PART 06

7.2K 559 80
                                        

Mereka benar-benar menghabiskan malam dengan penuh keringat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mereka benar-benar menghabiskan malam dengan penuh keringat. Mereka benar-benar saling mempertaruhkan hidup mereka. Dan Jisoo bisa merasakan apa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Jaehyun memang terlihat masih marah, tapi laki-laki itu melakukannya dengan lembut.

Setelah keberaniannya untuk mencium Jaehyun, semua berjalan tanpa bisa dicegah. Laki-laki itu membalas ciumannya dengan banyak luapan amarah bercampur di dalamnya. Dan Jisoo hanya bisa menerima ketika Jaehyun meloloskan seluruh pakaiannya dan membuat tubuh keduanya telanjang.

Hingga Jisoo yakin seluruh tubuhnya sudah dipenuhi cumbuan Jaehyun, dirinya turut memberi ciuman di pundak laki-laki itu. Tidak ada yang bicara, mereka hanya saling mendesah ketika bagian tubuh sensitifnya tersentuh.

Jisoo melebarkan kakinya ketika tangan besar Jaehyun mengusap daerah sensitifnya. Ia menahan nyeri ketika milik Jaehyun berusaha menerobos masuk, merobek miliknya, dan membuat mereka berdua menyatu.

"Kim Jisoo, kau-"

Jaehyun tidak melanjutkan ucapannya. Sorot mata laki-laki itu kini berubah. Tidak ada lagi kemarahan. Tapi Jisoo juga tidak bisa membacanya.

Hingga sadar rasa sakit yang ia rasakan sudah berganti dengan kenikmatan, Jisoo membawa dirinya terlarut pada apa yang dilakukan Jaehyun. Mereka seolah lupa jika sebelumnya mereka hampir bercerai.

Bahkan ketika dirinya mendapat puncak bersama dengan Jaehyun setelah berkali-kali, Jisoo tidak bisa menahan rasa lelah dan kantuknya. Dia meringkuk pasrah dalam dekapan lengan kokoh Jaehyun. Membiarkan apa yang terjadi esok menjadi sebuah keajaiban.

***

Esok menjadi sebuah keajaiban hanya untuk Jisoo. Benar. Keajaiban itu tidak berlaku bagi Jaehyun. Laki-laki itu tetap saja dingin padanya. Padahal mereka melakukannya berdua, lalu kenapa hanya Jisoo yang terlihat salah tingkah ketika bangun di pagi hari.

Jaehyun bahkan sudah sibuk dengan ponselnya dan tidak memperhatikan dirinya yang sudah bangun.

"Ehhem!" Jisoo mencoba berdeham pelan untuk mendapat perhatian, namun Jaehyun hanya menoleh dengan kening berkerut, lalu kembali fokus pada ponselnya.

Merasa sebal karna tidak diperhatikan, Jisoo memutuskan turun dari ranjang. Namun baru selangkah, ia sudah terjerambab ke lantai.

Ketika Jisoo masih meringis merasakan lututnya sakit dan selangkangannya kram, tubuhnya sudah melayang dan kembali ke atas ranjang. Jaehyun duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan lututnya yang merah. Dan entah sihir dari mana, jantung Jisoo berdetak tidak karuan.

"Aku harus ke kantor, salah satu sekertarisku akan datang mengantar pakaian untukmu."

Apa? Dan melihatku telanjang penuh ruam merah?

LOVE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang