Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIB, Bian kini sudah berada di rumah Andre bersama Cahyo dan Devan, rumah Andre memang selalu jadi tempat mereka berkumpul bahkan sebelum Bian pindah ke Jakarta, ya karena menurut mereka rumah Andre bisa mereka anggap rumah mereka sediri.
Cahyo dan Devan yang sudah sibuk dengan PS mereka tidak peduli dengan Bian dan Andre.
Andre yang sudah sibuk dengan ponselnya , entahlah semenjak pacaran dengan Airin Andre jadi bucin, buktinya sekarang dia sedang sibuk merayu Airin supaya tidak ngambek lagi.
Bian yang menyaksikan kejadian tersebut merasa geli melihat sahabatnya bisa seperti itu, biasanya juga dia yang buat cewek-cewek ngemis, eh sekarang malah kebalikan nya.
"Udah lah jangan ganggu aku dulu!! aku tuh lagi ngambek sama kamu."
"Jangan gitu dong by, aku minta maaf ya tapi kamu jangan ngambek lagi." Andre masih terus membujuk Airin, dan tanpa dia sadari ketiga sahabatnya sedang menyaksikan kejadian langkah tersebut, melihat Andre merengek pada cewek.
"Mangkanya jangan pacaran, ributkan bentar lagi galau deh," ujar Devan.
"Mending jomblo kayak kita," sambung Cahyo tidak mau kalah.
Bugh...
Andre melempar Cahyo dan Devan dengan bantal, "Harus banget ya ikut nimbrung," ujar Andre.
"Habisnya lo dari tadi gue denger ribet amat ketimbang minta maaf dan maafin aja banyak banget dramanya," sahut Cahyo.
"Bener banget kan gue jadi nggak fokus main nya," celetuk Devan.
"Lo berdua mau gue usir sekarang, atau tutup mulut kalian!" ancam Andre.
"Eh iya-iya yang sekarang udah bucin yang jomblo mah diem aja." Cahyo terkekeh.
Bian hanya geleng kepala melihat ketiga sahabatnya yang sedang adu mulut, Andre beranjak dan pindah ke rooftop kamarnya agar acara minta maafnya tidak di ganggu Cahyo dan Devan.
"Temen lo tuh udah jadi bucin tingkat nasional." Devan melirik Bian yang berbaring di sofa.
"Temen lo juga bego." Bugh... tiba-tiba botol minuman kosong mendarat dengan tepat di kepala Devan.
"Timpuk aja terus, sekali lagi kalau bisa timpuk pake duit." Devan memegangi kepalanya.
Bian sengaja mengabaikan nya, lalu kembali fokus ke ponselnya lagi, membuka room chat dan mengirim pesan pada Anya.
"Besok gue jemput lo."
Cukup lama menunggu balasan Anya sampai akhirnya Bian terlelap di sofa milik Andre.
"Woy bangun malah tidur," teriak Cahyo yang berhasil membuat Bian langsung terlonjak dari sofa.
"Sialan lo gue kaget bego." Bian mengusap wajahnya kasar.
"Siapa suruh lo tidur, lagian ini udah jam 11 emang lo nggak mau pulang, atau lo mau tidur berdua sama Andre." Devan tersenyum dengan seringai jahilnya.
"Lo mau gue timpuk lagi." Andre berdiri bukan mengambil bantal tapi mengambil kursi.
"Galak amat pak abis di ambekin pacarnya." Cahyo tertawa puas dan langsung meraih kunci motornya.
"Udah ribut mulu, pulang-pulang." Bian langsung beranjak dari sofa mengambil kunci motornya dan meninggalkan ketiga temannya.
"Eh tunggu nyet." Cahyo dan Devan langsung mengekor di belakang Bian.
"Bye temen bucin semoga besok bucinnya udah ilang ya." Devan melambaikan tangan dan tersenyum dengan seringai jahilnya.
"Lo mau gue bikin nggak bisa ngeliat matahari lagi besok!" teriak Andre, Cahyo Devan dan Bian tertawa puas karena sudah membuat Andre kesal setengah mampus.
"Teman nggak ada otak semua emang."
Mendengar teriakan Andre yang mulai samar, Bian bersyukur karena setelah pindah dia bisa mempunyai teman seperti Cahyo dan Devan, sedangkan Andre, Bian sudah lama mengenalnya dan bersabahat.
**
Bian sudah memarkirkan motornya di garasi dan langsung masuk menuju kamarnya, rumahnya sudah sepi mama dan papanya jelas sudah tidur.
Bian langsung berbaring di atas kasur empuknya dan merogoh kantong celananya mengambil ponsel, dia lupa mengecek balasan chat dari Anya, ternyata tidak ada satu balasan apapun dari Anya.
"Mungkin dia udah tidur, besok gue langsung jemput aja." Bian langsung meletakkan ponselnya di atas nakas menatap langit langit kamarnya dan tersenyum membayangkan betapa beruntungnya ia bisa mengenal Anya.
"Good night Anya ku." Bian memejamkan matanya berharap Anya masuk ke dalam mimpinya.
Sorry kalau part nya pendek dan gaje.
Jangan lupa vote dan komen ya ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Bian Dan Anya
Roman pour AdolescentsAnya atasya kusuma gadis yang memiliki paras cantik tersebut menjadikan nya idola di kalangan laki-laki SMA Harapan, ia juga sudah banyak mematahkan hati laki-laki karena bersikap jutek dan dingin. Anya sengaja menutup hatinya rapat-rapat dan tidak...
