Jeong Jaehyun berusaha menerima Kim Jisoo dan semua kontroversinya. Gadis yang bahkan belum mengerti apapun untuk membangun sebuah pernikahan dengannya.
Dan Kim Jisoo melepas apa yang ia sebut cinta demi menyelamatkan nama baiknya di mata publik den...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah lebih dari dua jam Sowon duduk di kursi yang ada di sudut kamar rawat Jisoo. Entah ada masalah apa dengan atasan dan juga istrinya, tapi sejak Presdir Jeong Jaehyun sampai di rumah sakit, laki-laki itu tidak mengatakan apapun pada istrinya. Dan Jeong Jisoo itu, sama sekali tidak memandang baik suaminya.
Ketika Presdir Jeong mengulurkan sesuatu untuk dimakan istrinya, wanita itu hanya mendengus, namun memang tidak ada yang dikatakan Presdir Jeong. Sebagai suami, laki-laki itu juga tidak menanyakan apa ada yang sakit pada istrinya.
Berada di sini semakin lama, Sowon mungkin tidak akan paham kenapa Jeong Jisoo sangat berani pada Presdir. Selama ini beliau sangat ditakuti, emmm... Lebih tepatnya disegani. Meskipun masih muda dan terlihat tidak ramah pada karyawannya, laki-laki itu sangat berdedikasi membangun perusahaan.
Bahkan Sowon merasa bersyukur bisa menjadi salah satu dari sekertaris Presdir.
"Sowon, ambilkan aku minum," seru nyonya Jeong dengan nada ketusnya. Ini sudah seruan Jisoo yang entah ke berapa, tapi setiap Sowon akan bangun mengambil yang diinginkan Jisoo, selalu saja Presdir sudah terlebih dahulu mengambilkannya.
"Aku meminta pada Sowon," lagi. Jisoo seolah sudah mencapai batasnya ketika Presdir Jeong tidak juga mengatakan sesuatu. Laki-laki justru kembali duduk setelah meletakan gelas berisi air putih di atas meja.
Sowon menarik napas beberapa kali demi menguatkan hatinya. Dia harus pergi dari ruangan ini sebelum situasi semakin panas dan akhirnya Jeong Jisoo meledak.
"Maaf, apa saya bisa-" belum sempat Sowon menyelesaikan kalimatnya, Presdir Jeong sudah menoleh dengan tatapan yang tajam dan dingin. Sontak saja dia menutup kembali mulutnya dan menunduk.
Astaga! Apa yang ia lakukan? Bagaimana jika dia terkesan melawan perintah Presdir Jeong yang memintanya tetap di ruangan.
"Keluarlah Sowon," ucap Presdir Jeong pada akhirnya.
Mendengar itu, segera saja Sowon berdiri, kemudian menunduk hormat pada Presdir Jeong dan juha istrinya sebelum akhirnya melangkah keluar dari ruangan.
Setelah berhasil keluar dari ruangan perawatan Jeong Jisoo, Sowon menyandarkan punggungnya ke tembok, lalu menghembuskan napas berkali-kali. Akhirnya ia bisa keluar dari ruangan yang menyesakan itu. Mungkin jika lebih lama ia berada di dalam, ia bisa mati canggung.
Minum kopi. Benar, Sowon akan ke kafetari dekat rumah sakit untuk membeli kopi. Ooohh, dia sangat butuh merilekskan ototnya yang tegang karna melihat pasangan aneh di dalam sana.
***
Sekuat tenaga Jisoo melawan Jaehyun yang terus menerus menahannya untuk tetap di ranjang. Sungguh, dia marah pada laki-laki itu. Bagaimana bisa setelah membiarkan Jisoo menunggu kepulangan Jaehyun, tetap saja laki-laki itu tidak mengijinkannya pulang?