Silahkan vote part sebelumnya... Terimakasih...
"Selir Agung, Permaisuri Song didepan ruangan mengantarkan teh secara pribadi," ujar Dayang Su.
"Ah aku tidak menyangka dirinya sendiri yang akan mengantarkannya," decak Hena.
"Persilahkan dirinya masuk," kata Hena lagi yang kemudian bangkit untuk memberi salam hormat kepada Song Ir Ya.
"Salam Yang Mulia Permaisuri," hormat Hena sedikit menekuk tubuhnya sebentar diikuti dengan Dayang Su yang juga memberi hormat.
"Aku sudah lama berkeinginan untuk memberikan teh lamisia dari negara Ming, untunglah selama menunggu hampir enam bulan dengan perasaan tidak tenang aku berhasil mendapatkan teh ini," kata Permaisuri Song sarat akan sindiran.
"Enam bulan," lirih Hena dengan gestur berusaha mengingat sesuatu hal.
"Ah apakah saat Permaisuri masih menjalani masa hukuman," ujar Hena dengan sedikit terkejut setelah berhasil mengingatnya.
"Kau terlihat baru mengingatnya," sindir Permaisuri Song.
"Padahal Dayang yang mati itu adalah peliharaanmu," lanjut Song Ir Ya sinis.
"Iya dia pantas mendapatkannya, karena penghianat benar-benar tidak bagus untuk dijadikan peliharaan," sahut Hena tak kalas sinisnya. Membuat Song Ir Ya mendatarkan ekspresinya.
"Berani sekali, wanita jalang ini," dalam hati Permaisuri tidak terima.
"Ah maaf Permaisuri, hamba terlalu marah saat mengingat kembali Dayang tersebut sehingga membuat Permaisuri merasa tidak nyaman," pungkas Hena dengan raut wajah bersalah.
"Tidak masalah."
"Setelah ini aku akan pergi kekediaman Putra Mahkota untuk mengantarkan teh miliknya, takutnya
sudah mendingin jadi aku harus bergegas," kata Permaisuri Song yang langsung keluar dari kediaman Hena.
"Yang Mulia, haruskah hamba membuang teh ini?" tanya Dayang Su yang seolah paham.
"Letakkan saja disana," balas Hena sambil berjalan menuju salah rak yanf berisi banyak buku dan mengambil salah satu buku untuk dibaca.
"Baik Yang Mulia."
"Omong-omong bukankah Putra Mahkota akan memberikan sebuah permintaan maaf," celetuk Hena setelah mengingat hal ini.
"Mungkin Putra Mahkota mengetahui Permaisuri akan berkunjung, dan memutuskan untuk menunda kedatangannya kemari, Yang Mulia," tebak Dayang Su.
"Ya aku hanya penasaran hal apa yang akan dibawa, anak itu," jawab Hena mencoba fokus kembali pada hal yang dirinya baca.
***
"Ananda memberi hormat kepada Ibu Permaisuri," ucap Putra Mahkota Bai Huan Su.
"Bangunlah kau terlalu sungkan dengan ibumu," kata Song Ir Ya perhatian.
"Belakangan ini kau terlihat sibuk, aku membawakan teh ini untukmu," ujar Permaisuri sambil menunjuk nampan yang diatasnya berisi satu teko teh seduh dan tiga cangkir.
"Ananda sedikit membantu pekerjaan Ayah Kaisar dan terlalu terlena hingga lupa mengunjungi Ibu Permaisuri, mohon Ibunda memaafkan keterlenaan ananda," ungkap Putra Mahkota.
"Sudahla, melihat dirimu yang terus berkembang dengan baik diriku merasa sangat senang, lanjutkan pekerjaanmu aku akan kembali sekarang," maklum Permaisuri yang kemudian pergi dari kediaman Putra Mahkota.
"Kau terlihat gelisah Kasim Oh," curiga Bai Huan Su melihat gelagat tidak biasa yang ditunjukkan Kasim Oh.
"Putra Mahkota," panggil ragu Kasim Oh setelah meletakkan nampan teh yang diberikan Permaisuri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menjadi Selir [Selesai]
FantasySeorang wanita dari masa depan tidak sengaja memasuki jiwa seorang Selir Agung. pada masa lalu. Diketahui sosok Selir Agung, adalah orang yang sangat jahat karena selalu mencoba mendekati Sang Kaisar, dan mencoba melenyapkan Sang Permaisuri. Tapi sa...
![Menjadi Selir [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/256615616-64-k767436.jpg)