✨16✨

115 92 218
                                        

Devan kini sudah sangat bosan dengan pelajaran sejarah yang membuatnya mengantuk, berbeda dengan Cahyo dia sudah tertidur pulas, tanpa memperdulikan apapun.

“Woy nyet bangun." Devan mengguncang tubuh Cahyo.

“Eh nyet bangun, rooftop yuk bosen nih." Kali ini Devan mengguncang kan tubuh Cahyo lebih
kencang lagi.

Sampai akhirnya Cahyo sedikit terlonjak kaget dan berdiri dari kursinya.

“Cahyo kamu ngapain berdiri, mau maju ke depan buat ngejelasin materi," tegur pak Juned.

“Eh anu… nggak pak saya mau izin ke toilet." Cahyo menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal dan langsung melirik tajam kearah Devan.

“Ya udah buruan sana," ujar pak Juned.

“Eh pak saya juga mau izin ke toilet," sambung Devan.

“Ngapain kalian berduaan di toilet." pak Juned memicingkan matanya.

“Panggilan alam pak." Devan memegangi perutnya sambil memasang wajah memelas.

“Ya udah sana, awas aja kalau kalian berdua kabur dari pelajaran saya, nilai kalian langsung merah!" ancam pak Juned.

“Siap pak." Jawab mereka berdua serentak lalu beranjak meninggalkan kelas.

***

“Monyet lo ngag dietin gue kayak gitu." Cahyo mengumpat atas perbuatan Devan barusan.

“Abis lo tidur aja, gue bosen di kelas." Devan terkekeh.

“Yuk rooftop aja masih lama pulang," ajak Devan dan di sambut anggukan oleh Cahyo.

Devan dan Cahyo kini sudah berada di rooftop, sedikit menenangkan memang berada di rooftop melihat kendaraan berlalu lalang lewat.

“Eh nanti kita jadi kan ke rumah sakit?" tanya Cahyo membuka pembicaraan.

“Iyalah temen kita yang sakit masak kita ke klub,"    jawab Devan seenaknya.

“Gara-gara Andre nih ngasih tau kita telat, kalo nggak kita udah bolos sekarang, nggak terjebak di sekolah, apalagi cuma sama lo," gerutu Cahyo.

“Maksud lo apa terjebak sama gue, lo kira gue mau berdua sama lo," Kesal Devan.

“Serius amat lo, lagi PMS." Cahyo terkekeh.

“Mau gue lempar lo dari atas rooftop kebawah, buruan telepon Bian tanya dia di rawat di kamar nomor berapa, biar nanti nggak nyasar," pinta Devan.

Cahyo mengeluarkan ponsel dari saku celananya mencari nama Bian dan langsung menelpon nya,
tapi sia-sia hanya terdengar suara perempuan yang menjawab.

"Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif."

“Eh nyet nggak aktif nomornya."

“Yaudah telepon Andre aja kan dia lagi sama Bian," pinta Devan.

TUT... TUT...

Hallo nyet, kenapa?" terdengar suara Andre di seberang sana.

“Gue sama Devan mau ke rumah sakit pulang nanti, tapi kita nggak tahu kamarnya nomor berapa, lo masih dirumah sakit kan sama Bian, gue telpon nomornya nggak aktif tuh."

Ruangan mawar nomor 3B, gue udah nggak dirumah sakit, tapi Bian udah di jagain sama Anya, nanti gue kesana lagi pas jemput dia pulang, jelas Andre.

“Sial pantes aja nomornya nggak aktif, lagi sama Anya ternyata, yaudah makasih nyet."Cahyo langsung menutup sambungan telepon nya.

“Kenapa Bian?" Devan mengernyit menaikan sebelah alisnya.

Bian Dan Anya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang