✨32✨

15 5 1
                                        

Sekarang sudah pukul 20.00 WIB, Airin dan Andre sedang menikmati angin malam di rooftop rumah Andre. Tidak hanya mereka berdua tapi juga ada Devan, Cahyo dan Alexa yang sedang asyik mengobrol.

Airin hanya diam tidak ikut mengobrol, ia sedang asyik memandang bintang-bintang yang ada di langit.

"Kak Airin, kenapa kak Anya nggak ikut kesini?" Tanya Alexa.

Airin melirik Alexa sebentar lalu memalingkan wajahnya lagi, "Gue lagi ngambek sama dia," jawab Airin santai.

Mereka langsung melirik satu sama lain tidak percaya dengan jawaban Airin barusan, ternyata Airin benar-benar marah karena Anya dan Daniel pacaran.

"By, boleh aku tanya sama kamu," ujar Andre lembut.

"Tanya apa?" Airin melirik Andre.

"Kenapa kamu harus marah sama Anya karena dia milih Daniel?"

"Ya karna Daniel itu nggak baik by, dia playboy, apalagi ini pertama kalinya Anya pacaran, aku nggak mau kalau Daniel nyakitin Anya." Airin mendengus kesal.

"Apa kamu kira aku cowok baik-baik?"

"Iya, menurut aku kamu baik walaupun menurut orang nggak."

"Nah sama halnya dengan Anya, saat kamu ngira Daniel cowok nggak baik mungkin Anya melihat sisi lain Daniel kalau memang Daniel cowok baik-baik."

Andre menatap Airin lebih intens, "Kamu tahu nggak kalau Anya awalnya nggak setuju kalau kita pacaran, dia berkali-kali ingetin aku kalau aku nyakitin kamu atau aku buat kamu nangis dia orang pertama yang bakal ngadepin aku, tapi apa ada dia marah sama kamu, dia ngambek sama kamu karna kamu udah milih aku, dia tetep dukung kamu kan, dia terima keputusan kamu, dia juga ngasih aku kesempatan kalau memang aku bisa membahagiakan kamu."

Mata Airin mulai berkaca-kaca mendengar perkataan Andre. Ya, kali ini menurutnya memang ia salah karena memperlakukan Anya seperti ini, bukankah harusnya ia menjadi sahabat yang akan selalu mensuport sahabatnya.

Satu tetes air mata jatuh dari mata indah milik gadis tersebut.

"Kak Airin, jangan nangis." Alexa mengusap pundak Airin.

Airin langsung menghamburkan pelukannya pada Alexa, "Kok gue bisa jahat banget ya sama Anya hiks." kali ini Airin benar-benar terisak, karena selama mereka bersahabat ini pertama kalinya Airin ngambek sama Anya.

"Kak Airin nggak jahat kok, kakak cuma berharap yang terbaik buat kak Anya, mungkin sekarang caranya aja yang salah kak," ujar Alexa yang masih memeluk Airin.

Andre, Devan dan Cahyo hanya diam, biarlah kali ini wanita tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah sesama wanita.

***

Anya sedang duduk di taman dekat rumahnya di temani Daniel, menikmati semilir angin malam yang menerpa wajahnya.

"Nya, pulang aja yuk, banyak nyamuk," keluh Daniel, karena mereka sudah setengah jam duduk disini hanya diam tidak saling bicara.

"Kak, gue kepikiran sama Airin, ini pertama kalinya dia ngambek sama gue." Anya menundukkan kepalanya.

"Karena dia tahu kita pacaran." Daniel sedikit mengangkat wajah Anya, lalu Anya mengangguk pelan.

"Jadi gue harus gimana?"

"Nggak papa nanti kalau dia udah nggak ngambek gue bisa jelasin." Anya tersenyum.

"Nah gitu dong senyum kan cantik bikin hati abang meleleh, kenapa nggak dari dulu Nya lo kayak gini sama gue." Daniel mengacak pelan puncak kepala Anya.

Bian Dan Anya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang