Selang malam itu,sudah dua hari berlalu tapi Syella masih sedikit ngilu dengan selangkangannya,Hari ini hari pernikahan Han dan nadhin,jadi dia datang bersama taehyung.
Setelah kejadian dimana dia kembali mendesah dan berteriak di bawah taehyung dan sekaligus malam yang membuatnya terkejut dengan kehadiran sosok wanita yang bernama Airin,taehyung selalu melarang Syella untuk bertemu dengan wanita itu.
Airin sudah dipindah kan ke rumah taehyung,dan masih disekap di ruang bawah tanah.
Taehyung kini hanya memeluk Syella dari belakang karna merasa jenuh,nadhin pun begitu sangat cantik dengan Han yang sangat tampan.
Taehyung dan syella hanya berjalan jalan dan menikmati hidangan,entahlah Syella yang ingin makan kue dan beberapa makanan coklat karna itu kesukaannya.
"Jangan terlalu banyak sayang" Larangnya dengan menggenggam tangan Syella yang mau menyuapkan coklat kembali.
"Ah kenapa~ aku ingin makan coklat" Syella.
"Kau hamil anakku" Ucapnya tiba tiba dengan menoleh ke wajah Syella.
"Mana mungkin,jika hamil pasti aku sudah mual mual, Aku suka dengan coklat" Syella.
Taehyung mengangguk lalu mengecup leher Syella sekilas "Jika nanti kita menikah aku ingin tanggal lahirmu jadi malam pertama kita"
Seketika Syella tersedak coklat yang ia makan "Apa? B--bagaimana bisa, Aku lahir tanggal dua puluh sembilan, Tidak mau"
"Yasudah kalau tidak mau, Bergelut denganku selama satu bulan di ranjang 24 jam,Bagaimana?"
"Kau gila, Aku bisa terbunuh hanya karna kesakitan" Syella.
"Tapi aku suka kau mendesah dan memanggil namaku, Sangat sexi" Bisiknya dan memeluk Syella dari belakang semakin erat.
"Jangan bicara mesum! Aku tidak mau"
"Syella!" Pekik seseorang yang membuat Syella dan taehyung menoleh.
"Kak Jimin!" Syella yang merasa senang lalu melepaskan pelukan taehyung dan berlari menghambur ke pelukan Jimin.
Jimin pun mengangkat tubuh Syella dan berputar "Ah aku pusing"
"Oh maaf sayang Syella, Wah kita bertemu kembali,Semakin cantik saja kau ini, Bahkan aku hampir tergoda sekarang" Ucap Jimin yang langsung di sambut geplakan keras dari taehyung.
Taehyung lalu memeluk pinggang Syella
Posesif.
"Ck,masih posesif" Sindir Jimin.
"Jangan beraninya kau menggoda calon istriku"
"Wah calon istri rupanya"
"Kenapa pulang sangat cepat,Bukannya tugasmu masih berada di Jepang" Titah taehyung datar "Hei aku sebagai sekretaris mu harus pintar,Pekerjaanku sudah selesai di Jepang"jimin.
"Jadi kak Jimin jadi sekertaris kamu?" Tanya Syella yang di dehami taehyung.
"Panggil Jimin saja jangan kak,kita sudah lulus SMA cantik"
"Jangan menggodanya!" Tekan taehyung dan menarik kepala Syella agar di berada di dadanya.
"Baiklah, Oh aku lupa sesuatu ada kolega kerja kita di sana, Ayo ikut" Jimin.
"Ikut bersamaku ya" titah taehyung dengan menatap wajah syella.
"Tidak usah, Kau kesana saja aku tidak mau ikut"
"Tidak terima penolakan" Taehyung lalu menarik pinggang Syella dan berjalan untuk bertemu kolega rekan kerja taehyung. "Ah selamat malam tuan Kim" Ucap nya sopan dan membungkuk.
"Hmm"
"Ini gadis yang tuan ajak di perusahaan bukan,saya dengar anda juga akan menikah diwaktu dekat ini"
"Benar saya akan menikah"
"Calonnya sangat cantik"
"Terima kasih" Ucap Syella dengan tersenyum manis sebisa mungkin karna dia tidak nyaman jika seperti ini.
Taehyung lalu mengecup pelipis Syella dan duduk di kursi yang memang tersedia, sedikit lama pembahasan mereka tentang pekerjaan yang memang tidak di mengerti Syella, dirinya yang bosan hanya menghembuskan nafas lelah "Kami juga berfikiran mencari tambahan pekerja yang harus giat" Ucap salah satu.
