CHAPTER 34: (TRYING TO) ERASE YOUR TRACE

29 6 2
                                        

Happy reading!

Happy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 34 -

Air shower mengguyur Dinda dari atas hingga ke bawah, dari rambut sampai jari-jari kaki. Mendongakkan kepala agar kulitnya cepat dapat merasakan butiran-butiran air segar yang keluar meluncur membasahinya sembari memejamkan mata erat dan menghapus semua kenangan yang ia ciptakan bersama Daniel Seavey ketika menghabiskan hari-hari mereka selama di Los Angeles dalam durasi waktu detik, menit, bahkan jam. Setidaknya, hal ini dapat membantu menjernihkan pikirannya sejenak, begitupun seterusnya.

Selepas itu ia membersihkan muka, membersihkan pori-porinya, dan membiarkan kedua telapak tangan  membasuhnya menggunakan air dari kran westafel. Memandangi setiap inci bentuk wajahnya, memegangi pipi tirus dan mengusapnya hingga jari-jari tangan terhenti di bawah dagu, dan menyangga tubuhnya di atas westafel kembali.

Ritualnya telah usai. Ia keluar, sekadar mengenakan t-shirt crop-top dan ripped jeans. Mengambil headphone, lalu men-scroll layar sentuh persegi panjang yang retak itu. Berniat mendengarkan musik, sekadar merubah suasana hati menjadi ceria. Tetapi, malah muncul notifikasi dari sebuah artikel mengenai kabar terbaru Daniel.

Daniel Seavey Kissing A Beautiful Girl In A Restaurant In Sydney, Australia

Membaca judulnya saja, sukses mengakibatkan hati Dinda mencelos begitu saja. Dan, tepat saat itu, Jonah meneleponnya. Ia menerima panggilan tersebut, agar menurutnya, masalah ini cepat selesai. Urusan tes DNA diserahkan sepenuhnya kepada the boys, ia menyatakan menyerah dalam hal itu.

"Ya? Aku sudah mengetahui beritanya, Jo. Tidak masalah. Toh, Daniel--"

Jonah memotong cepat, "Daniel masih mencintaimu dan memikirkanmu setiap saat. Berita itu hanya berita palsu. Trust me. Hanya strategi manajemen saja."

"Strategi manajemen? Yang benar saja. Aku sudah memilih salah satu pilihan yang diberikan Randy," jelas Dinda bangkit dari ranjang dan duduk di teras balkon, menikmati angin malam yang tengah melintas.

"Tidak dengan Daniel. Kumohon. Dia sangat tersiksa selepas kau memutuskan hubungan kalian."

"What's more? There is no. Everything's finished, right?"

"It's just bullshit. Dia tengah memperjuangkanmu saat ini, mempertahankan hubungan kalian. Semua yang ia lakukan hanya demi dirimu. Aku yakin, kau pasti sangat sulit mencoba melupakannya."

Dinda terdiam. Ia tahu, bahwa Daniel tengah berjuang kembali. Perjuangannya bisa dibilang lebih berat daripada ketika mereka menjalani hubungan yang terdahulu. Wanita ini juga sulit melupakan Daniel, tak seperti masa-masa awal mengakhiri hubungannya dengan Ilham.

"Am I right?" sambung Jonah.

Dinda memijat pelipisnya, "Not. You're wrong. Aku... Sudah melupakannya. Aku tidak ingin membuatnya tersiksa akan keadaan yang tidak mendukung. Kami telah memiliki jalan masing-masing sekarang, kau tahu itu. Aku sibuk dengan dunia perfilmanku dan dia juga sibuk menyelesaikan tur ini kemudian membuat album studio bersama kalian berempat dalam dunia permusikan Hollywood."

Angel & the SecretsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang