03 Hanfu

224K 18K 352
                                        


"Yang Mulia Selir Agung, seseorang dari rumah penjahit baju istana ingin bertemu dengan anda mereka membawa beberapa hanfu pilihan yang akan anda pakai untuk perjamuan nanti malam," ujar Dayang Su.

Menghela napas pelan dengan malas Hena menjawab. "Persilahkan mereka masuk."

Menatap tiga baju dihadapannya dengan cepat Hena memilih satu hanfu berwarna putih sederhana.

Melihat hanfu yang di pilih Hena lima dayang yang berasal dari rumah jahit pun mengerutkan kening bingung, pasalnya baru kali ini Selir Agung Chu memilih hanfu putih sederhana. Biasanya dia akan memilih hanfu merah yang penuh dengan keglamoran yang menunjukkan bahwa dia benar-benar sangat agung.

"Dayang Su simpan hanfu itu cepat suruh mereka pergi," perintah Hena malas.

"Baik Yang Mulia Selir Agung." jawabnya sopan.

Dayang Su segera mengarahkan orang-orang dari rumah jahit istana untuk pergi dari paviliun sesuai yang di perintahkan oleh junjungannya.

***

Memberhentikan langkahnya Permaisuri Song Ir Ya merasa sedikit binggung, sedari tadi sepenjang dia berjalan banyak sekali dayang-dayang yang sedang berbisik-bisik, seperti menggosipkan seseorang.

Seseorang yang sedang digosipkan ini pastilah salah-seorang yang mempunyai kekuasaan tinggi dikekaisaran ini, jika tidak mana munggkin para dayang-dayang ini begitu tinggi rasa ingin tahunya terhadap seseorang tersebut.

Saat sampai di paviliunnya, Permaisuri Song Ir Ya menyuruh dua dayangnya untuk masuk ke dalam ruangganya.

"Dayang In, gosip apa yang sangat hangat dibicarakan di antara para dayang-dayang itu," ujar Permaisuri Song Ir Ya penasaran.

"Em a-nu, itu."

"Bicara yang benar Dayang In," tegur Permaisuri datar.

"Maafkan hamba Yang Mulia Permaisuri," balas Dayang In takut.

"Jadi gosip apa yang tengah beredar di istana ini," tanya Permaisuri, lagi.

"Dikabarkan dari rumah jahit istana Selir Agung Chu memilih hanfu sederhana untuk jamuan nanti, Yang Mulia."

Dalam hati Permaisuri berdecak kesal hanya karena wanita itu memilih hanfu sederhana semua orang terkejut dan saling membagikan informasi, benar-benar selalu membuat keadaan ramai.

"Oh benarkah pasti dia akan terlihat lebih menawan lagi ya seperti biasa," imbuh Permaisuri lagi tentu beda dihati berbeda lagi dimulut.

Diam-diam para Dayang-Dayang Permaisuri selalu mengapresiasi wanita tersebut, karena hatinya yang lembut dan bersikap sopan serta berprilaku baik untuk para Selir kerajaan, kecuali Dayang In tentu saja Dayang ini tidak akan mengapresiasi Permaisuri karena nyatanya dia sama saja sama sama wanita yang yang haus kekuasaan dan pujian.

"Bukankah Selir Agung Chu masih sakit akibat terjatuh dari tangga?" tanya Permaisuri pelan.

"Menjawab Yang Mulia sudah lewat satu minggu Yang Mulia Selir Agung bangkit dari sakitnya," kata Dayang In.

"Apakah aku harus mengunjunginya benar-benar merepotkan," desis Permaisuri Song.

"Maaf Yang Mulia sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di harem anda tentu harus mengunjungi Selir Agung Chu agar tidak timbulnya gosip yang tidak dinginkan," nasehat Dayang In.

"Hm kirimkan saja tonik penyegar tubuh untuknya," ujar Permaisuri.

"Baik, Yang Mulia."

"Dan Ya setelah jamuan nanti kita akan mengunjunginya," lanjutnya Lagi.

***

"Putri."

"Tuan, Putri."

Dayang Ru, yang merasa bingung bagaimana cara menyadarkan Tuan Putri, dari acara melamunya-pun berbalik menghadap para Dayang dibelakangnya membuat gestur seolah bertanya bagaimana menyadarkan Tuan Putri, para Dayang yang juga merasa bingung, hanya bisa menggelengkan kepala pelan.

"Tuan Putri," panggil Dayang Ru lagi.

Masih tidak ada jawaban dengan pelan Dayang Ru mulai melangkah mendekati sang Putri dan, hap.

"Aaa," teriak tertahan sang Putri.

"Dayang Ru," decak sang Putri kesal.

"Ma-maaf, Tuan Putri sedari tadi hamba memanggil anda tapi anda tidak menanggapi saya," cicit Dayang Ru takut.

Menormalkan kembali suaranya dengan pelan dia bertanya. "Ada kabar apa lagi?"

"Itu em Yang Mulia Selir Agung sudah kembali sehat dari satu minggu yang lalu, Putri," lapor Dayang Ru.

"Syukurlah," kata Putri Bai Qian lega.

"Apakah Putri tidak ingin mengunjungi Yang Mulia Selir Agung," tanya Dayang Ru.

"Aku sangat ingin kesana tapi Dayang Ru kau tau sendirikan bagaimana hubungan-ku dengan Ibu Selir akhir-akhir ini," ujar Putri Bai Qian lesu.

"Maaf Putri bagaimana-pun Yang Mulia Selir Agung tetapla Ibu anda jadi tentu saja Putri harus berbakti kepadanya," nasehat Dayang Ru.

____________________
💅👄💅

OKE VOTE🐂

Menjadi Selir [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang