Jangan lupa vote dan komennya, guys.
Setidaknya hargai tulisan ini dan aku yang udah capek ngetik.
Happy reading and enjoy!!❤️
*****
Sudah lewat sepuluh menit Sheika berada didalam mobil Arix, dan selama itu pula belum ada yang memulai pembicaraan diantara mereka. Sheika bahkan tak tahu Arix akan membawanya kemana malam ini. Gadis itu seolah kehilangan kata untuk bertanya, akibat dari kegugupannya saat ini.
Arix juga sama. Pemuda itu hanya fokus pada jalanan dihadapannya. Tak mau memberitahu apalagi menjelaskan kepada Sheika akan dibawa kemana gadis itu malam ini.
"Gue nyalain musik ya, Rix?" Dengan segenap keberaniannya, Sheika akhirnya bersuara. Ia cukup risih dengan situasi canggung yang melanda mereka saat ini.
Arix menoleh kearah Sheika sebentar, "nyalain aja," selanjutnya ia kembali lagi pada fokusnya selama ini.
Mendengar jawaban Arix, Sheika langsung nge-ply radio yang ada dihadapannya. Lagu Kasmaran milik salah satu penyanyi Indonesia-Jaz mengalun dengan indah di mobil Arix. Tapi entah kenapa Sheika jadi malu sendiri saat lagu itu terputar. Apalagi dengan keadaan seperti ini, seolah itu menggambarkan mereka berdua yang sedang kasmaran.
"Lo gapapa ninggalin sahabat lo berdua?" Setelah seperkian menit akhirnya Arix buka suara juga.
Sheika menoleh, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Emang kalian gak ada rencana apa-apa sebelumnya?" Tanya Arix lagi.
"Cuma mau nonton aja di kamar," jawab Sheika jujur. Tadinya rencana mereka memang seperti itu, tapi tiba-tiba Arix mengirim pesan bahwa malam ini akan mengajaknya jalan. Mau tak mau Sheika mundur dari rencana awal bersama sahabatnya itu, lagipula Arix juga berkata bahwa malam ini tidak bisa diganti dengan malam lain.
"Sorry, gue ganggu acara kalian," balas Arix. Sepertinya pemuda itu merasa tak enak kepada Sheika.
"Gapapa, lain kali juga bisa kok," jawab Sheika santai. Mungkin Abel dan Lala masih tetap lanjut nonton, hanya Sheika saja yang mundur. Semoga saja sih begitu, kalau tidak juga mereka bisa menontonnya lain kali.
Satu tangan Arix tiba-tiba turun dari setir mobil dan beralih memegang tangan Sheika yang berada di paha gadis itu.
Sheika terkejut mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu dari Arix, gadis itu refleks menoleh kearah Arix yang kini sedang tersenyum kepadanya.
"Gue pengen pegang tangan lo, gapapa kan?" Ucap Arix.
"H-hah? Ah.. iya gapapa," jawab Sheika gelagapan. Gadis itu langsung membuang muka, menghindari tatapan dan senyuman Arix yang membuat pipinya terasa panas.
Tangan yang tadinya hanya memegang, kini berubah menjadi menggenggam. Sheika yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menatap tangannya yang berada di genggaman Arix sambil berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Masih jauh ya, Rix?" Tanya Sheika saat baru sadar kalau mobil yang dikendarai Arix belum berhenti sedari tadi. Bahkan musik yang diputar saja sudah berganti, dan sekarang adalah lagu ketiga yang terputar.
"Enggak kok, bentar lagi sampe," jawab Arix tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun kearah Sheika.
Sheika hanya mengangguk saja, gadis itu masih sibuk menetralkan degup jantungnya. Alhamdulillah, sekarang tidak segugup tadi walaupun masih terasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geminos "Are Betrayed"
Romance[Sequel of ZELAND] ⚠️Dilarang mencopas/ menjiplak karya saya. Ingatlah, semua yang kamu lakukan di dunia ini, akan dicatat oleh malaikat⚠️ Hidup memang tak selamanya seperti jalan tol yang mulus, pasti ada saja batu kerikilnya. Bisa jadi hari ini k...
