Anya sudah berada di depan ruangan musik. Entah kenapa ia tiba-tiba ia ragu untuk masuk ke dalam. Jantungnya sedikit berdebar, sudah lama sekali ia tidak berkumpul dengan banyak orang seperti ini, kecuali anak-anak di kelasnya.
Anya sedikit mengintip ke dalam ruangan yang terlihat sudah ramai, melihat mereka bercengkrama satu sama lain membuat Anya semakin takut untuk masuk.
Anya menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.
"Duh, gimana kalau nanti gue nggak bisa adaptasi sama mereka, mana nggak ada Airin, kan gue nggak pinter basa-basi." Anya mengacak rambutnya frustasi.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, membuat Anya sedikit terlonjak kaget.
"Ikut musik? kenapa nggak masuk?" Tanya laki-laki tersebut.
"Eh, iya kak." Anya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Joshua," laki-laki itu mengulurkan tangannya, "Panggil jo aja, gue ketua ekskul musik."
Anya membalas uluran tangan laki-laki tersebut, "Anya kak."
"Udah kenal, mana mungkin gue nggak kenal sama cewek populer di sekolah ini, apalagi fansnya udah ada dimana-mana, yuk masuk," ajaknya.
"Cewek populer." Anya tersenyum kikuk.
"Selamat siang semuanya, maaf mengganggu waktu kalian hari ini," ujar Joshua.
"Kan memang udah jadwalnya kak," sahut mereka kompak.
"Kayaknya banyak yang nggak masuk ya?" Tanya Joshua.
"Iya kak, ada beberapa yang langsung pulang gitu aja."
"Oh iya, kita kedatangan temen baru nih, coba yang ngerasa baru gabung di ekskul musik silakan angkat tangan," pinta Joshua.
Anya yang merasa anggota baru tidak segan-segan langsung mengangkat tangannya, ia melirik kanan dan kirinya tidak ada yang mengangkat tangan sepertinya, merasa menjadi pusat perhatian Anya kembali menurunkan tangannya.
"Anya, boleh maju ke depan," pinta Joshua.
"Anjir masa cuma gue anggota barunya, suasana macam apa ini," batinnya.
"Kayaknya kita kedatangan idolanya sekolah nih, nggak nyangka kak Anya bakal gabung sama kita," celetuk salah satu siswi kelas X tersebut.
"Nya, boleh perkenalkan diri," ujar Joshua.
"Baik kak."
"Hai semuanya, gue Anya anak kelas XII IPS 1, seneng bisa gabung sama kalian semua." Anya tersenyum.
"Ya ampun di senyumin sama kak Anya, ini pertama kalinya gue lihat kak Anya senyum, nggak senyum aja cantik apalagi sekarang cantiknya tumpah-tumpah," ucap Dito histeris.
"Iya, ya ampun cantik banget, titisan bidadari sih fix banget," sahut Ami.
Seketika ruangan yang hampir di isi anak-anak kelas X tersebut menjadi ribut membicarakan Anya, mereka tak henti-hentinya memuji Anya.
"Lah kok malah jadi kayak diskusi, ada yaang mau di tanyain lagi nggak, kalau nggak ada Anya bisa duduk," ujar Joshua yang melihat antusias adik-adik kelasnya tersebut.
"Kenapa ikut musik kak?"
"Sih bangke kenapa harus nanya sih, sabar Anya," batinnya.
"Dulu pernah ikut ekskul musik sih tapi cuma bentar, karena nggak tertarik sama ekskul yang lain jadi mutusin buat ikut ekskul ini lagi."
"Kak Anya bisa main alat musik apa?"
"Anjir kok malah jadi Q&A sih," Anya masih sibuk membatin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bian Dan Anya
Novela JuvenilAnya atasya kusuma gadis yang memiliki paras cantik tersebut menjadikan nya idola di kalangan laki-laki SMA Harapan, ia juga sudah banyak mematahkan hati laki-laki karena bersikap jutek dan dingin. Anya sengaja menutup hatinya rapat-rapat dan tidak...
