Sebuah pesan masuk membuat Anya langsung mengecek ponselnya.
"Siapa juga yang chat, sudah tengah malam begini" Anya mengernyit bingung.
Room chat
"Hai pacar."
Pesan singkat itu nyaris membuat Anya ingin muntah, Anya tahu betul siapa orang gila yang berani mengirim pesan ini.
"Ini anak kenapa sih terlalu serius menanggapi omongan gue waktu itu." Anya mendengus kesal.
Anya mengabaikan pesan itu seperti angin lalu, menurutnya dengan tidak meresponnya cowok itu akan bosan dan berhenti melakukan hal bodoh seperti itu.
Anya melanjutkan menonton film di laptop nya, karena besok hari minggu ia bebas bisa tidur
sampai tengah malam, besok juga Anya tak ada niatan untuk kemana-mana jadi bukan masalah jika ia bangun kesiangan.
Panggilan masuk terlihat di layar ponsel Anya, Anya melirik memastikan bahwa yang menelpon nya bukan Bian.
Ternyata benar Bian lah yang menelpon, Anya hanya mengabaikannya tak ada niatan untuk bicara dengan cowok gila tersebut, sampai 10x Bian terus menerus menelpon membuat Anya hilang kesabaran.
"Mau lo apa sih!! sampai harus ganggu waktu berharga gue."
Bian tidak terkejut mendengarnya karena ia sudah menduga dan mempersiapkan mental terlebih dahulu.
"Lo itu budek sama nggak bisa ngomong ya, mau lo apa sekarang!! giliran gue angkat telponnya lo malah diem aja."
"Gimana gue mau ngomong kalo dari tadi aja lo terus yang ngomong."
"Ya udah to the point aja." Anya sampai murka dan nggak ngerti tujuan cowok gila ini.
"Gue cuma mau ngucapin selamat tidur buat pacar gue."
"Maksud lo apa?"
"Lo kan pacar gue sekarang terus salah kalau gue mau ngucapin selamat tidur buat pacar gue." jelas Bian.
"Masalahnya lo salah orang gue bukan pacar lo dan nggak akan pernah jadi pacar lo." jawab Anya kesal.
"Emang harus gue ingetin sampai berapa kali, yang mau jadi pacar gue kan lo sendiri, lo yang sok dramatis melakukan sayembara pagi-pagi, untung yang dateng cowok ganteng kayak gue bukan kakek-kakek, seharusnya lo bersyukur bisa jadi pacar gue banyak cewek-cewek yang menginginkan posisi lo."
Tut... Tut... Tut
Tanpa memperdulikan apa yang Bian bicarakan Anya langsung memutus sambungan telponnya dan buru-buru memblokir nomor Bian, kenapa dia repot repot harus peduli sama cowok yang nggak ada kerjaan kayak gitu.
"Kan gue jadi nggak mood lagi buat nonton gara-gara cowok sinting itu, kenapa sih harus ketemu sama orang yang tingkat kepedeannya setinggi langit." Anya membanting ponselnya ke tempat tidur dan langsung menutup semua tubuhnya dengan selimut.
Jangan lupa vote komen yahh 🙏 maaf part nya terlalu singkat
kalo ada yang typo tolong benerin yahh ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Bian Dan Anya
Novela JuvenilAnya atasya kusuma gadis yang memiliki paras cantik tersebut menjadikan nya idola di kalangan laki-laki SMA Harapan, ia juga sudah banyak mematahkan hati laki-laki karena bersikap jutek dan dingin. Anya sengaja menutup hatinya rapat-rapat dan tidak...
