✨29✨

26 8 1
                                        

Bian sudah sampai di apartemennya, di dalam sudah ada Andre, Devan, dan Cahyo yang sudah sampai dari tadi, karena Andre tau pin apartemen Bian jadi mereka bisa masuk seenaknya.

"Udah nyampe aja lo pada, cepet amat." Bian membaringkan tubuhnya di sofa.

"Lo yang lama nyet, bukan kita yang cepet," sahut Andre.

"Iya, lama banget lo, kemana aja?" tanya Devan.

"Kemana lagi kalo bukan ngebucin kan udah satu server sama Andre, bucin tingkat dewa." Cahyo terkekeh.

"Dari pada lo jomblo bego." Devan melempar kulit kacang kearah Cahyo.

"Sadar diri monyet lo juga sama, jomblo akut," sahut Cahyo tidak mau kalah.

"Hmm iya juga ya kan kita berdua jomblo akut, padahal kita ganteng tapi kenapa cewek-cewek nggak mau ya."

"Cewek-cewek juga punya mata kali, tau mana yang ganteng sama enggak," sahut Andre.

"Tapi bodo amat lah persetan sama cinta," jawab Cahyo santai dan kembali sibuk pada ponselnya.

Bian memejamkan matanya mendengarkan teman-temannya sibuk dengan pembahasan yang tidak jelas.

Tiba-tiba ponselnya berdering Bian membuka matanya melihat siapa yang menelpon.

"Nomor yang nggak dikenal, nggak penting," batin Bian, lalu meletakan kembali ponselnya di atas meja dan kembali memejamkan matanya, ponselnya lagi-lagi berbunyi tapi kali ini sengaja Bian abaikan.

"Woy hp lo berisik njir, angkat nyet." Devan yang merasa terganggu karena dari tadi ponsel Bian  berisik.

"Nggak penting, nomornya gue nggak kenal," jawab Bian santai.

"Oh nomor yang nggak dikenal." Devan mengambil ponsel Bian dan langsung mengangkat telpon tersebut, "Halo Nya kenapa, katanya Bian nggak mau angkat telpon lo nomornya nggak kenal," teriak Devan agar Bian mendengar jelas.

Bian yang mendengar nama Anya langsung  terlonjak dan merebut ponselnya dari tangan Devan.

"Halo Nya, kenapa?"

"Eh nggak kok, lo udah nyampe?"

"Udah nyampe kok, ciye khawatir," goda Bian.

"Jangan kepedean, kan lo tadi bilang kalo udah nyampe mau ngabarin."

"Ciye nungguin kabar dari cowok ganteng."

"Tau ah, bye!"

TUT... TUT...

Anya memutus sambungan telponnya, sementara Bian sekarang sedang senyum-senyum tidak jelas, ketiga sahabatnya saling melemparkan tatapan tidak mengerti kenapa tiba-tiba Bian seperti orang gila.

"Kenapa lo? udah gila senyum-senyum sendiri," tanya Andre penasaran.

"Anya woy Anya," jawab Bian bersemangat.

"Kenapa?" jawab ketiganya kompak.

"Dia nungguin kabar gue, dia nanyain gue udah nyampe belum gimana gue nggak seneng coba."

"Nggak peduli gue," sahut Devan.

"Sama, gue apalagi," sambung Cahyo, sedangkan Andre hanya tersenyum melihat sahabatnya bahagia.

"Dasar temen kampret lo berdua." Bian mendengus kesal.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi tanpa melihat siapa yang menelpon Bian langsung mengangkatnya saja.

"Halo Nya, kenapa masih kangen."

"Gue Clarisa bukan Anya, giliran Anya aja di angkat telponnya giliran gue dari tadi nelpon nggak di angkat," keluh cewek tersebut.

Bian Dan Anya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang