Jangan lupa vote dan komen,
Setidaknya hargai tulisan ini.
Happy reading and enjoy!!
*****
Setelah mengambil baju serta meminta izin kepada Mamanya, Sheika langsung mengunjungi rumah Abel dengan tas yang ada digendongannya. Ia kesana diantar oleh Sakha, niatnya sih ingin membawa motor tapi Zela tak mengizinkan. Jadi mau tak mau diantar oleh Sakha.
Sampai rumah Abel, Sheika langsung masuk begitu saja kedalam. Kebetulan pagar depan dan pintu utama rumah juga tidak dikunci, hal itu memudahkannya untuk masuk tanpa harus repot-repot memencet bel terlebih dahulu. Bukannya tak sopan tapi Abel sendiri yang menyuruh, kalau tidak disuruh juga mana mau ia berlaku seperti itu di rumah orang.
Begitu memasukki rumah, hal pertama yang Sheika lihat adalah pigura besar berisikan foto keluarga Abel yang ditempel di dinding dengan cat warna putih tulang dicampur dengan sedikit warna biru. Masuk sedikit kedalam yang terpampang adalah ruang tamu. Ruang tamu dirumah Abel ini ada dua, di ruang sebelah kanan dikhususkan untuk tamu-tamu Mamanya sedangkan yang disebelah kiri itu untuk para tamu Ayahnya. Sengaja dipisah agar tidak terjadi bentrokkan.
Sheika lebih masuk lagi kedalam dan itu ada ruang tv serta ruang keluarga, yang ternyata disana sudah ada Lala, Abel dan abangnya yang sedang menonton tayangan televisi.
"Eh, Shei udah dateng?" Sapa Abel yang pertama kali menyadari kedatangan Sheika.
"Kalau gue belum dateng, terus yang disini siapa, Bel?" Balas Sheika gemas. Mendengar itu Abel hanya cengengesan, jika dipikir-pikir pertanyaannya tadi memang tidak bermutu.
Sheika langsung menghampiri mereka bertiga dan duduk ngampar dibawah.
"Hai, Shei? Long time no see, how are you?" Sapa seorang laki-laki disana, yang tak lain adalah kakak kandung dari seorang Arabella Letichia Irelda.
Sheika menoleh, kemudian tersenyum, "hai bang, alhamdulillah aku baik, abang sendiri gimana?" Jawabnya yang kemudian membalikkan pertanyaan.
Selain ke keluarga sendiri, Sheika juga memakai bahasa 'aku-kamu' ke seseorang yang lebih tua darinya. Walaupun lawan bicaranya hanya beberapa tahun lebih tua darinya, bahkan jika selisihnya hanya satu tahun pun Sheika akan berbicara menggunakan bahasa seperti itu.
Abangnya Abel terkekeh, "Alhamdulillah, gue juga baik," jawabnya.
"By the way, ada acara apa kalian sampe nginep-nginep gini?" Tanya Kaisar setelahnya. Melihat ada sahabat dari adiknya yang menginap dirumah membuat rasa penasarannya membuncah karena tumben sekali menginap disini.
"Gak ada acara apa-apa sih, bang. Cuma pengen nginep aja," jawab Sheika jujur.
"Mau girls time dong, bang," kali ini jawabannya terlontar dari mulut Lala. Gadis itu tersenyum seraya menaikkan kedua alisnya, kemudian menatap Abel seolah meminta persetujuan. Beruntung Abel peka dan menganggukkan kepalanya.
Kaisar berdecak pelan membuat ketiga gadis yang ada disana keheranan melihat tingkahnya.
"Kenapa lo, bang?" Tanya Abel.
"Gue cowok sendiri dong di rumah?" Kaisar balik bertanya.
"Iya, lagian lo kan besok balik ke Semarang," mendengar jawaban adiknya itu, Kaisar mendengus. Bisa-bisanya adiknya itu mengingatkan jika besok ia harus balik ke Semarang, padahal ia masih ingin lama-lama disini. Ia ingin bebas dari tugas-tugas kuliahnya yang memusingkan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geminos "Are Betrayed"
Romance[Sequel of ZELAND] ⚠️Dilarang mencopas/ menjiplak karya saya. Ingatlah, semua yang kamu lakukan di dunia ini, akan dicatat oleh malaikat⚠️ Hidup memang tak selamanya seperti jalan tol yang mulus, pasti ada saja batu kerikilnya. Bisa jadi hari ini k...
