Hi, capek ya...
(Yang baca pakai nada, wajib vote ya😆)
Oggheyy, enjor for reading😽
________________________
Sekarang di ibukota Bailing semua orang beramai-ramai membicarakan Permaisuri Song.
Permaisuri Song mendapat cap buruk dari rakyat Bailing, karena berani menghina Ibu Suri Agung Zhou.
Keluarga besar Zhou dan Keluarga besar Shin yang juga mendengar kabar ini hanya bisa melihat dan tidak melakukan pergerakan apapun.
Karena kali ini yang bersinggungan adalah kedua orang yang memiliki jabatan tinggi di istana. Apabila salah dalam mengambil keputusan kecil kemungkinan masih bisa melihat matahari, esok.
Di kediaman Song, Tuan Song Tao Go sedang asik melempar semua barang disekitarnya.
Dirinya sangat marah saat mendengar gosip yang sedang beredar di ibukota tetang putrinya, Song Ir Ya.
"Sialan anak itu! Bisa-bisanya dia membuat aku menanggung malu atas perbuatan bodoh-nya!"
Pyarr
Lagi-lagi sebuah guci terlempar bebas dari ayunan tangan Tuan Song yang di penuhi emosi.
"Tuanku, mohon Tuanku sedikit tenang," mohon Nyonya Song yang berusaha meredakan emosi suaminya.
"Kau,m lihat bagaimana selama ini kau mendidik anak bodoh itu hah benar-benar tidak berguna," sahut Tuan Song murka.
"Tuanku, melempar semua barang ini tidak akan bisa membatu menyelesaikan masalah yang menimpa Yang Mulia Permaisuri mohon Tuanku memikirkannya," nasehat Nyonya Song kepada suaminya.
Mendengar ini Song Tao Go-pun seketika terduduk diam sebentar dan dengan cepat berdiri lalu pergi keluar dari paviliunya.
Setelah melihat perginya sang suami perlahan tubuh Nyonya Song-pun luruh diatas lantai, masalah kali ini membuat dia benar-benar harus berfikir panjang agar semua terlihat masuk akal.
Benar apa yang dikatakan istrinya, apa yang dia lakukan tadi tidak akan menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh anaknya, Song Ir Ya.
Hal pertama yang harus dia lakukan sekarang adalah mencari dukungan kuat agar anaknya tidak digulingkan dari tahtanya, karena untuk mencapai posisi tersebut tidaklah murah bayarannya.
***
Di kediamannya Permaisuri Song hanya bisa berdiam diri dan menatap kedepan dengan pandangan kosong.
Kediaman-nya sunyi dikarenakan semua Dayang-Dayang-nya, sedang diintrogasi akibat masalah yang terjadi saat jamuan kemarin.
Jujur saja hal besar seperti ini bukan kali pertama yang dirinya alami, sebelumnya Song Ir Ya sudah pernah menghadapi masalah yang lebih besar dari ini tapi masalah tersebut tidak menuntut nyawa-nya sabagai bayaran.
Memejamkan matanya satu nama-pun terlintas dipikirannya.
Selir Agung Chu
Wanita ini, pasti wanita ini yang menyebabkan masalah untuknya.
Benar-benar sialan.
Tanpa memikirkan penampilannya yang acak-acakan dengan terburu-buru Permaisuri Song bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari paviliunnya.
Saat ingin melewati gerbang kediamannya, pengawal yang berjaga-pun segera menghadang jalan untuk Permaisuri Song.
"Minggir kalian!" Teriak Permaisuri song kepada dua orang yang menghadangnya.
"Maaf Yang Mulia Permaisuri, sesuai perintah Yang Mulia Kaisar anda tidak diizinkan keluar dari kediaman," ucap salah satu pengawal tersebut.
"Minggir aku harus menemui wanita busuk itu," raung Permaisuri Song lagi.
"Maaf Yang Mulia kami hanya mengikuti perintah dari Yang Mulia Kaisar," kata pengawal itu lagi.
"Sialan Chu Xi Mei, Chu Xi Mei, aku benar-benar akan membunuhmu!" Teriak frustasi Permaisuri Song.
"Yang Mulia mohon tenang," ujar salah satu pengawal.
"Kau orang rendah tidak ada hak untuk mengaturku," marah Permaisuri Song.
