beginning

1.4K 187 25
                                        

sorry kalau agak aneh :(






beginning (noun): the earliest stage of something.



Dec 31, 2018.

Malam tahun baru tidak bisa dilewatkan begitu saja. Bosan jika hanya berdiam diri di rumah dan menonton acara akhir tahun di televisi. Maka dari itu, Chanyeol sudah merencanakan acara malam tahun baruan jauh hari sebelum hari h. Tak lupa ia juga mengajak teman-temannya. Ia juga menyuruh Renjun dan Wendy untuk mengajak teman-teman mereka. Acaranya dilaksanakan di rumahnya sendiri. 

Bel rumah tak hentinya berbunyi. Mulai dari teman Chanyeol, teman Renjun, dan teman Wendy. Mereka datang silih berganti. Banyak yang membawa makanan dan minuman. Ada juga yang datang hanya sekedar membawa diri. 

"Renjun-ah!!!" teriak Chanyeol.

"Ne, appa," sahut Renjun sambil berlari kecil menghampiri ayahnya yang tengah sibuk mengatur tempat duduk.

"Ambil kamera di ruang kerja. Appa sudah suruh Jaemin untuk foto-foto."

"Ok."

Renjun masuk ke dalam rumah untuk mengambil kamera. Tak lama ia kembali keluar dan memberikan kamera kepada Jaemin. Selagi Renjun sibuk dengan teman-temannya, Chanyeol dan Wendy sibuk menyiapkan segala sesuatu. Memang bukan mereka yang memasak dan lainnya, tetapi mereka yang memberi perintah. Tidak diperintah dan para pembantu tak akan bekerja.

"Sudah selesai, Chan," kata Wendy. "Sambil menunggu masakannya matang, kita mulai saja permainannya. Bagaimana?"

"Ok." Chanyeol menepuk tangannya keras untuk menarik perhatian orang-orang. "Semuanya harap duduk di salah satu kursi yang sudah kususun berbentuk lingkaran."

Tanpa disuruh dua kali, mereka semua langsung duduk. Sesudahnya Chanyeol menjelaskan aturan permainan.

"Wendy akan menyanyikan lagu. Jika ia berhenti, kalian harus pindah tempat duduk. Akan kutarik dua kursi setiap lagu berhenti," jelas Chanyeol. 

"Samchon!" teriak Haechan. "Yang menang dapat apa?"

"Sejumlah uang dariku," jawab Chanyeol.

Semua langsung semangat. Sejumlah uang dari Chanyeol tentu tidak sedikit melihat dirinya adalah pemilik restoran ternama dan sukses. Tak menunggu lama lagi, permainan pun dimulai. Beberapa sudah mulai gugur. Bahkan Renjun pun kalah. Sampai akhirnya menyisakan Haechan dan Baekhyun. Dua manusia ambis ini sama-sama tak mau kalah. Kursi tersisa satu.

"You got me feeling like a psycho, psy--" Wendy berhenti bernyanyi.

Gaduh Haechan dan Baekhyun berteriak. Akhirnya, Haechan yang berhasil duduk di kursi. Anak ini berteriak senang. Begitu juga dengan teman-temannya. Renjun bahkan ikut ribut merayakan kemenangan temannya. Chanyeol dan Wendy saling tatap dan tersenyum. Mereka senang melihat Renjun begitu bahagia hari ini walaupun ia tidak menang.

"Nanti samchon transfer, ya. Kamu kirimkan saja nomor rekeningmu pada samchon," ujar Chanyeol pada Haechan.

"Siap, samchon!" teriak Haechan. "Ayahmu baik sekali, Jun-ah!"

Renjun tertawa. "Kalau menang saja baru kau berkata begitu," ujar Renjun yang membuat Haechan terkekeh.

Setelah permainan selesai, makanan sudah matang dan siap untuk dimakan. Masing-masing mengambil makanan yang mereka inginkan kemudian memposisikan diri di kursi-kursi yang tersedia. Anak-anak muda memilih untuk duduk di atas rumput halaman beralaskan selimut yang besar. Sementara itu Chanyeol dan Wendy duduk berdua di ayunan sembari makan.

"Kalau kamu mau tambah daging, bilang padaku. Biar kuambilkan," kata Chanyeol saat menyuapi Wendy.

"Sudah, tidak perlu. Ini potongan terakhir. Terlalu kenyang nanti aku malah jadi mual," kata Wendy kemudian meneguk es jeruk.

Chanyeol mengerutkan dahinya. "Kamu sakit?"

Wendy mengangkat bahu. "Tidak enak badan saja. Sedikit pusing."

