as you wish, readers. this is an uwu chapter :)
ménage (noun): a group of one or more parents and their children living together as a unit.
Akhir-akhir ini Renjun merasa kesepian. Bukan, bukan kesepian karena tidak ada teman. Kesepian ini lebih kepada kehampaan hidupnya tanpa orang tua. Memang orang tuanya masih suka mampir dan mengajaknya pergi hanya untuk jalan-jalan. Tapi tetap saja tidak tinggal serumah membuatnya kesepian. Berhubung kakek dan neneknya juga bukan pengangguran. Mereka sibuk keluar rumah, keluar kota, atau sekedar pergi ke pertemuan dengan rekan bisnis. Masih tua pun mereka berdua masih sibuk.
"Renjun-ah..." panggil Ibu mertua saat mengetuk pintu kamar Renjun. "Halmeoni ingin bicara denganmu."
"Ah, masuk saja," kata Renjun, sadar dari lamunannya. "Ada apa?"
Ibu mertua duduk di atas kasur. Tangannya menepuk-nepuk selimut di sebelahnya, mengisyaratkan Renjun untuk duduk disana. Tanpa harus menunggu lama, Renjun duduk di sebelah Ibu mertua. Ekspresi dan tatapan Ibu mertua sulit diartikan.
"Ayah dan Ibumu memintamu kembali ke rumah. Ini sudah berbulan-bulan, bahkan ujian pun sudah lewat. Sudah hampir tahun baru. Kembalilah ke rumahmu, Nak." Ibu mertua tersenyum sambil mengelus pelan kepala cucunya itu.
"Tapi bagaimana dengan harabeoji dan halmeoni?" tanya Renjun.
Ibu mertua terkekeh. "Bagaimana dengan kita? Ya, kita tidak apa-apa. Asalkan kamu nanti sering-sering mampir kesini. Mampirlah bersama Jaehyun dan Siyeon. Rumah mereka jauh, harabeoji dan halmeoni kangen sekali. Kamu ajaklah mereka kesini."
Renjun tersenyum tipis. "Kalau begitu Renjun mau kembali ke rumah. Jangan khawatir, halmeoni. Renjun, Jaehyun hyung, dan Siyeon akan sering-sering mampir."
"Baiklah kalau begitu. Halmeoni akan menyuruh beberapa pembantu untuk memindahkan barangmu ke rumah sebelah. Kamu bereskan barang-barang pribadimu sekarang."
"Sekarang?"
"Iya, Ayahmu sudah menunggu di ruang tamu."
Chanyeol langsung bangkit berdiri begitu melihat ibunya turun dari lantai dua. Ibu mertua tersenyum sembari mengacungkan kedua jempolnya. Chanyeol menghela napas lega. Itu artinya Renjun setuju untuk kembali ke rumah. Beberapa pembantu sudah berjalan menuju kamar Renjun untuk memindahkan barang-barangnya.
Renjun berdehem. "Appa," sapanya begitu turun dari tangga. Tangannya menjinjing sebuah tas berisikan barang-barang pribadinya. Jujur saja, ia masih canggung memanggil Chanyeol dengan sebutan appa.
Chanyeol dengan cepat meraih tas yang dibawa Renjun. "Biar appa saja yang membawakan. Kamu segera ke rumah. Ibumu sudah masak banyak."
"Ngomong-ngomong kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Renjun.
"Memang tidak direncanakan. Ibumu tiba-tiba ingin kamu kembali hari ini," jawab Chanyeol.
"Hmm... Baiklah."
"Asal kamu tahu, enam bulan pisah denganmu bukanlah hal yang mudah bagi kami, terutama ibumu."
Renjun mengangguk menatap ayahnya. Langkah kakinya dengan cepat membawanya kembali ke rumahnya. Begitu membuka pintu, Wendy langsung menghampiri Renjun untuk menyambutnya. Terakhir kali mereka benar-benar bertemu tatap muka seperti ini adalah sebelum ujian. Sudah lama sekali.
"Eomma, naneun jib-e ossyeotda," ujar Renjun. (Ibu, aku pulang)
"Renjun-ah," panggil Wendy kemudian memeluk Renjun. "Eomma kangen sekali."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama Wendy [Wenyeol AU]
Fiksi PenggemarSebuah cerita tentang Wendy, seorang ibu tunggal yang ditinggal suaminya tepat ketika ia melahirkan anak mereka. bahasa baku dan banyak kata kasar yangxiaozhu, May 2020
![Mama Wendy [Wenyeol AU]](https://img.wattpad.com/cover/224389285-64-k184629.jpg)