Mengambil salah satu pedang milik pengawal yang menjaga kediamannya, lalu dengan mudah mengarahkan pada leher sendiri lalu mengancam. "Cepat panggil Yang Mulia Kaisar atau kalian akan menjadi tersangka atas kematianku."
Salah satu pengawal dengan segera pergi menghadap Kaisar, untuk membawanya bertemu dengan Permaisuri tentu saja mereka tidak mau menjadi saksi kematian dari wanita nomor satu Kekaisaran Bailing.
***
Dengan tangan tuanya Ibu Suri Agung Zhou masih sangat telaten memotong rapi pohon mini berwana hijau yang terpajang indah di atas meja, dalam ruangan paviliun-nya.
Dengan ketelitian-nya, satu-persatu dedaunan yang dia anggap tidak berguna dan merusak keindahan dari pohonya-pun segera dia potong dan dia buang secara sembarang.
"Orang-orang di istana ini memiliki kehidupan yang sama seperti pohon hijau-ku, mereka yang tak searah dan tak sejalur benar-benar merusak keindahan yang sebentar lagi akan didapatkan," ujar halus Ibu Suri Agung Zhou kepada laki-laki tua didepannya.
Menyesap dengan elegan secangkir teh yang tersaji didepannya membuat Zhou Wang Xi, sedikit merasakan tenang pada pikirannya.
Mendengar ujaran yang dilontarkan secara jelas oleh meimei nya Zhou Li Mei, Tidak luput membuat Zhou Wang Xi cepat membalaskan perkataanya.
(Meimei = adik perempuan)
"Oh gege bukan-kah apa yang ku-katakan tadi sedikit tidak benar," ucap Ibu Suri Agung Zhou lagi.
(Gege= Kakak Laki-laki)
"Maaf Yang Mulia Ibu Suri hamba tidak mempunyai kata-kata yang pantas untuk membalasnya," balas Zhou Wang Xi yang tidak ingin membalas lebih dalam ujaran memei nya, karena kedatangan-nya kesini adalah untuk membahas masalah lain.
"Sudahla jadi gege hal apa yang akan kau bahas kali ini?" tanya Ibu Suri Agung sambil menggeser pelan pohon hijau mininya.
"Mengenai jamuan apakah Yang Mulia Ibu Suri sudah menemukan biang masalahnya?" tanya Zhou Wang Xi tanpa berbasa-basi lagi.
"Apakah gege sudah menemukan biang-nya?" tanya balik Ibu Suri Agung.
"Maaf Yang Mulia hamba masih berusaha mencari buktinya," jawab sungkan Zhou Wang Xi.
"Tapi apakah Yang Mulia memiliki dugaan orang yang melakukan hal ini?" tanya Zhou Wang Xi lagi.
"Dugaan, tentu saja aku memiliki dugaan. Hidup lama disini membuat aku tau seberapa banyak orang-orang yang tidak se-arah denganku," ucap Ibu Suri Agung sambil mengambil kuas untuk menulis beberapa kata.
"Lalu siapa tersangka dugaan itu Yang Mulia Ibu Suri," ucap penasaran Zhou Wang Xi.
Menyerahkan kertas yang baru saja dirinya tulis, kepada Zhou Wang Xi dan dengan sinis Ibu Suri Agung berkata. "Jika tidak adanya bukti untuk membuktikan kesalahannya, maka biarkan aku yang akan membuatnya."
Zhou Wang Xi, yang melihat rangkaian nama yang dibuat oleh meimei nya tersebut-pun hanya bisa terdiam dan memandang dalam kertas tersebut.
Dalam fikirannya bertanya-tanya, Sejak kapan orang-orang ini.
Tidak Se-arah, lagi?
_____________________
VOTE NYA MANIS🍷
____________________
Follow akun author ya🐇
See You Next Part🚣
KAMU SEDANG MEMBACA
Menjadi Selir [Selesai]
FantasySeorang wanita dari masa depan tidak sengaja memasuki jiwa seorang Selir Agung. pada masa lalu. Diketahui sosok Selir Agung, adalah orang yang sangat jahat karena selalu mencoba mendekati Sang Kaisar, dan mencoba melenyapkan Sang Permaisuri. Tapi sa...
![Menjadi Selir [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/256615616-64-k767436.jpg)