HAPPY BIRTHDAY, SON WENDY!!!!! this update is for your birthday and for you, readers<3
anyways, welkom bek to this jarang update fanfic hehe. maaf lama, baru msk semester 2 dah stress bgt ini anjeng :( semoga update nya memuaskan deh~
I have limit knowledge about covid-19, so please pardon my mistakes. thank you so much.
suffering (noun): the state of undergoing pain, distress, or hardship.
Semenjak hari itu, Wendy tidak pernah bisa tidur dengan tenang. Makan pun tidak selera. Ia hanya rajin meminum air putih. Chanyeol khawatir Wendy ujung-ujungnya akan terpapar juga karena gaya hidupnya yang kelewat tidak sehat ini. Renjun sendiri masih tidak percaya adiknya terkena covid dan dirawat di rumah sakit. Beberapa kali laki-laki ini halusinasi tentang Yuan.
Keluarga Park hancur.
Tersiksa memang, apalagi sekarang bisnis serba online. Susah untuk Chanyeol bekerja dari rumah tanpa memantau betul aktivitas di restoran. Renjun sendiri cukup tersiksa karena segala tugas kampus harus ia lakukan dari rumah dan tidak bisa bertemu dengan beberapa teman untuk kerja kelompok.
Wendy sendiri yang paling tersiksa. Ia tidak bisa mengalihkan stress nya pada kelas memasak ataupun kegiatan lainnya. Ia beberapa kali diajak untuk sekedar bersepeda atau jogging bersama orang tua murid lainnya dari pre school Yuan. Awalnya ia menolak dengan berbagai macam alasan. Tetapi akhirnya ia memberitahu Krystal, ibu dari Taeoh yang juga terpapar covid, tentang Yuan yang terpapar covid.
"Tolong jangan dibuat heboh di grup, Krystal-ssi. Aku mohon," pinta Wendy saat menelepon Krystal.
"Tenang saja. Aku akan memberitahu orang tua lain satu persatu lewat personal chat. Supaya mereka ikut waspada," ujar Krystal.
"Baiklah, Krystal-ssi. Terima kasih banyak."
"Iya, Wendy-ssi. Semoga Yuan cepat sembuh."
Hari ini adalah hari pertama keluarga ini bebas dari karantina. Sebelumnya mereka diharuskan karantina mandiri sekeluarga selama 14 hari atau 2 minggu. Sekalipun mereka sudah bebas keluar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan, mereka tetap tidak bisa menengok Yuan di rumah sakit. Chanyeol dan Wendy hanya sebatas mengetahui kabar terbaru dari dokter.
"Eomma, aku akan pergi bersama Shuhua sekalian mengerjakan tugas kuliah," kata Renjun sambil bersiap-siap memakai masker.
"Jangan lama-lama. Dan tolong jangan melanggar protokol kesehatan," sahut Wendy kemudian tersenyum lembut.
Renjun mengangguk. "Iya, eomma. Tenang saja." Ia pun pergi keluar.
Kriing kriing kriing!!!
Telepon rumah berdering, membuat Wendy dan Chanyeol yang sedang melamun di sebelahnya terkejut. Jika telepon rumah sudah berdering di jam-jam seperti ini, alias di waktu pagi, pasutri ini sudah mewanti-wanti diri. Kalau tidak dari kantor ya dari rumah sakit. Tangan Chanyeol agak gemetar mengangkatnya.
"Dengan kediaman keluarga Park. Ini Park Chanyeol," sapa Chanyeol begitu mengangkat telepon.
"Selamat pagi, Pak Chanyeol. Saya perawat Lee, salah satu dari perawat yang mengurus putra Anda, Yuan, selama ini," sahut perawat Lee.
"Ah iya, bagaimana?"
Perawat Lee terdengar berdehem sejenak sebelum berkata, "Yuan sempat bangun tetapi kemudian ia drop lagi. Kali ini lebih parah. Sekarang Yuan susah untuk bernapas sendiri. Kami butuh persetujuan Anda untuk menaruh Yuan dalam ventilator."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama Wendy [Wenyeol AU]
FanfictionSebuah cerita tentang Wendy, seorang ibu tunggal yang ditinggal suaminya tepat ketika ia melahirkan anak mereka. bahasa baku dan banyak kata kasar yangxiaozhu, May 2020
![Mama Wendy [Wenyeol AU]](https://img.wattpad.com/cover/224389285-64-k184629.jpg)