CHAPTER 31: WHY IS IT SO HARD TO FORGET?

28 6 0
                                        

Happy reading!

Chapter 31 - Why Is It So Hard to Forget?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 31 - Why Is It So Hard to Forget?

Dentingan sendok dan garpu di meja makan memenuhi area dapur, menyingkirkan segala kesunyian yang ada. Telur orak-arik dan Oseng-oseng Tempe menjadi menu sarapan pagi ini, ditambah segelas Susu, Jus Jambu, dan Coklat Panas sebagai minumannya.

"Mom, nanti jadi kan?" tanya Bellova menatap ibunya.

Dinda menggeleng, "Kayaknya Uncle Daniel ga bisa, deh. The boys langsung ke Brisbane soalnya."

Hah? Tadi malam, Uncle Daniel bilang bisa. Kata Zach tadi, nanti malam mereka baru ninggalin Jakarta.

Bellova membuka smartphonennya, mengecek beberapa pesan yang masuk. Terdapat notifikasi pesan dari Daniel, melirik ke arah Dinda yang masih memakan sarapannya tanpa mood yang bagus pagi ini.

Daniel Seavey

Hey, the show starts at seven, right?

Thank you in advance

It's okay, girl!
No problem<3

Pusing aing.

"Bells, makan." Bellova hampir melempar alat telekomunikasi tersebut ke lantai dan untungnya terjatuh di atas meja selepas mendengar teguran dari Dinda.

"Eh, iya, Mom."

Yang bener yang mana sih? Pusing aing tuh.

Ting!

Daniel Seavey
Can you send the address?

Kedua indera penglihatan Dinda melirik ke smartphone Bellova yang bagian lockscreen menampilkan pesan singkat dari Daniel. Sedangkan Bellova menundukkan kepala, memakan jatah sarapannya, sesekali menengok ke kanan--ke arah smartphone warna putih tersebut. Ia tidak berani membalas pesan Daniel dengan fast respon dan otaknya sibuk memikirkan bagaimana bisa membalas pesan itu tanpa diketahui Dinda.

"Bells, Mom pinjem powerbank, ada?" tanya Dinda membereskan piring-piring kotor dan meletakkannya di westafel.

Bellova mengangguk, "Ada. Di atas meja belajar."

Dinda berjalan menaiki beberapa anak tangga dan terhenti di depan pintu sliding bercat putih itu. Ia mendorong pintu, memasuki kamar Bellova dan langsung disuguhi pemandangan poster-poster Why Don't We beserta tanda tangan masing-masing member yang masih terlihat baru. Jelas, sebab mereka menandatanganinya kemarin siang. Dan, tanda tangan Daniel juga tercantum di dalamnya.

Angel & the SecretsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang