Dah langsung aja. Jan lupa vote😊
Kembali kepada Hena yang tampak santai dan tidak ingin menyahuti ucapan Selir Mo. Difikirannya untuk apa juga meladeni orang yang sebentar lagi mati, lebih baik Hena memikirkan dupa dari mana yang akan dirinya persembahkan untuk kematian Selir Mo.
Setelahnya diruangan tersebutpun hanya terdengar isak tangis Selir Mo. Semua orang hanya diam dan tidak ingin ikut campur.
"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Kaisar Bai sedikit berbasa-basi.
"Jika Ibu Suri masih berada di Istana pastilah akan memberikan keadilan untuk masalah ini," jawab Selir Mo yang diam-diam disetujui oleh semua orang.
"Jadi setelah penjelasan yang aku sampaikan kau masih ingin berkelit, jangan membawa Ibu Suri. Satu-satu penjahat yang harus diadili adalah dirimu Selir Mo," tanggap Hena yang kemudian menatap kearah Kaisar Bai.
"Yang Mulia, tolong segera jatuhkan hukuman kepada Selir Mo atas tuduhan tidak masuk akal ini," pinta Hena yang sudah merasa jenuh.
"Yang Mulia saya sudah membawa saksi disini, jadi saya harap hukuman diberikan kepada Putra Mahkota sebagai pihak yang bersangkutan. Atau apakah Selir Agung Chu ingin menggantikan Putra Mahkota menerima hukuman," ujar Selir Mo dengan mudahnya.
"Inilah kenapa saya meminta izin kepada Yang Mulia untuk menjelaskan permasalahan ini agar bisa kita selesaikan secara kekeluargaan tanpa pihak pendukung manapun," lanjut Selir Mo merasa bijak.
"Inti dari semua hal ini adalah kau ingin aku menggantikan Putra Mahkota dalam menerima hukuman," sahut Hena setelahnya.
"Kau tidak akan membiarkan ini kan, Yang Mulia?" tuntut Hena.
"Tentu saja tidak," sahut cepat Kaisar Bai.
"Selir Mo, apa kau tidak merasa salah paham dengan semua hal yang kau jelaskan mengenai Putra Mahkota yang berkerjasama untuk membunuh Selir Agung Chu?" tanya Kaisar Bai.
"Tidak ada salah paham Yang Mulia, semua yang saya katakan adalah kebenaran," jawab yakin Selir Mo yang membuat Hena merasa geram.
"Aku tau siapa yang benar dan siapa yang salah."
"Selir Mo membuat pernyataan bahwa Putra Mahkota bersalah karena bekerja sama dalam pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mendiang, Permaisuri."
"Kasus ini sudah lama diselesaikan dan bahkan aku sendiri turut serta didalamnya. Apakah kau meragukan keadilanku, Selir Mo?" terang Kaisar Bai merasa tidak senang.
"Bu-bukan begitu Yang Mulia, in–"
"Dan lagi bagaimana bisa kau membawa-bawa Putra Mahkota, jika permasalahan ini diketahui oleh orang lain diluar perjamuan maka akan membuat Putra Mahkota mendapatkan rumor buruk walau tidak berdasar," tukas Kaisar Bai memontong pembelaan Selir Mo.
"Kau harus tahu bahwa aku sangat tidak senang jika ada yang membawa Putraku dalam permasalahan tidak jelas ini. Segeralah minta maaf kepada Putra Mahkota." perintah Kaisar tanpa menanggapi Selir Mo yang saat ini terlihat marah.
"Yang Mulia, tolong jangan menutup mata atas kesalahan Putra Mahkota, bagaimanapun sudah ada saksi disini sebagai bukti kuat jika Putra Mahkota bersalah," ujar Selir Mo penuh tekad.
"Menutup mata ya, lalu bagaimana dengan kasus pembunuhan yang kau lakukan pada salah satu tim penyidik yang menangani kasus Permaisuri sebelumnya? kau meminta untuk aku tidak menutup mata kan. Maka aku tidak akan menutup mata untuk kasus mu ini lagi, Selir Mo!" tegas Kaisar dan memberikan isyarat pada Kasim Jo untuk membawa sesuatu hal yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
"Tidak usah memberikan alasan dan pembelaan. Ini adalah perhiasan yang kau kenakan, perhiasan ini ditemukan ditempat kejadian," ujar Kaisar Bai.
"Saya tidak bisa menerima tuduhan ini, bukti itu tidak kuat," bantah keras Selir Mo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menjadi Selir [Selesai]
FantasySeorang wanita dari masa depan tidak sengaja memasuki jiwa seorang Selir Agung. pada masa lalu. Diketahui sosok Selir Agung, adalah orang yang sangat jahat karena selalu mencoba mendekati Sang Kaisar, dan mencoba melenyapkan Sang Permaisuri. Tapi sa...
![Menjadi Selir [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/256615616-64-k767436.jpg)