Semua siswa dan siswi SMA Harapan sudah berbaris rapi di lapangan, sebentar lagi upacara akan segera di mulai. Anya merasa sedikit agak pusing padahal ia tadi sudah sarapan.
"Nya lo sakit? muka lo pucet," tanya Airin yang sudah berdiri di depan Anya.
"Cuma pusing dikit aja," jawab Anya.
"Gue anterin ke UKS aja ya, lo istirahat disana, muka lo pucet banget kayak mayat hidup," seru Airin.
"Nggak kok, gue nggak papa," jawab Anya meyakinkan.
Upacara berjalan lancar, kini saatnya mendengar amanah dari kepala sekolah. Matahari cukup terik pagi ini membuat kepala Anya rasanya semakin pusing, perlahan semua nya tampak buram dan lama lama menjadi gelap. Anya pingsan, membuat Airin yang berdiri di depan nya langsung menoleh dan melihat cewek tersebut sudah tergeletak di bawah.
"Anya...." Semua orang mengalihkan fokus mereka pada barisan kelas XI IPS 1 karena teriakan Airin.
Bian langsung keluar dari barisan dan mengangkat tubuh Anya ke UKS, lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak di gendong sama Bian adalah impian cewek cewek disini.
"Aduh gue mau pingsan juga deh biar di gendong Bian," sahut salah satu siswi.
"Hallo sadar bu lo bukan siapa siapa Bian, di liriknya aja nggak mungkin," jawab Rani siswi XI IPS 2.
***
Bian langsung meletekan Anya di brankar UKS, wajah Anya terlihat begitu pucat, "Boleh tolong ambilin minum." pinta Bian pada siswa yang berjaga di UKS.
"Oke kak, nih coba di kasih minyak angin dulu biar cepet sadar," sahut siswa tersebut.
"Oke makasih," sambung Bian.
"Nya lo kenapa?" Bian memegang kening Anya terasa sangat panas.
"Kak ini air nya," siswa tersebut meletakan air nya di atas nakas
"Gue boleh minta tolong satu lagi nggak?" tanya Bian.
"Iya boleh kak, apa yang bisa saya bantu," jawab Indra.
"Ada handuk kecil buat kompres nggak, badan Anya panas banget," pinta Bian.
"Oh baik kak tunggu bentar saya ambil," ucap Indra lalu pergi.
"Nya bangun." Bian menggenggam tangan Anya lalu mengusap lembut rambut cewek tersebut.
"Kak ini kompres nya," Indra memberikan baskom kecil berisi air dan handuk.
"Oke makasih, siapa nama lo?" Tanya Bian.
"Indra kak," jawab nya.
"Oke Indra makasih, ya udah lo boleh lanjutin kerjaan lo."
Bian langsung mengompres kepala Anya, untuk menurun kan suhu badan cewek tersebut.
"Bian Anya kenapa?" Teriak Airin dari ambang pintu.
"Ya ampun Rin cempreng banget suara lo sakit kuping gue," Gerutu Bian.
"Nggak penting sama kuping lo, Anya gimana sekarang?" tanya Airin lagi.
Dia demam badan nya panas banget, tapi udah gue kompres kok," jelas Bian.
Airin langsung duduk di sebelah brankar Anya, terlihat wajah cewek itu sangat pucat.
"Woy kenapa Anya?" Tanya Andre yang tiba-tiba muncul.
"Pingsan," jawab Bian.
"Yaelah kita juga lihat dia pingsan, pingsan nya kenapa? nggak sarapan kah atau kenapa," Sahut Devan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bian Dan Anya
Teen FictionAnya atasya kusuma gadis yang memiliki paras cantik tersebut menjadikan nya idola di kalangan laki-laki SMA Harapan, ia juga sudah banyak mematahkan hati laki-laki karena bersikap jutek dan dingin. Anya sengaja menutup hatinya rapat-rapat dan tidak...
