✨14✨

148 90 226
                                        

Bian kini sedang berbaring di brankar rumah sakit, di temani dengan seorang gadis yang tidak ia kenal, gadis yang mengantarnya ke rumah sakit, karena harus bertanggung jawab telah menabrak Bian.

"Sorry ya gue benar-benar nggak sengaja nabrak lo, gara-gara gue lo sekarang jadi ada di rumah sakit." Gadis tersebut memberanikan diri untuk berbicara dengan Bian.

"Santai bukan salah lo kok, gue juga lagi buru-buru jadi nggak merhatiin jalan," Sahut Bian.

"Oh iya nama gua Clarisa Putri." Clarisa kini sudah mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh Bian.

"Bian," Jawabnya singkat dan langsung melepas jabat tangan mereka.

"Masalah biaya semua udah gue lunasin, kata dokter juga lo udah boleh pulang sore ini," ujar Clarisa.

"Makasih karena lo mau tanggung jawab, kalau lo mau pulang nggak papa kok lagian udah ada temen gue kan." Secara tidak langsung Bian ingin Clarisa segera pergi dan membiarkan dia sendirian.

"Iya tapi temen lo lagi ke kantin rumah sakit, katanya dia nitip lo bentar sama gue, lagian gue juga nggak lagi buru-buru kok," jelas Clarisa.

Bian hanya mengangguk pelan karena kepalanya masih terasa pusing, dan tidak enak jika mengusirnya terang-terangan.

****

Anya dan Airin kini sudah berada di parkiran rumah sakit, Airin berhasil meyakinkan guru piket kalau Anya benar-benar sakit dan harus pergi ke rumah sakit, mereka berdua berjalan menuju kamar dimana tempat Bian di rawat, Andre sempat mengirim pesan letak kamar Bian sebelum Andre susah di hubungi.

"Ayo Rin buruan jalannya, gue takut terjadi apa-apa sama Bian." Anya kini sudah berjalan cukup jauh dan meninggalkan Airin yang masih berjalan santai.

"Eh tunggu itu kayak nya Andre," batin Airin.

"Anya! itu Andre di seberang koridor." Airin sedikit berteriak.

Anya yang mendengar samar teriakan Airin mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Andre, benar saja Anya sudah menemukan Andre yang berjalan di koridor rumah sakit.

Anya langsung berjalan cepat untuk menghampiri Andre tanpa memperdulikan Airin yang kini sangat jauh darinya.

"ANDRE!!!"

Andre yang merasa namanya di panggil langsung mencari keberadaan sumber suara dan melihat Anya yang sedang berlarian kecil kearahnya, Andre terkejut melihat keberadaan Anya di rumah sakit sekarang.

"Kok lo bisa ada disini bukannya sekarang jam sekolah masih berlangsung?" Tanya Andre yang masih tidak mengerti tujuan Anya ada di sini.

"Udah nggak penting, keadaan Bian sekarang gimana? buruan anterin gue ketemu dia sekarang," paksa Anya.

"Panik banget bu, pacarnya ya." Andre tersenyum dengan seringai jailnya.

Belum sempat Anya menjawab, terlihat Airin yang berlari kecil menghampiri Anya dan Andre.

"Eh ada kamu juga by, capek banget kayak abis lari maraton aja," goda Andre.

"Ih gara-gara Anya nih seenaknya aja ninggalin kan aku nya capek lari-lari," jawab Airin dengan napas yang tidak teratur karena lelah berlari.

Andre mengacak pelan puncak kepala Airin, "Kasian banget sih sampai keringetan gitu."

"Nggak bisa nanti aja ya pacarannya." Anya berjalan meninggalkan Andre dan Airin, "Awas aja nanti pas putus nangis-nangis," gerutu Anya.

"Sirik aja terus kalo jomblo emang gitu," jawab Airin yang juga tidak mau kalah.

Anya masih berjalan menyusuri koridor rumah sakit, Matanya tetap mencari ruangan mawar tempat Bian di rawat, ia benar-benar tidak sabar untuk melihat kondisi Bian sekarang sampai akhirnya ia berdiri tepat di depan pintu dimana ada Bian di dalam sana, langkahnya sedikit ragu untuk masuk kedalam tapi dia juga sangat penasaran dengan kondisi Bian, akhirnya Anya memutuskan untuk masuk duluan tanpa menunggu Andre dan Airin yang masih
berjalan cukup jauh.

Bian Dan Anya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang