07 Proses Introgasi (2)

179K 15.7K 136
                                        

Selamat membaca, sayang👓

___________________

Didalam paviliunnya terlihat Permaisuri Song yang sedang duduk manis di atas perpaduannya.

Padangan Permaisuri Song selalu tertuju pada pintu yang berjarak sepuluh meter darinya. Mengepalkan salah satu tangannya, rasa amarah sangat amat bergejolak dalam, dirinya.

Dalam hatinya dia menggerutu kasar, laki-laki yang sangat amat dihormati oleh semua masyarakat Bailing.

Apakah Bai Si Yu tidak lagi peduli kepadanya, lihat saja apabila lelaki itu tidak menolong-nya maka dia benar-benar harus mengeluarkan satu senjata yang bisa membuat Bai Si Yu memandang segan padanya. Larut dalam pikirannya membuat Song Ir Ya tidak menyadari bahwa diluar paviliunnya sudah ada beberapa prajurit yang akan menjemputnya.

Brakk

Dobrakan kencang yang dilakukan oleh dua orang prajurit membuat Permaisuri Song tersadar dari lamunannya. Setelah sadar akan apa yang terjadi dengan kasar Permaisuri Song berteriak. "Beraninya kalian masuk kedalam paviliun Permaisuri dimana sikap hormat kalian terhadap diriku, hah!"

"Dimana Yang Mulia Kaisar Bukankah aku memberikan perintah agar dirinya menemuiku," ucap Permaisuri Song sambil berdiri dari duduknya.

Memberi salam hormat Jendral An Bing San yang memimpin para prajurit tersebut-pun menjawab. "Yang Mulia, Kaisar memberikan perintah bahwa Yang Mulia Permaisuri bisa bertemu dengan Yang Mulia Kaisar dihalaman terbuka lingsan."

Mendengar jawaban Jendral An, secara langsung benar-benar membuat kedua kaki Permaisuri Song seakan kehilangan tenaganya dan dengan lemah jatuh terduduk diatas lantai paviliunnya.

Apakah hidupnya berakhir sekarang?

"Yang Mulia mohon ikuti kami menuju halaman lingsan," mohon Jendral An Bing San.

"Ti-tidak aku tidak bersalah," cicit Permaisuri Song takut.

"Yang Mulia anda harus datang kesana Prajurit bawa Permaisuri Song," perintah Jendral An Bing San.

"Baik," jawab dua orang prajurit lalu dengan sigap memegang kedua tangan Permaisuri Song.

Perlakuan tidak mengenakan ini membuat Permaisuri Song menjerit kesal. "Kalian orang-orang rendah lepaskan aku, aku tidak bersalah dimana rasa hormat kalian terhadap diriku hah!"

"Maaf Yang Mulia kami terpaksa melakukan hal ini karena Yang Mulia tidak mau mengikuti kami," jawab Jendral An Bing San.

Sebelum Permaisuri Song diseret paksa keluar dari paviliunnya terdengar salah satu kasim yang menyerukan kedatangan.

Ibu Suri Agung, memasuki ruangan

Melihat kearah Ibu Suri Agung Zhou, yang baru memasuki ruangan dengan sigap semua orang memberi hormat. "Salam Yang Mulia Ibu Suri," kompak mereka bersamaan.

"Berdirilah," perintah Ibu Suri Agung.

Setelah memberi salam hormat kepada Ibu Suri Agung, dengan sigap kedua prajurit membawa paksa Permaisuri Song tapi sebelum hal ini mereka lakukan Ibu Suri Agung-pun berkata. "Berhenti, jangan bawa Permaisuri Song."

"Maaf Yang Mulia kami harus membawa Permaisuri Song sekarang," bantah Jendral An Bing San.

"Ah, An Bing San maksudku biarkan para Dayang dari aula horaon yang membawanya menurutku sangat tidak enak dipandang bila Ibu Negara Bailing diseret paksa oleh prajurit seperti mereka," saran Ibu Suri Agung Zhou.

Permaisuri Song yang mendengar hal ini-pun hanya bisa terdiam dan menatap Ibu Suri dengan pandangan tidak percaya.

Bukannkah wanita tua ini sangat mendukung dirinya?

"Yang Mulia ka-kau... kau, ampun Yang Mulia bukan aku pelakunya, beberapa orang pastilah mereka yang membuat kesalapahaman ini," terang Permaisuri Song sambil duduk memohon kepada Ibu Suri Agung Zhou.

"Dayang, cepat bawa Permaisuri Song," perintah Ibu Suri Agung
tanpa membalas perkataan Permaisuri Song.

"Baik Yang Mulia," jawab mereka.

Dan dengan cekatan dua orang dayang langsung memegang kuat kedua tangan Permaisuri Song, lalu menyeretnya kasar karena Permaisuri Song yang berusaha memberontak.

Saat sampai dihalaman terbuka lingsan, Permaisuri Song yang masih diseret paksa oleh dua dayang dari aula horaon-pun terus memberontak dan mengatakan dirinya tidak bersalah.

Brukk

Dengan kasar tubuh Permaisuri Song dihempaskan diatas lantai yang beralaskan sebuah tikar jerami.

Melihat sekitarnya Permaisuri Song merasa malu, lihatlah orang-orang ini satupun tidak ada yang menghormatinya.

Melirik kearah salah satu lelaki tua yang menatap tajam dirinya. Song Ir Ya paham pastilah Ayah-nya sangat amat marah sekarang.

Tapi dengan tatapan memohonnya dia berikan kepada sang Ayah, bukankah dirinya masih seorang anak dari Song Tao Go salah satu Menteri yang disegani oleh rakyat-rakyat Bailing.

Melihat tatapan memohon yang dilayangkan oleh putrinya membuat hati Song Tao Go merasakan sedikit rasa sesak. Walaupun dia sempat marah karena kelakuan anaknya tetap saja Song Ir Ya adalah satu-satunya anak yang dia miliki terlepas meninggal-nya satu anaknya yang lain.

Song Tao Go yakin putrinya tidak bersalah, beberapa bukti yang mengarah pada anaknya sudah berhasil dia singkirkan.

Song Tao Go-pun, juga yakin bahwa ini adalah perbuatan seseorang yang ingin menggulingkan Putrinya dari tahta Permaisuri.

Karena semua orang sudah berkumpul dengan lirikan matanya Bai Si Yu memberikan kode kepada kasim pribadinya, untuk memulai proses introgasi.

Buk buk buk
Buk buk buk

Dipukulnya enam kali gong, menandakan bahwa mulainya proses introgasi.

Menteri Kehakiman, Yuan Yi Ming-pun melangkah sedikit kedepan dan memberi hormat kepada Kaisar Bai.

"Yuan Yi Ming, memberi salam kepada Kaisar Semoga Kaisar hidup seribu tahun."

"Berdirilah," jawab Kaisar.

"Yang Mulia, berdasarkan introgasi yang kami lakukan kepada tersangka dalam kasus ini tidak adanya bukti yang kami temukan."

Mendengar perkataan Menteri Kehakiman membuat suasana yang awalnya tenang menjadi sedikit ricuh.

"Bagaimana bisa kau mengatakan hal ini, ingat Menteri Yuan ini menyangkut kehormatan Ibu Suri Agung," balas Bai Si Yu tidak senang.

"Ampun Yang Mulia kenyataan-nya memang tidak ada satupun bukti yang kami temukan."

Mendengar hal ini segera saja Bai Si Yu bangkit dari tahtanya dan berjalan keluar dari halaman terbuka lingsan.

Tapi sebelum hal itu dirinya lakukan, dengan dingin Kaisar Bai berucap." Penggal semua pemain akrobat itu dan hukum 100 kali cambukan untuk Permaisuri Song."

Ibu Suri Agung Zhou yang mendengar hal ini hanya bisa mengepalkan tangan-nya marah.

"Bagaimana bisa semua bukti yang aku buat hilang begitu saja," kesalnya dalam hati.

Sedangkan ketiga Selir yang juga mendengar hal ini-pun diam-diam mengutuk kasar Permaisuri Song. Bagaimana bisa wanita busuk itu selamat dari kematiannya.

Selir Agung Chu atau yang sekarang raganyanya berisi jiwa Hena yang juga mendengar hal ini-pun hanya menatap datar Permaisuri Song dirinya tidak peduli apapun yang terjadi, kecuali menyangkut hidupnya.

Tapi Hena sadar, pasti ada seseorang yang menghilangkan bukti tersebut agar Song Ir Ya tidak digulingkan dari tahtanya.

Dan Hena harus mencari tahu orang tersebut karena dirinya juga butuh orang seperti itu.

__________________

Yahh Permaisuri Song, ga jadi dapat hukuman mati😂

Hayuk Vote Nya Sayang💃

Follow akun author ya😚

Menjadi Selir [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang