Suasana kantin SMA Bunga Bangsa begitu ramai. Banyak anak-anak yang mengantri sampai berdesak-desakan untuk memesan makanan.
Sebenarnya, SMA Bunga Bangsa memiliki 2 kantin. Kantin utama terletak di lantai 3 kelas 12, sementara kantin dua terletak di lantai 2 kelas 11.
Tetapi, mayoritas anak-anak kelas 10 dan 11 lebih memilih mengunjungi kantin dua, selain karena jumlah menu makanannya yang lebih banyak, mereka juga enggan jika harus naik turun tangga ke lantai 3, capek katanya.
Terlihat di meja nomor lima, ketiga sahabat sedang berbincang-bincang menunggu pesanannya datang, yaitu Arsya, Avika, dan Azulla atau yang lain biasa memanggil mereka dengan sebutan 'Triple A'.
"Anjir lama banget makanannya, cacing gue udah demo ini kruyuk-kruyuk mulu perasaan perut gue," keluh Arsya, tangannya dengan lincah memainkan game cacing di ponsel miliknya.
"Cacing lu udah gede banget itu Sya, kapan mati nya tuh cacing?" sahut Azulla, ia melihat betapa lincahnya tangan Arsya dalam memainkan game cacing di ponselnya.
"Lu duluan yang mati," sewot Arsya.
"Tuh kan ah, lu sih ngajak gue ngobrol. Padahal udah gede banget anjir," ucap Arsya. Bibirnya ia majukan pertanda bahwasannya gadis itu sedang Kesal. Ia langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku baju.
"Eh btw, kalian tau Kayla anak kelas 11 Bahasa 2 gak?" tanya Arsya.
"Oh yang kaya tante-tante? Kenapa emang Sya?" tanya Azulla penasaran.
"Gue denger-denger sih dia lagi deket sama si Kudaniel, kira-kira bener gak ya?" ucap Arsya.
Azulla menghembuskan nafas kasar. "Hello Syaa, lu kaya gak tau Daniel aja. Dia kan cewek nya dimana-mana, di pinggir jalan ada, di hotel ada, di jembatan ada, di tikungan ada, di sirkuit pun ada hahaha,"
"Kenapa lu Sya? Demen ya lu sama Daniel?" ucap Avika, jari telunjuknya menusuk-nusuk pelan pipi Arsya yang ada di sampingnya.
"Dih ogah, mending gue nunggu Alanka aja. Gue heran aja ya, si Kudaniel kok demen sama cewek yang tampilannya kaya tante-tante sosialita? Pake bedaknya sekilo, bibirnya udah kaya cabe merah yang baru di petik, mana seragamnya sengaja di ketatin, kekurangan bahan banget," ucap Arsya heboh.
"Mulut lu Sya, kalau julidin orang emang paling top markotop," timbal Azulla, kedua jempolnya ia acungkan ke depan wajah Arsya.
Dari arah belakang tempat meja Triple A, terlihat Argen dan para prajuritnya hendak menghampiri mereka bertiga.
"Woi! Kita join ya," ucap Titan. Belum juga diizinkan, ia sudah mendaratkan pantatnya di samping Azulla, begitupun dengan kedua temannya. Daniel yang berhadapan dengan Raynald, sedangkan Argen berhadapan dengan Arsya.
"Belum diizinin udah langsung duduk aja," sinis Arsya.
Mbak Ayu, selaku mbak kantin membawakan pesanan makanan dan minuman.
"Nih pesanannya ya, mbak permisi dulu," pamit Mbak Ayu setelah ia meletakkan pesanan ke meja dan bergegas untuk kembali ke kantinya karena masih banyak pembeli yang sedang mengantri.
Empat porsi nasi goreng, dan tiga gelas es teh manis tersaji di atas meja mereka. Triple A pun langsung mengambil makanannya masing-masing.
"Kaliankan bertiga, kok nasgornya empat? Boleh dong buat gue satu hehe," ucap Reynald, tangannya langsung mengambil satu porsi nasgor di depannya.
Dengan cepat, Arsya langsung memukul tangan Reynald dan merebut satu porsi nasgornya itu.
"Enak aja lu, gue yang beli lu yang makan, gak modal banget, minta noh sama bos lu," ucap Arsya, ia mensejajarkan dua porsi nasgornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Childhood
Fiksi RemajaLOVE IN CHILDHOOD || A SHORT STORY BY IBABAAY "Ketika separuh kenangan, kembali bersama pemilik hatinya." ***** Setitik kisah persahabatan masa kecil yang dipadukan dengan perasaan cinta antara Arsyakayla Alexander dan Alanka Alkana Lavoisier. Perpi...
