Anya sudah siap dengan seragam sekolahnya, sekarang baru pukul 06.00 WIB. Karena Anya tidak bisa tidur semalam jadi ia memutuskan untuk bersiap sekolah.
Sebenarnya semalam Anya sedang berada di rumah neneknya dan akan menginap disana, lalu Devan menelpon Anya untuk menjemput Bian di club, tanpa pikir panjang Anya setuju dan meminta Daniel menemaninya karena dia juga tidak berani untuk kesana sendirian.
Anya melihat Bian masih tertidur pulas, beberapa detik Anya sangat terpesona dengan ketampanan Bian.
"Bian, bangun sekolah."
"Hmm iya bik bentar lagi." bukannya bangun Bian malah menutup kepalanya dengan bantal.
"Gue Anya bego bukan bibi."
"ANYA!" Bian langsung duduk menggaruk kepalanya, ia lupa kalau semalam Anya menemaninya.
"Mandi sana, mau sekolah nggak? kalau masih pusing mending jangan sekolah dulu."
"Sekolah kok kan ada kamu." Bian tersenyum.
Anya merona dan membuat Bian terkekeh, Bian suka membuat Anya tersipu apalagi saat pipi Anya mulai merah menurutnya itu sangat lucu.
"Buruan sana jangan modus."
"Siap Anya kuh." Bian mencubit gemas pipi Anya dan langsung berlari menuju kamar mandi.
Anya memegangi kedua pipinya detak jantung yang berpacu lebih cepat membuat Anya tanpa sadar tersenyum salah tingkah.
"Sadar Anya jangan baper dia bukan siapa-siapa lo." Anya menepuk-nepuk pipinya .
Setalah 20 menit Bian keluar dari kamar mandi, ia langsung bersiap dengan seragam sekolahnya, dengan rambut yang masih acak-acakan Bian keluar menemui Anya yang sedang asyik menonton film kartun.
"Nya." panggil Bian.
"Udah selesai, buruan sarapan du... lu," ucapan Anya sedikit terjeda karena salfok sama wajah tampan Bian dengan rambut yang masih acak-acakan.
"Setiap rambutnya acak-acakan kenapa Bian ganteng banget," batin Anya.
"Kenapa liatnya gitu banget." Bian mengacak pelan puncak kepala Anya dan langsung duduk di sampingnya.
"Jangan kepedean, tuh buruan sarapan dulu." terlihat sudah ada susu coklat dan roti di atas meja.
"Nya."
"Apa lagi?"
"Kok aku ngerasa kita kayak suami istri ya, tinggal satu rumah, kamu bangunin aku dan siapin sarapan buat aku abis itu kita sarapan bareng."
Uhuk... uhuk...
Anya tersedak mendengar perkataan Bian barusan.
"Ciye salting, pelan-pelan dong." Bian langsung mengambil tisu dan mengelap sisa susu di bibir Anya.
1 detik 2 detik 3 detik pandangan mereka saling beradu.
Drtt ... Drtt...
Anya langsung mengalihkan pandangan nya dari Bian, ia melihat Daniel yang menelponnya.
"Daniel bangsat ganggu aja," batin Bian.
"Halo kak, kenapa?"
"Mau gue jemput nggak?"
"Elah lebay banget pake di jemput segala."
"Ya udah kalo gitu, pulang sekolah jadi kan?"
"Iya pulang sekolah jadi kok, traktir gue makan awas aja lupa, bye." Anya menutup sambungan telponnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bian Dan Anya
Novela JuvenilAnya atasya kusuma gadis yang memiliki paras cantik tersebut menjadikan nya idola di kalangan laki-laki SMA Harapan, ia juga sudah banyak mematahkan hati laki-laki karena bersikap jutek dan dingin. Anya sengaja menutup hatinya rapat-rapat dan tidak...
