Don't forget to Vote & Comment!
Happy reading (◍•ᴗ•◍)
.
.
.
.
"Hyung?"
Yoongi sontak berbalik guna menyembunyikan wajah kacaunya.
Jimin menatap sedih punggung Yoongi. Setelah tau bahwa kedua orang tuanya datang di konser tadi, Yoongi menangis sedih mengetahui itu. Ia tidak pernah berpikir bahwa kedua orang tuanya sudah mulai menerima dirinya sebagai idol.
Jimin tak pernah melihat Yoongi yang menangis seperti tadi. Awalnya ia ikut terharu namun sekuat tenaga ia harus bisa menenangkan sang kekasih.
Yoongi sudah sedikit lebih tenang. Ia berbalik melihat Jimin yang setia menunggu dirinya. Kemudian berjalan mendekat dan memeluk erat tubuh kekasihnya dan langsung dibalas oleh sang empu. Yoongi sedang membutuhkan kekuatan dari Jimin. Ya hanya Jimin yang ia butuhkan sekarang.
"Semua baik-baik saja, hyung." Ucap Jimin seraya mengelus lembut punggung Yoongi.
Yoongi menghirup dalam-dalam wangi vanila yang melekat di curuk sang kekasih. Yoongi melepaskan pelukannya, menatap Jimin yang juga menatap dirinya dengan teduh.
"Terimakasih, Jim"
Tangan Jimin berpindah ke leher sang dominan, lalu menggeleng. Mengecup singkat bibir tipis Yoongi.
Yoongi tersenyum kecil. Kembali menyatukan bibir tebal Jimin kearahnya sambil melumat dan menuntut.
"Eunghh-" satu desahan keluar dari mulut Jimin kala Yoongi dengan sengaja menyesap bibir bawahnya.
Cpk!
Tautan keduanya terlepas menyisakan benang saliva serta bibir Jimin yang membengkak dan basah.
"Hyungh-" Jimin langsung menyembunyikan wajahnya didada Yoongi. Malu sungguh, masalah nya mereka masih berada diruang ganti dan kapan saja staff bisa memergoki kelakuan mereka.
Yoongi terkekeh melihat kelakuan kekasihnya. "Maaf, kelepasan."
Sontak Jimin menyubit kecil pinggang Yoongi dan dibalas ringisan kecil.
"Suga hyung!"
Suara Namjoon yang meneriaki dirinya dari luar.
Tok tok tok.
"Hyung, kau didalam?"
"Nee!"
"Ada yang mencari mu. Cepatlah keluar, hyung." Setelah nya Namjoon menjauh dari pintu.
Jimin melepaskan pelukannya, "Cepatlah temui mereka, hyung." Titah Jimin. Lalu Jimin segera membuka kunci pintu berniat untuk keluar sebelum tangannya ditahan oleh Yoongi.
Jimin menatap bingung.
"Apa aku bisa?" Ucap Yoongi lirih. Ada rasa ragu dah khawatir didalam dirinya. Ia sudah dapat menebak siapa yang mencarinya. Tapi ia juga tak yakin apakah bisa menghadapinya atau tidak.
Jimin tersenyum lembut. "Kau pasti bisa hyung. Aku percaya bahwa kau bisa menghadapi apapun didepan sana."
Jimin mendekat, menempelkan bibir tebalnya dengan bibir tipis Yoongi. Sekali lagi, ciuman itu mendarat diatas bibir tipis Yoongi sebagai bentuk dukungan kepada sang kekasih.
"Fighting!" Seru Jimin sebelum ia benar-benar meninggalkan Yoongi disana.
•
Seokjin kembali memasukan ponselnya kedalam saku celana jeansnya. Ia baru saja menerima telepon dari sang Ibunda untuk memberikan ucapan selamat karena konser pertamanya sukses dijalani, tak lupa Jin juga mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarganya yang sudah mendukung dan juga percaya kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEHIND THE SCENES [BTS]
RomanceBagaimana cerita kehidupan dibalik layar tentang Bangtan Sonyeondan. Hubungan diantara member yang ditutupi dari public dan perjalanan karir mereka. • Namjoon masih terkekeh. Matanya tidak teralih kemanapun, karna baginya Jin lah yang paling indah. ...
![BEHIND THE SCENES [BTS]](https://img.wattpad.com/cover/219348339-64-k338101.jpg)