"Hmm..." gumam Chanyeol dengan tangan menempel pada dahi Wendy, mengecek suhu badannya. "Tidak panas, sih."

"Ishhh." Wendy menyingkirkan tangan Chanyeol. "Sudah, tak usah dipikirkan. Sebentar lagi tengah malam. Kita nikmati saat-saat terakhir tahun 2018 ini."

"Ne~"

Chanyeol kemudian bangkit dari duduknya untuk menaruh piring kotor. Ia kemudian mengambil sepiring penuh berisi potongan buah dan dua buah gelas berisi sampanye. Setelahnya ia kembali ke tempatnya duduk. Wendy tampak sedang mengecek ponselnya. Sepertinya urusan pekerjaan.

"Ya!" tegur Chanyeol. "Simpan ponselmu. Bukan waktunya bermain ponsel."

"Ya!" balas Wendy. "Aku tak akan bisa tidur jika urusannya tidak selesai."

Chanyeol berdecih kemudian duduk di sebelah Wendy. "Urusan apa, sih?"

Wendy menyakukan kembali ponselnya. "Ingin tahu saja." Tangannya mencomot sepotong semangka.

Gemas Chanyeol jika melihat Wendy kesal kemudian melampiaskannya dengan makan. Buktinya sekarang Wendy terus memakan buah yang ada pada piring. Padahal tadi ia bilang kenyang. Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tangan besarnya mengacak-acak rambut Wendy. Wendy menatapnya kesal.

"Eomma, appa!" teriak Renjun sembari melambaikan tangannya.

Chanyeol dan Wendy langsung bangkit dari duduk mereka kemudian menghampiri anaknya itu. Rupanya Renjun sedang memasang banyak kembang api di pagar bersama dengan teman-temannya. 

"Panggil teman-teman eomma dan appa untuk berdiri agak jauh dari pagar. Sebentar lagi jam 12, kita rayakan pakai kembang api!" seru Renjun senang.

Chanyeol dan Wendy tertawa. "Astaga, kita kira ada apa," ujar keduanya.

"Ya sudah, cepat!" desak Renjun kemudian mendorong kedua orang tuanya. "5 menit lagi!"

"Iya, iya!"

Tak butuh waktu lama sampai semua orang berjalan mundur menjauhi pagar. Untungnya kembang apinya otomatis. Jadi Renjun hanya tinggal menekan tombol saja. Sampailah pada pukul 12 tengah malam. Renjun cepat menekan tombol. Kemudian kembang api menyala satu persatu dan menghiasi langit.

"Selamat tahun baru!" teriak Renjun dan Haechan yang disambut sorakan orang-orang.

Renjun dan teman-temannya sibuk berfoto dan membuat postingan di sosial media. Teman-teman Wendy dan Chanyeol pun sibuk bersalaman, saling mengucapkan selamat tahun baru. Jaemin kemudian menyuruh semuanya untuk berjajar rapi karena hendak difoto. Setelah memasang timer nya, Jaemin berlarian ke sebelah Renjun dan merangkul temannya itu.

"Everybody say, happy new year!" teriak Jaemin.

"Happy new year!!!" sorak semuanya.

Chanyeol dan Wendy berciuman. "Happy new year," ujar keduanya bersamaan.

"Sampanye milikmu," kata Chanyeol sambil menyerahkan segelas sampanye pada Wendy.

"Ah, terima kasih," kata Wendy dengan tangan yang cukup ragu untuk meraih gelas itu.

Chanyeol menghabiskan sampanye dengan sekali teguk. Sementara Wendy sendiri tidak meminumnya. Ia malah pura-pura menyisipnya kemudian meludahkannya kembali ke dalam gelas. Tangannya dengan cepat membuang cairan alkohol itu ke tanah.

"Segarnya meminum sampanye untuk menyambut tahun baru," celetuk Chanyeol. "Aku mau ambil lagi. Kamu mau apa?"

"Hmm?" Wendy bingung. "Jus jeruk lagi saja. Aku tidak mau mabuk."

"Oke."

Wendy menghela napas begitu Chanyeol pergi. Matanya memerhatikan gelas di depannya. 

Akan kuberitahu, Chan. Tapi tidak sekarang, batin Wendy.









uwo, ada apa ini.

btw, mau nanya kalau kalian suka ff lokal gitu gak? castnya gak jauh dari artis SM, sih. kalau suka, boleh kasih tau. siapa tau abis buku ini beres, aku mau ngetik ff lokal huehue. itupun kalau kalian emang suka.

Mama Wendy [Wenyeol AU]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang