✨34✨

23 5 0
                                        

Ting... Tong...

Terdengar suara bel sangat nyaring di dalam rumah yang tak berpenghuni tersebut. Anya segera turun dari lantai atas untuk membukakan pintu.

"Wah, akhirnya dateng juga," sapa Anya sambil tersenyum ramah.

"Hehe makasih ya kak udah ngajak gue ke rumah kakak," ujar Alexa.

Alexa datang karena Anya memintanya untuk menginap di rumahnya, tidak hanya Alexa sudah pasti ada Airin. Mereka berdua sepakat mengajak Alexa karen dia anaknya rame dan yang paling penting Anya dan Airin merasa nyambung jika mengobrol dengan Alexa.

"Makasih ya Dev, udah nganterin Alexa, lo udah boleh pulang kok," ujar Anya.

"Kok gue ngerasa jadi abang-abang ojek ya, langsung di usir nggak di tawarin masuk dulu."

"Duh gue nggak pinter basa-basi, ya udah masuk dulu, waktu lo cuma 5 detik, 1, 2, 5, waktu lo habis silakan pulang."

"Belum juga gerak Nya, udahlah pulang gue, jagain pacar gue!"

Alexa terkekeh melihat Anya mempermainkan Devan seperti itu, orang yang tidak mengenal Anya akan mengira dia dingin, cuek dan nggak asik padahal kebalikannya.

"Bye kak, hati-hati pulangnya." Alexa melambaikan tangannya sambil tersenyum manis ke arah Devan.

Benar saja hal tersebut langsung membuat Devan salah tingkah karena senyum Alexa begitu manis.

"Bye sayang, jangan deket-deket sama Anya nanti ketularan galaknya." Devan beranjak pergi menuju motornya, ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan Anya dan Alexa yang masih berdiri di ambang pintu.

"Yuk masuk, nanti di culik hantu lagi." Anya terkekeh.

Selangkah Alexa masuk ke dalam rumah anya ia benar-benar di buat kagum dengan kemewahan rumah tersebut.

"Kok diem, yuk ke kamar gue," ajak Anya.

"Wah kak rumah kakak bagus banget, gue sampai nggak bisa berkata-kata."

"Rumah bokap gue bukan rumah gue."

"Mama sama papa kakak lagi nggak di rumah?" Tanya Alexa penasaran karena rumah besar ini benar-benar sepi seperti tidak ada yang menempatinya.

"Ayah gue ke luar kota, kalau bunda gue udah punya rumah yang lebih nyaman di surga," jawab Anya.

"Eh sorry kak, gue nggak tahu kalau nyokap kakak udah nggak ada." Alexa menunduk, merasa bersalah karena bertanya seperti itu.

"Udah santai aja, lagian lo harus tahu kalau mau jadi temen gue." Anya menarik tangan Alexa bergegas mengajaknya ke kamar.

Alexa kini sudah berada di dalam kamar Anya, terlihat sudah ada Airin yang asik menonton film sambil ngemil.

"Lama banget sih! Jemput Alexa cuma di bawah juga, kemana dulu lo berdua?" gadis yang sedang asik mengunyah cemilannya tersebut tampak jengkel karena menunggu cukup lama.

"Elah biasa drama dulu sama Devan." Anya merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Cuma Devan aja, Andre nggak ada?"

"Menurut lo aja, kalau pun ada nasibnya bakal sama kayak Devan, bakal gue usir," jawab Anya santai.

"Kejam banget kak kayak ibu tiri." Alexa terkekeh.

"Duh sabar-sabar aja lo Lex sama Anya, siap-siap ngebatin di omelin mulu."

Bugh...

Anya melempar bantal dan tepat mendarat di kepala Airin.

"Jelekin aja terus, nggak gue kasih makan lo malem ini,"

Bian Dan Anya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang