20. I Miss You, ......

33 5 5
                                        

🎶 Sunjae-I'm Missing You🎶

Jangan lupa vote dan komennya,
setidaknya hargai tulisan ini ya.
Selamat membaca dan enjoy, guys❤️
*****

Sudah sekitar lima belas menit kedua laki-laki itu duduk diam di kafetaria, menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Bukan tak kunjung datang, melainkan akan telat datang karena katanya ada meeting yang tidak bisa ditunda.

Semenjak menginjakkan kakinya disana, salah satu dari mereka tak bisa untuk tidak bingung. Karena ia hanya mengikuti ajakan sahabatnya, tapi dirinya sampai saat ini belum tahu tujuan mereka datang kesini. Setiap bertanya pasti selalu dijawab dengan, 'lo bakal tau nanti,' begitu katanya.

Benar, kedua laki-laki itu adalah Sakha dan Alva. Mereka berdua sedang menunggu Angga.

Tak lama seorang pria lengkap dengan setelan kantornya memghampiri meja mereka, kemudian duduk di hadapan keduanya.

Raut terkejut tak bisa ia tutupi ketika tahu bahwa keponakannya itu tidak sendiri, melainkan bersama dengan Alva. Sebelumnya Sakha tak memberi tahu bahwa ia juga akan mengajak Alva kesini.

"Maaf menunggu lama," ucapnya setelah sadar dari keterkejutannya.

"Gapapa, om," jawab Sakha, sedangkan Alva hanya bisa tersenyum tipis.

"Kalian udah pada makan belum? Makan dulu aja gimana? Biar om yang traktir," mendengar tawaran itu, keduanya kompak menggeleng.

"Kita emang belum makan, tapi setelah ini kita juga ada janji sama temen-temen buat makan," jika kalian mengira yang menjawab adalah Sakha, kalian salah karena nyatanya Sakha hanya diam membiarkan Alva yang menjelaskannya.

"Seriusan nih, gak mau?" Tanya Angga sekali lagi, memastikan. Keduanya menggeleng kembali, dan Angga hanya bisa menghela nafasnya.

"Sak, gapapa Alva tau?" Angga bertanya kepada Sakha sambil melirik sebentar kearah Alva.

Sedangkan oknum yang dibicarakan terlihat mengernyitkan dahinya, ia bingung memang ada rahasia apa antara Sakha dengan Angga?

"Kalau kalian mau bicara berdua, Alva tunggu di lobi aja kalau gitu," Alva hendak berdiri dan pergi memberi ruang berdua untuk mereka, tapi suara Sakha mencegahnya untuk meninggalkan meja tersebut.

"Gak usah pergi, duduk aja," Sakha berbicara dengan pelan tapi disetiap kalimatnya seperti perintah yang harus dituruti.

Angga yang melihat itu, mengerti bahwa secara tidak langsung Sakha membiarkan Alva untuk tahu. Lagipula ada bagusnya jika Alva tahu, kalau masalah ini membesar setidaknya Sakha tidak sendirian.

"Jadi gimana, om?" Sakha langsung menuntut om nya dengan sebuah pertanyaan.

Perhatian Angga teralihkan dengan nada intimidasi dari Sakha, pria yang sudah memasuki kepala empat itu menatap Sakha.

"Temen om yang juga kenalan Papa kamu udah melacak nomor itu, dan nomor yang kamu kasih ke om itu sudah tidak aktif lagi. Tapi untungnya temen om ini bisa melacak dan mengetahui nomor itu atas nama siapa," ucap Angga menjelaskan.

"Siapa?" Tanya Sakha tidak sabar, sekaligus penasaran dengan orang yang berani-beraninya meneror Sheika.

"Viktor Adijaya Wardana," Angga mengucapkannya dengan nada yang berbeda, tapi Sakha tak menyadarinya. Pemuda itu malah mengernyitkan dahinya karena nama yang Angga ucapkan tersebut terdengar sangat asing di telinganya. Ia tidak tahu bagaimana rupa, atau seperti apa orang itu, lalu apa masalah orang itu dengan Sheika?

Geminos "Are Betrayed"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang