BK - 5 : rambut merah jambu

1K 166 2
                                        

Jangan lupa votes dan komentarnya ya :)

Happy Reading, guys!

.

.

" Ah maafkan aku."

Untuk kesekian kalinya ia menghela nafas disore hari yang mendung itu, baru beberapa saat dirinya kesal sendiri melihat kelakuan siswi yang ditemuinya di tangga tadi karena sering kedapatan melamun, namun kini ia hanya mampu melihat siswi itu mengatur nafasnya yang kelelahan karena berusaha membawa puluhan buku dalam dekapannya dari lantai bawah. 

Dasi kupu-kupu bercorak satu garis khas seragam SMA kelas 10 yang dikenakan gadis itu terlihat miring. Maka saat mata kelamnya menangkap bulir keringat meluncur melewati ujung rambut disela-sela topi hitam yang dikenakan gadis itu, Sasuke tidak heran lagi, karena ia yakin gadis itu sudah menghabiskan tenaganya untuk berlari lewat tangga sembari membawa beban yang jauh lebih besar dibanding tubuh mungilnya itu dari lantai 2.

Sasuke kembali melarikan maniknya melihat angka monitor lift yang menunjukkan sudah sampai mana mereka, masih ada cukup waktu dimana kegiatan menunggunya di lift saat itu bisa diisi dengan pertanyaan yang membuatnya penasaran terkait gadis itu.

" Kenapa kau tidak meminta salah satu atau beberapa temanmu untuk membantumu?"

Gadis itu terlihat masih kesulitan membenarkan letak buku dalam dekapannya, mungkin kedua tangannya sudah lelah menahan beban sebanyak itu dari tadi.

" Ah, teman-teman yang lain sudah pulang, hanya aku saja yang masih dikelas saat ini." jawab gadis dengan kekehan. Berusaha rileks dan baik-baik saja. Padahal sudah jelas gadis itu sedang kesulitan.

Sasuke berdecak kesal melihat gadis itu terlihat kesulitan menahan buku dalam dekapannya, namun masih enggan meminta tolong. 

" Kenapa kau keras kepala sekali untuk meminta tolong?"

Tanpa menunggu persetujuan gadis itu, Sasuke segera merebut tumpukan buku dalam dekapan gadis itu yang otomatis mendapat respon begitu terkejut akan tindakan tiba-tiba darinya.

" Ah tidak usah..."

Ting!

Pintu lift terbuka, tanpa menunggu lanjutan perkataan gadis itu Sasuke segera melanjutkan langkah melenggang menuju kantor guru kelas 10. Setelah sebelumnya bertanya ke meja guru mana tumpukan buku itu perlu diletakkan.

" Ah terima kasih banyak, Kak. Maaf merepotkanmu." 

Gadis itu menunduk dalam saat mereka berdua telah sama-sama keluar dari ruang guru, yang hanya dibalasi anggukan singkat oleh pemuda itu.

" Ya sudah kak, saya pamit dulu, saya sedang buru-buru."

Tanpa perlu menunggu jawaban darinya, gadis itu sudah berlari menjauh menuju ujung koridor, dimana tempat tangga yang menghubungkan semua lantai gedung ini berada.

" Anak bodoh, kenapa lewat tangga lagi, padahal aku pun akan turun juga." Kesalnya bermonolog dengan diri sendiri.

Lalu selanjutnya sepasang manik itu hanya mampu terpaku saat topi yang dipakai gadis itu terlepas sejenak dari kepala, menampilkan surai merah jambu yang berkilau, indah dan menakjubkan yang baru pertama kali ia lihat.

Untuk sejenak, tanpa sadar Sasuke tersenyum lalu berkata dalam hati kecilnya.

" Indah sekali."

Dan entah mengapa, ia merasa menyesal telah mengatakan kata-kata itu walau hanya dalam hati kecilnya. 


A/N :

Be happy :)

BUKAN KAMU [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang