Hallo🙌
Jangan lupa follow akun author ya...😆
Selamat membaca:*
_______________
Kediaman Selir Agung Chu...
"Sudah lewat dua hari, tapi kenapa Selirku masih belum sadar seperti yang kau katakan tempo hari, tabib," tuntut Kaisar Bai meminta pencerahan.
"Mohon ampun Yang Mulia, mungkin memang dibutuhkan sedikit tambahan waktu bagi tubuh Selir Agung Chu dalam mengelurkan racunnya," jelas Tabib.
"Apakah begitu?" tanya Kaisar Bai seolah tidak percaya.
"Sebenarnya ada alasan lain yang membuat Selir Agung Chu menjadi seperti ini tapi hamba harus terlebih dahulu memastikannya agar tidak membuat Yang Mulia Kaisar bingung," terang tabib.
"Segera jelaskan kepadaku jika kau sudah benar-benar memastikannya," tanggap Kaisar Bai.
"Baik Yang Mulia."
"Keluarlah tabib, aku akan menemani Selirku disini," pinta Kaisar Bai.
"Baik, Yang Mulia," jawab tabib segera keluar dari ruangan.
"Mei'er, kau berkeringat apakah berbaring semelelahkan ini," canda Kaisar Bai menyeka permukaan dahi Hena yang mengeluarkan keringat.
"Sesuai dengan yang aku katakan kemarin, bahwa orang yang membuatmu mengalami hal menyakitkan ini, akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dariku," ucap Bai Si Yu ingin memulai sebuah percakapan.
"Segeralah sadar agar kau dapat melihat wajah pias mereka untuk terakhir kalinya," ucap Bai Si Yu lagi.
"Yang Mulia," panggil Jendral An kepada Kaisar Bai.
"Katakan," balas Bai Si Yu.
"Semua sudah dipersiapkan, hanya tinggal menunggu persetujuaan terakhir dari anda Yang Mulia," kata Jendaral An.
"Kita bicarakan diruang kerjaku," putus Bai Si Yu.
"Baik Yang Mulia," patuh Jendral An segera pergi menuju ruang Kerja Kaisar Bai.
"Mungkin dalam beberapa hari kedepan aku tidak bisa menjengukmu, tapi setelah semua ini selesai aku akan bersamamu," tutur Bai Si Yu sambil mencium lembut tangan Hena. Lalu segera pergi menyusul Jendral An.
"Selalu berada didekat Selir Agung Chu, dan pastikan semua hal yang dilakukan oleh orang-orang dalam proses penyembuhan Selir Agung selalu terpantau dengan baik oleh kedua matamu, jika ada sedikit saja hal membahayakan terjadi karena kelalaianmu, aku pasti akan memberikanmu hukuman yang berat," peringat Kaisar Bai yang ditunjukkan kepada Dayang Su.
"Ba-baik, Yang Mulia," jawab Dayang Su dengan rasa gemetar.
***
"Apakah ini dekritnya," ucap Kaisar Bai yang kemudian mulai membuka dokumen yang sebelumnya tergulung rapi.
Penurunan tahta Permaisuri Song Ir Ya
"Apakah tidak bisa memberikannya hukuman penggal?" tanya Kaisar Bai dengan nada tidak senang.
"Ini sudah keputusan mutlak dari para Menteri, Yang Mulia," sahut Kasim Jo.
"Bagaimana tanggapan dari para Menteri mengenai hal ini?" tanya Kaisar Bai.
"Awalnya mereka menentang dan tidak terima jika Permaisuri Song mendapatkan tuduhan tidak berdasar tersebut, tapi setelah seorang Dayang tersebut bersaksi dan salah seorang tabib yang menjelaskan perihal racun yang diminum Selir Agung, para menteri pun mau tidak mau harus mengambil keputusan mengenai hukuman yang pantas diterima Permaisuri," jelas Kasim Jo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menjadi Selir [Selesai]
FantasySeorang wanita dari masa depan tidak sengaja memasuki jiwa seorang Selir Agung. pada masa lalu. Diketahui sosok Selir Agung, adalah orang yang sangat jahat karena selalu mencoba mendekati Sang Kaisar, dan mencoba melenyapkan Sang Permaisuri. Tapi sa...
![Menjadi Selir [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/256615616-64-k767436.jpg)