Syella sempat berfikir,waktu ia SMA dia sangat menyukai pelajaran tentang pengetahuan dan selalu saja penasaran dengan yang namanya bagian tubuh dalam manusia, cita citanya dari kecil adalah menjadi dokter.
"Taehyung" panggilnya kecil.
Taehyung menunduk dan berdeham
"Aku boleh menjadi dokter,Aku sering mengikuti olimpiade waktu SMA dan kuliah yang berkatakan masalah organ tubuh, Aku ingin menjadi dokter, Boleh ya?" Izinnya.
Taehyung hanya diam dan memilih acuh,kembali pada rekan kerjanya dan menghempaskan Syella begitu saja.
Syella lalu memajukan bibirnya kesal.
"Hei syell, Ada apa dengan bibirmu itu" ucap Jimin pelan yang ada di sampingnya.
"Taehyung sepertinya tidak memberiku izin untuk menjadi dokter" lirih Syella.
"Kau pasti bisa menjadi dokter,Kau bahkan pandai dalam masalah itu, Waktu SMA kau sering mengikuti olimpiade dan mendapatkan juara" Jimin.
"Ya,tapi taehyung pasti melarang"
"Apa yang kalian bicarakan!" Tegasnya dan menoleh ke arah Syella dan Jimin.
"T--tidak apa " Syella.
"Apa yang kau bicarakan" Tekan taehyung dengan menatap Syella tajam.
Syella yang takut dengan tatapannya lalu menggeleng "Ayo kita pulang" taehyung lalu berdiri dan berucap jika ingin pulang karna sudah larut.
"Taehyung,Tapi orang tuaku, Aku belum bilang kepadanya,Ahh sakit" Syella lalu melepaskan genggaman taehyung yang membuat pergelangan tangannya memerah.
"Itu masalah mudah Syella" Taehyung lalu mengangkat tubuh Syella dan keluar gedung. "Lepasin!"
"Tidak akan" Dia lalu memasukkan Syella ke dalam mobilnya,kali ini tidak ada sopir,hanya ada Syella dan dirinya.
Mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. "Taehyung pelan"
Di belokkan ke arah kanan dan mobilnya berhenti di hotel "Apa yang kau lakukan, Tidak aku mau pulang" Syella hendak membuka pintu mobil tapi sudah terkunci,dan pelakunya pun taehyung.
"Diam atau aku akan melakukannya di sini!"
"Tidak! Masih membekas sakit taehyung, Jangan sentuh aku" Syella lalu mendorong tubuh taehyung yang mulai mendekati tubuhnya.
"Jangan membuatku marah Syella" Tekannya dan keluar mobil,dia lalu menyuruh Syella turun dan kembali di angkat,Langsung meminta kunci pada resepsionis karna victory lah pemilik hotel itu.
"Taehyung jangan lakukan apapun hiks, Ini masih sakit" Lirih Syella.
Taehyung diam dan memilih membuka pintu,mendudukkan tubuh Syella di ranjang "Jika kau tidak mau,Bicaralah, Apa yang kau lakukan dengan Jimin? Kau tau aku tidak suka kau dekat dengan orang lain, Kau hanya milikku!"
"A-aku hanya bicara ingin menjadi dokter"
"Kau tidak boleh bekerja, Aku tidak mau membuatmu lelah, hanya diam dirumah dan menikmati apa yang aku kasih kepadamu, Karna aku ingin istriku nanti tidak kelelahan, Diam dan mengurus anak anak kita"
"M--maaf"
"Sstt, Don't cry, Aku yang minta maaf"
"Jangan lakukan apapun,masih membekas sakit taehyung"
"Apa sangat sakit, Kenapa belum hilang padahal sudah dua hari bukan?"
"Kau kasar waktu itu,melampiaskan semua kemarahan dan kekesalanmu denganku" Cicit Syella.
"Baiklah, aku minta maaf"
"Jika kau memang punya masalah,Cerita kepadaku? Berbagi saja, Dan perutmu waktu itu kau bilang di jahit, Kenapa tidak bekas"
"Aku berobat di dokter khusus kulit,Jadi bekasnya menghilang" Taehyung.
"Ayo kita pulang,Kenapa kita di sini"
"Menginap satu malam, Aku lelah" Taehyung lalu melepaskan jas dan kemejanya,berbaring di ranjang yang empuk dan menarik tangan Syella agar ikut tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Getting Old
Teen FictionWarning???? Cerita ini mengandung unsur dewasa🔞🔞🔞 Memang hanya sekedar godaan tapi lama kelamaan menjadi sebuah cinta. Si tukang posesif yang mencintai gadis manja dan pandai. Cintanya juga ada rahasia terselubung antara hutang bi hutang sampai t...
