11. Any hope?

17 5 3
                                        


Jangan lupa vote dan komennya guys,
setidaknya hargai tulisan ini.
Happy reading and enjoy!!

Disaat yang lain berada di kantin untuk mengisi perut mereka, lain halnya dengan Sakha. Pemuda berwajah dingin tersebut malah melipir ke perpustakaan. Mengambil beberapa buku yang ia butuhkan, kemudian duduk di kursi paling pojok. Membacanya ditemani keheningan.

Bukan tanpa alasan ia datang kesini. Senin besok adalah hari dimana akan dilaksanakannya penilaian akhir semester awal. Walaupun otaknya sudah pintar, bahkan hafal diluar kepala tentang pelajaran-pelajaran yang sekarang sedang ia baca bukunya. Namun, ia butuh bacaan untuk mengingat kembali agar tidak lupa dan malah ngeblank saat ulangan.

Oh iya! Mengingat soal kemarin, jangan kira Sakha tak tahu kemana perginya Sheika. Ia tahu semuanya, ia tahu Sheika membawa Noah ke rumah Arix bahkan ia juga tahu Noah ikut dengan Sheika karena embel-embel coklat. Soal dirinya yang tahu Sheika ke rumah Arix, ia tak sengaja melihat ponsel Sheika yang menyala dan menunjukkan roomchatt milik gadis itu dengan Samuel. Ponsel Sheika tergeletak di atas tempat tidur, saat gadis itu tengah berada di kamar mandi. Dan Sakha masuk ke kamar Sheika karena gadis itu ingin ngobrol dengannya.

Dan soal Noah yang disogok coklat oleh Sheika, ia tahu dari Noah sendiri. Bukan Noah yang ngomong langsung, tapi ia sendiri yang memaksa. Noah tidak berani melawan Sakha, maka dari itu Noah menceritakan semuanya kepada Sakha walaupun Sakha sudah tahu.

Padahal kalau Sheika bilang dengan jujur kepada Sakha, ia pasti akan mengijinkan gadis itu. Dan mungkin ia akan dengan sukarela mengantar Sheika ke rumah Arix.

Sakha tahu, Sheika sedang jatuh cinta. Ia bisa mengerti dengan melihat sikap Sheika selama ini. Ya.. kalau sudah jatuh mau diapakan? Sakha tak bisa melarang, karena itu hak setiap manusia.

Tentang Arix, yang Sakha tahu hari ini laki-laki itu sudah hadir ke sekolah. Mungkin neneknya sudah sembuh, dan ia sudah pulang dari Surabaya. *kalau belum pulang mah Arix gak akan ada disini, Sak. Sheika juga sudah kembali seperti semula sebelum laki-laki itu pergi.

Atensi Sakha teralihkan saat ponsel yang ia kantongi bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk.

Sakha menaruh bukunya diatas meja, kemudian ia beralih mengambil ponsel yang berada di saku celananya.

Princess❤️
Online

|Masih di perpus?

Iya.|

|Gak makan? Mau aku bawain makanan?

Gk ush. Gk blh mkn d prps.|

|Sini deh. Makan bareng di kantin.

Nnti nysl.|

|Hah? Nyesel?

Nyusul!|

|Oh, buruan nanti keburu masuk!

Iya.|
Read

Sakha menutup ponselnya. Ia memang sudah lama berada di perpus, bahkan dari sebelum istirahat. Bukan berarti ia membolos, memang karena kelasnya sedang jamkos jadi ia melipir kesini bersama dengan Alva. Namun, saat istirahat Alva meninggalkannya ke kantin. Ralat, bukan Alva yang meninggalkannya, dirinya saja yang tidak mau ikut ke kantin walau sudah berkali-kali diajak oleh Alva.

Geminos "Are Betrayed"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang