6. Phone number.

32 5 10
                                        

Jangan lupa vote dan komennya
Setidaknya hargai tulisan ini yaa
Enjoy and happy reading!!

*****

Sheika sedang berada didalam kamarnya, malam ini gadis itu menyempatkan diri untuk membaca novel. Novel yang sempat ia anggurkan gara-gara harus fokus belajar untuk olimpiade. Dan ia baru sempat membaca lagi sekarang.

Sheika membalik halaman novelnya, baru beberapa baris ia membaca setiap kalimat dihalaman tersebut fokusnya harus teralihkan saat ada yang mengetuk pintu kamarnya.

"Shei?" Panggil seseorang diluar sana.

Dari suaranya, Sheika bisa menebak siapa itu.

"Masuk Sak, gak dikunci kok," ucap Sheika sedikit kencang agar Sakha bisa mendengarnya.

Sakha tak seperti Noah yang selalu masuk kamar orang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Laki-laki tertua di keluarga Pramudya itu lebih sopan dibanding dengan adiknya. Walaupun ada saat dimana Sakha juga suka seperti Noah, hanya disaat-saat genting saja.

Sakha masuk kedalam kamar Sheika, lalu menghampiri gadis itu dan duduk didepannya.

"Kenapa?" Tanya Sheika tanpa mengalihkan fokusnya pada novel yang sedang ia baca. Sebenarnya, tetap saja ia tak bisa fokus karena ada Sakha dihadapannya.

"Ke supermarket," Sheika mengalihkan tatapannya dan menatap Sakha bingung.

"Ngapain?" Tanya Sheika sambil menutup novelnya.

"Beli bahan-bahan buat bikin sup," jawab Sakha.

Sheika membuat beberapa lekukan vertikal didahinya.

"Emang di kulkas gak ada? Bukannya Mama selalu nyetok, ya?" Tanya Sheika bingung.

Biasanya di kulkas selalu ada bahan-bahan buat bikin masakan, tapi kenapa Sakha malah mengajak ia untuk membelinya? Dan perasaan Zela belum lama ini menyetoknya. Masa sudah habis? Kan tidak mungkin.

"Kurang, makanya Mama nyuruh kita buat beli," jawab Sakha kembali.

Sheika melirik jam yang bertengger di dinding kamarnya. Sebentar lagi jam makan malam, berarti ia dan Sakha harus segera membelinya.

Sebenarnya ia malas, dan ingin di kamar membaca novel saja. Tapi ia tak bisa menolak ajakan Sakha, apalagi itu disuruh oleh Mamanya.

"Yaudah ayok," Sheika turun dari ranjangnya, Sakha juga begitu.

Gadis itu mengambil salah satu hoodie-nya yang ada di lemari pakaian. Ia juga memakainya.

Mereka berdua keluar dari kamar dan turun kebawah.

Sakha dan Sheika bisa melihat Mamanya yang sedang berada di ruang keluarga bersama dengan Noah. Roland? Belum pulang kerja, dan mungkin masih dalam perjalanan pulang.

"Eh, kalian mau kemana?" Tanya Noah saat melihat mereka berdua berpakaian seperti itu.

Sakha dengan jaketnya, dan Sheika dengan hoodie nya. Tadi saat Sakha memasukki kamar Sheika, laki-laki itu sudah memakai jaketnya.

"Mau ke supermarket," jawab Sheika.

"Ikut dong," pinta Noah yang hendak berdiri ikut mereka, tapi langsung ditahan oleh Sakha dan Sheika.

"Gak, kita pake motor. Gak muat," ucap Sakha membuat Noah menghela nafasnya pasrah.

"Yaudah kalo gitu nitip coklat yang biasa ya?" Noah kembali duduk bersama dengan Mamanya.

Geminos "Are Betrayed"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang