9. Disappeared after a date.

20 5 0
                                        

Jangan lupa vote dan komennya
Setidaknya hargai tulisan ini yaa
Enjoy and happy reading❤️

*****

Sesuai dengan kesepakatan mereka kemarin, hari ini Sheika jadi jalan bersama Arix. Pemuda itu sudah menjemputnya dari jam 9 pagi, menggunakan ferrari f430 berwarna hitam. Sheika baru tahu kalau ternyata Arix mempunya mobil seperti itu. Terlebih, Arix jarang atau bahkan tak pernah membawa kendaraan roda empat itu ke sekolah.

Awalnya Sheika tak tahu akan dibawa kemana oleh pemuda dengan rambut kecoklatan tersebut. Setiap bertanya, Arix tak pernah menjawab dengan jujur. Ia juga sedikit kesal, karena Arix tak kunjung menjawab pertanyaannya.

Tapi saat sudah sampai, Sheika justru senang bukan main. Kekesalannya terhadap Arix juga lenyap begitu saja.

Arix membawanya ke salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di Jakarta, yaitu Jakarta Aquarium. Banyak pengunjung yang mendatangi tempat itu. Beragam binatang laut, banyak yang ditunjukkan disana. Ada juga yang aman dan bisa disentuh, dan biasanya suka ada pertunjukkan theatrical.

Sudah hampir satu jam Sheika dan Arix berada disana, tapi hal itu tak cukup membuat Sheika puas. Gadis itu masih ingin berkeliling sambil melihat binatang laut yang lain. Terkadang ia juga berfoto dengan binatang-binatang itu, dan menjadikan Arix sebagai photoghrafer dadakannya.

"Bintang lautnya lucu banget," ucap Sheika tersenyum gemas melihat salah satu hewan laut yang ada disana.

"Iya, kayak lo," sahut Arix. Tapi, tak didengar jelas oleh Sheika gadis itu terlaku fokus melihat hewan berbentuk bintang tersebut.

"Hah? Lo bilang apa?" Tanya Sheika, Arix hanya tersenyum seraya menggeleng pelan.

"Mau foto gak?" Tanya Arix mengalihkan pembicaraan.

Sheika menggeleng, "enggak deh, memori ponsel gue penuh bisa-bisa," bagaimana tidak? Sedari tadi gadis itu tak henti-hentinya berpose ria.

"Pake hp gue," tawar Arix seraya mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.

Sheika menaikkan alis, kemudian ia menggeleng lagi.

"Tenang aja, gak bakal penuh memorinya," ujar Arix meyakinkan.

"Yaudah, selfie aja. Sama lo, ya?" Ajak Sheika yang langsung dianggukki oleh Arix.

Mereka langsung berpose dan sedikit mengosongkan ruang agar bintang lautnya terlihat. Arix mengambil beberapa gambar disana.

Setelah itu, mereka berjalan kembali melihat seisi ruangan ini. Dengan Sheika yang mengomandokan jalan. Gadis itu berjalan terlebih dahulu, sedangkan Arix mengikut dibelakangnya. Yang terlihat antusias dengan ruangan ini juga hanya Sheika sepertinya. Tapi memang niat Arix seperti itu, ingin membuat Sheika senang.

Sheika langsung berlari kecil saat matanya menangkap beberapa hewan lucu berwarna hitam putih bersama dengan petugasnya yang sedang memberi mereka makan. Gadis itu menghampirinya.

Arix terkekeh melihat tingkah Sheika, senyum girang yang Sheika tunjukkan menular kepadanya.

"Cute banget," ucap Sheika yang sedang menatap gemas hewan yang sedang menyelam di air, dan sebagiannya menghampiri penjaga yang memberinya makan.

Untuk beberapa menit, Sheika masih memandangi hewan lucu itu. Jika dibolehkan, ingin rasanya Sheika membawanya dan ia pelihara di rumah. Tapi mengingat bagaimana habitat asli dari hewan tersebut, sangat tak memungkinkan untuk tinggal di rumah Sheika.

"Mau kasih makan, mbak?" Sebuah suara mengintrupsi Sheika untuk kembali ke dunia nyata. Gadis itu menoleh kesamping, tepatnya si petugas yang sedang memberi mereka makan. Ia bertanya dalam hati, mas petugas itu sedang menawarkan siapa? Sheika menoleh ke sekitar, tapi tak ada siapa-siapa.

Geminos "Are Betrayed"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang