terkekeh pelan.
"Istriku ternyata cemburu"
"Diam,Aku tidak suka Hiks? Aku tidak mau kau meliriknya"
Lihatkan, Syella sekarang begitu mudah sensitif dan menjadi cengeng.
Taehyung terkejut melihatnya.
"Kenapa menangis hmm? Hei tenanglah,
Ada apa,aku tidak meliriknya" Jelas taehyung dan memangku tubuh Syella,di peluk erat dan di bisikkan kata kata agar Syella percaya.
"Tapi aku tidak suka hiks,tetap saja kau bisa melirik belahannya"
"Buat apa aku tergoda,meliriknya saja sudah risih,Ada wanita tangguh dan cantik di pangkuanku sekarang, Aku bahkan bisa menatap dada istriku langsung. Milik istriku lebih menggoda dan lebih besar darinya"
"Mesum hiks Mau pulang"
Taehyung tercengang,dia tidak salah bicara sepertinya? Tapi kenapa Syella malah semakin menangis.
"Baiklah Ayo kita pulang? Pekerjaanku akan ku serahkan kepada Jimin"
KAMU SEDANG MEMBACA
Getting Old
Ficção AdolescenteWarning???? Cerita ini mengandung unsur dewasa🔞🔞🔞 Memang hanya sekedar godaan tapi lama kelamaan menjadi sebuah cinta. Si tukang posesif yang mencintai gadis manja dan pandai. Cintanya juga ada rahasia terselubung antara hutang bi hutang sampai t...
