Ibu Mey memasuki kelas XI IPS 1. Tetapi tidak sendirian terlihat ada seorang gadis yang mengekor ke belakangnya.
"Selamat pagi," sapa bu Mey.
"Selamat pagi bu," jawab mereka kompak.
"Hari ini kita kedatangan murid baru, pindahan dari SMA Tunas Bangsa. Silakan perkenalkan diri kamu," pinta bu Mey pada gadis tersebut.
"Halo semuanya nama gue Clarisa Putri, kalian bisa panggil gue Clarisa aja."
"Halo Clarisa," jawab murid cowok paling semangat.
"Ya sudah silakan kamu duduk disana." tunjuk bu Mey pada kursi di sebelah Airin.
Clarisa berjalan menuju tempat duduknya, ia mengedarkan pandangannya tapi ia tidak melihat Bian ada di kelas ini.
Setahunya Bian masuk di kelas XI IPS 1, tujuannya pindah kesini hanya untuk mendekati Bian, karena laki-laki itu selalu menghindar jika di hubungi.
Clarisa sudah duduk di kursinya, ia tersenyum ramah pada Airin.
"Hai, gue Clarisa." Clarisa mengulurkan tangannya.
"Airin." Airin membalas uluran tangan Clarisa.
Airin menatap melihat Clarisa beberapa saat ia berpikir sepertinya ia pernah melihat Clarisa tapi entah dimana Airin tidak mau terlalu memikirkannya.
"Anak-anak besok kita akan ulangan, jadi tolong di pelajari baik-baik, kalian tahu kan apa hukuman bagi yang mendapatkan nilai kecil."
Seketika kelas menjadi seperti pasar, sebagian siswa banyak yang protes karena ulangan terus.
Airin menarik napas pasrah karena harus mati-matian lagi membuat contekan.
"Diam semuanya!" bentak bu Mey, semua langsung diam mematung.
"Kalau saya pikir-pikir sebaiknya besok kita tidak jadi ulangan saja ya."
"Yeah..." sorak meraka senang seperti mendapat hadiah besar.
"Saya akan ganti jadi hari ini, silakan masukan semua buku kalian kita akan mulai ulangannya sekarang."
"Nggak bisa gitu dong bu, masa dadakan gini," protes salah satu siswa.
"Waktu kamu saya kurangi 10 menit karena berani protes."
Ibu Mey memicingkan matanya, melihat kursi Anya dan Bian yang kosong.
"Ada yang tahu Bian sama Anya dimana?"
"Anya di UKS bu, dia sakit, Bian jagain Anya." bohong Airin.
Padahal Airin tahu kalau sekarang Bian di rooftop bersama 3 sahabatnya.
"Ya sudah nanti kamu kasih tahu mereka buat ulangan susulan. Sekarang kamu pindah sementara di kursi Anya, karena Clarisa tidak ikut ulangan."
"Baik bu," jawab Airin pasrah.
Clarisa sedikit lega mendengar Bian berada di kelas ini, tapi ia sangat kesal karena lagi-lagi hanya Anya yang Bian pedulikan, bahkan dia rela nggak belajar cuma demi cewek kayak Anya.
***
Bel istirahat sudah berbunyi, seperti biasa semua murid mulai berhamburan keluar, bergegas pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi sudah bergemuruh untuk segera di beri makan.
Airin berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba saja Clarisa menahan tangan Airin.
"Gue ikut lo ya, kan gue nggak tahu kantin nya dimana," ujar Clarisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bian Dan Anya
Teen FictionAnya atasya kusuma gadis yang memiliki paras cantik tersebut menjadikan nya idola di kalangan laki-laki SMA Harapan, ia juga sudah banyak mematahkan hati laki-laki karena bersikap jutek dan dingin. Anya sengaja menutup hatinya rapat-rapat dan tidak...
