bagian dua puluh delapan

186 30 0
                                    

ig : zezeuss1




🧚🏻🧚🏻🧚🏻




Mina menahan air matanya agar tidak jatuh. Malu rasanya jika harus menangis di depan seseorang yang akan berstatus sebagai mantan suami nya ini.

Mark paham jika Mina ingin menangis.

Mark memeluk Mina, lalu berbisik. "Kalo sakit, tumpahin aja semuanya, Na."

Setelah mendengar bisikan Mark, Mina langsung menangis dengan kencang. Mengeluarkan semua sesaknya selama ini, Mark menutup matanya, mencoba tidak menangis.

"Kamu tau? Aku masih cinta banget sama kamu. Jujur aku nggak pernah kepikiran buat cerai sama kamu, aku mau nya kamu bertahan. Tapi, kalo kamu sebaliknya, aku nggak boleh egois kan Mark?" tanya Mina yang masih berada dalam pelukan Mark itu.

Mark menutup matanya.

Sudah menyakiti dua wanita berharga dalam hidupnya, apakah Mark sehat?

Mark mengelus belakang kepala Mina, "maaf ya, maaf aku harus buat kita pisah. Maaf aku nggak tau diri sama kamu, aku nggak tau diri setelah semua kasih sayang yang kamu kasih ke aku. Tapi kamu harus percaya Mina, kamu wanita terhebat yang pernah berada di samping ku. Nggak ada wanita sehebat dan sekuat kamu, nggak ada wanita yang mau bertahan punya suami kayak aku, punya suami se-brengsek aku," ucap Mark, "aku minta maaf," lanjut Mark lalu melepas pelukan mereka.

Mark menggeret kopernya, dan pergi keluar rumah.

Mina duduk di pinggi ranjang nya. Sambil menenggelamkan kepala di antara lutut nya, menangis tapi tanpa suara.

Besok, adalah hari persidangan.




🦖🦖🦖




Jeno melepas earphone nya karena mendengar bel masuk sudah berbunyi. Saat ini Jeno sedang berada di perpustakaan. Perpustakaan selalu sepi karena semua murid lebih suka pergi ke kantin.

Jeno selalu keluar paling terakhir dari perpustakaan.

Di saat akan keluar dan membuka pintu, Jeno mendengar suara tangisan seorang perempuan.

Jeno mengurungkan niatnya keluar perpustakaan, dan berjalan menyusuri rak buku yang berjajar rapi. Mencoba mendengar lebih jelas sumber suara tangisan itu.

Akhirnya Jeno sampai di salah satu rak, yang benar - benar sangat terdengar jelas. Jeno menoleh ke arah kanan, perempuan itu sedang menangis....



Dia...





Annya Lee?

Jeno bersembunyi, dan melihat Annya dari samping rak buku. Sedang apa Annya menangis? Jeno pikir Annya sedang baik - baik saja, karena selama ini Annya dengan sifat nya yang pantang menyerah. Dan detik ini, Jeno melihat seorang Annya Lee menangis?

Serapuh itu kah Annya?

Menangis sendirian tanpa kehadiran seorang pun di sisi nya. Se kesepian itu kah Annya?

Jeno masih saja berada di belakang rak perpustakaan, sedangkan Annya masih menangis. Jeno tidak tau pasti apa yang membuat Annya menangis seperti itu.

[3] Here After 3 - Annya Lee ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang