Maaf ya kalau up nya lama :)
Aku cuma anak abg yang kalo apa-apa harus mood dulu :)
Sorry🙌.
_____________
Before Chapter
"Penghianat itu, karena dirinya aku harus menerima hukuman pendisiplinan ini, sialan aku pastikan dia akan mendapatkan hukuman-ku nanti," sinis Hena dalam hatinya.
____________
"Ayo gledah semua barang-barang mereka," perintah Dayang Su kepada empat Dayang dibelakangnya.
"Baik," jawab kompak mereka.
"Oh ya ambil perhiasan saja," ucap Dayang Su, lagi.
"Masukkan semua perhiasan yang kalian temukan kedalam kotak ini."
Beberapa Dayang yang menemukan perhiasan-pun mulai memasukan-nya kedalam kotak yang telah disediakan oleh Dayang Su.
"Apakah sudah selesai?" tanya Dayang Su.
"Sudah Nyonya Kepala," jawab mereka lagi.
"Ini," ucap Dayang Su sambil memberikan satu kantong yang berisi dua puluh koin emas.
"Bagilah secara rata, dan rahasiakan penggledahan kali ini," jelas Dayang Su.
"Dimengerti Nyonya Kepala," jawab mereka senang.
***
"Yang Mulia apa tidak sebaiknya menata rambut anda terlebil dahulu," saran Dayang Su setelah membantu Hena memakai hanfu nya.
"Tidak perlu, ambilkan satu tusuk perak lalu jadikan satu saja rambutku," pinta Hena lagi.
"Baik Yang Mulia."
"Dimana makananku kenapa lama sekali," kesal Hena saat menyadari bahwa Dayang dari dapur istana belum mengantarkan sarapan paginya.
"Mungkin sebentar lagi mereka mengantarkannya Yang Mulia," balas Dayang Su menenangkan.
"Yang Mulia Dayang dari dapur istana membawa makanan anda kemari," teriak salah satu Dayang diluar ruangan Hena.
"Persilahkan mereka masuk," balas Hena tidak sabaran.
Dayang yang dipersilahkan masuk-pun terlebih dahulu memberi hormat kepada Hena, lalu dengan cekatan mulai menata beberapa makanan diatas meja tempat makan Hena.
"Mohon undur diri Yang Mulia," hormat mereka sambil berjalan sedikit kebelakang lalu berbalik keluar dari ruangan Hena.
"Tunggu Yang Mulia," ucap cepat Dayang Su saat melihat Hena akan memakan makanan-nya.
"Apa," balas ketus Hena karena Dayang Su yang memberhentikan acara makan-nya.
"Hamba harus memastikan makanan ini Yang Mulia," kata Dayang Su.
"Cepat cicipi," desak Hena kepada Dayang Su karena sekarang dia benar-benar lapar.
"Bahkan makanan-pun harus dipastikan terbebas dari racun, huh betapa mengerikan istana," decak Hena dalam hatinya.
"Silahkan Yang Mulia, anda bisa makan sekarang," ucap Dayang Su setelah mencicipi semua makanan yang tersedia dan memastikan tidak ada makanan yang akan membuat Hena dalam bahaya.
"Akhinya," ucap antusias Hena sambil mengambil beberapa macam makanan dihadapan-nya.
"Jika dulu aku harus berkerja keras untuk mendapatkan uang, maka sekarang huh hanya duduk dan bersantai koin-koin emas-pun selalu datang setiap bulan kepadaku, perihal makanan dan pakaian juga tidak susah aku mengurusnya, hanya saja bertahan hidup yang susah, memang hidup ini adil selalu ada timbal balik dalam segala hal," ungkap tertahan Hena dalam hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menjadi Selir [Selesai]
FantasySeorang wanita dari masa depan tidak sengaja memasuki jiwa seorang Selir Agung. pada masa lalu. Diketahui sosok Selir Agung, adalah orang yang sangat jahat karena selalu mencoba mendekati Sang Kaisar, dan mencoba melenyapkan Sang Permaisuri. Tapi sa...
![Menjadi Selir [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/256615616-64-k767436.jpg)