CHAPTER 28: LOVE YOU GOODBYE

33 6 0
                                        

Happy reading!

Chapter 28 - Love You Goodbye

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 28 - Love You Goodbye

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini, Dinda akan meninggalkan Los Angeles dan bertolak ke Jakarta dengan perasaan tak karuan. Seraya memasukkan pakaian-pakaian ke dalam koper, cairan sebening kristal menetes dari kedua sudut matanya. Peristiwa semalam masih terbayang jelas di dalam ingatannya. Rasa sesak di dada membuat napasnya terengah-engah.

Jarinya menutup resleting koper, tatapan berpindah ke arah balkon yang menyuguhkan pemandangan Baverly Hills yang menyejukkan mata di pagi hari seperti ini. Ia pun mendekat ke arah balkon, memandangi kawasan Baverly Hills. Ia juga menghirup udara yang begitu segar, setidaknya dapat melegakan sedikit perasaan sesaknya.

Los Angeles telah menyimpan banyak kenangan di dalam lubuk hati dan pikirannya. Berbagai macam peristiwa sudah ia alami di kota yang dijuluki City of Angels ini, termasuk kisah percintaannya yang kedua kalinya.

"Cokelat panas?" tawar seseorang dari belakang.

Dinda menoleh, mendapati Daniel membawa jus apel dan secangkir cokelat panas di kedua tangannya. Ia menghela napas, berbalik badan, dan meninggalkan balkon. Baru saja perasaannya lega, kini terasa lebih sesak daripada sebelumnya.

Wanita itu duduk di tepi ranjang, menatap kosong Noah yang masih tertidur pulas. Mengelus pelan puncak kepala anak laki-lakinya dan membiarkan Daniel mematung diambang pintu balkon.

Bisakah untuk hari ini saja Dinda tak bertemu Daniel? Ingin sekali rasanya. Tetapi itu hal yang mustahil untuk dilakukan.

"I just wanna be alone, Daniel. Can you leave me?" Dinda bertanya tanpa melihat lawan bicaranya.

Daniel menggeleng cepat. Ia meletakkan jus apel beserta cokelat panas di atas nakas dan duduk di sebelah wanita itu, menatapnya sayu dari samping. Kebingungan terpancar jelas dari sorot mata birunya. "Wait, I don't understand about all of this. Can you tell me about what happened last night?"

"You're drunk."

"That is it? But, I'm not drunk. I swear to God! I only drink water."

"I don't want to debate, okay? Can you leave me right now?"

Mood Dinda pagi ini menjadi sangat hancur. Jika ia dan Daniel berdebat, hal itu bisa menyebabkan Noah terbangun dan mencuri perhatian orang-orang rumah. Apalagi, jarum jam masih tertuju pada angka tujuh tepat.

Ceklek!

Pintu kamar tertutup, tanda pria itu pergi dari ruangan ini. Dinda merebahkan badannya di samping Noah, memainkan jari-jari balita tersebut. Kata-kata Astrid pun berputar di otaknya.

"Hati-hati, ye. Budaya mereka tuh beda sama kita. Jan lupa jaga diri, minta perlindungan ke Tuhan."

Ia menghembuskan napas. Cintanya sudah ia serahkan sepenuhnya kepada Daniel, tapi tadi malam lelaki tersebut malah mengungkap cinta kepada gadis lain dalam kondisi mabuk atau tak sadarkan diri. Mau tak mau, ia harus menerima konsekuensi memiliki kekasih yang berasal dari benua Amerika yang terkenal "bebas" dan "liar" ini. Apalagi, dalam hitungan jam lagi, perempuan itu akan meninggalkan LA.

Angel & the SecretsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang