Haiii i'm back!! Jangan lupa tekan bintang dan komennya ya guys, hihiii.
Happy reading and enjoy!!
*****
Pulang sekolah Sakha tidak langsung pulang ke rumah. Bahkan ia meminta Alva untuk mengantar adik-adiknya, walau ada sedikit perdebatan karena Noah tak mau pulang bersama Alva. Tapi tak lama. Karena Sakha mengeluarkan jurus andalannya yang membuat adik laki-lakinya itu langsung menurut.
Sakha tidak bilang kepada mereka dimana dirinya saat ini, Sakha hanya memberitahu kalau ia sedang ada urusan. Ia sengaja tak memberitahukan hal ini kepada mereka.
Mau tahu dimana Sakha saat ini? Sakha berada di sebuah ruangan dengan dominan warna putih tulang dengan sedikit campuran warna hitam. Ia duduk di sofa panjang yang ada dalam ruangan itu, beberapa meter dari posisinya terdapat sebuah kursi tunggal dengan meja kayu berwarna coklat dihadapannya.
Disamping kanannya ada sebuah jendela besar yang menjadi pembatas ruangan, dimana jika gordennya dibuka akan menampilkan hiruk pikuk kota Jakarta yang cukup panas siang ini.
Ruangan ini adalah ruangan milik CEO Buana Corporation. Sudah tahu siapa pemiliknya? Iya, dia adalah Erlangga Buana, ayah dari Alula dan sepupu dari Mamanya Sakha.
Bagaimana Sakha bisa sampai disini? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena ingin mencari tahu tentang nomor ponsel yang sudah mengirimi pesan cukup aneh kepada Sheika. Sebelum kesini Sakha sempat menghubungi om-nya itu, jadi Sakha bisa dengan mudah berada di ruangannya.
Namun Sakha harus menunggu. Karena saat ini Angga tengah ada meeting bersama klien yang tidak bisa diganggu barang sedetik pun.
Sakha bangkit berdiri. Pemuda itu berjalan menuju jendela besar, ia membuka setengah gordennya dan langsung menampilkan keramaian kota Jakarta siang ini. Sakha menengok kebawah dan langsung menampakkan betapa tingginya gedung yang tengah ia pijakki saat ini.
Entah kenapa melihat ramainya kota saat ini, malah membuat dirinya teringat dengan salah satu kota yang menjadi tempat kelahirannya, juga tempat tinggalnya selama 2 tahun. Tiba-tiba saja ia merindukkan tempat itu, juga suasana damai yang ada disana. Walaupun ia sering berkunjung kesana setiap liburan akhir tahun, tapi beberapa tahun terakhir ini ia tak pernah kesana lagi.
Hingga sebuah suara menyadarkannya dan membuat ia berbalik menatap orang yang baru saja memasukki ruangan itu.
"Sakha," panggilan itu berasal dari Angga.
Angga belum tahu perihal kedatangan keponakannya itu, sampai mebela-belakan diri untuk datang ke perusahaannya. Padahal, di rumah juga bisa.
"Om, apa kabar?" Sapa Sakha, mengingat ia sudah jarang sekali bertemu dengan Angga karena kesibukkan masing-masing.
"Baik, Alhamdulillah. Kamu sama yang lain gimana?" Angga balik bertanya.
"Alhamdulillah, baik juga, om," jawab Sakha.
"Duduk sini," Angga menyuruh Sakha untuk duduk disampingya, di sebuah sofa yang tadi sempat di dudukki oleh Sakha.
"Ada apa? Tumben kamu ngajak ketemu," tanya Angga yang kebingungan juga heran dengan keponakkannya itu.
"Ada yang mau Sakha bicarain, tapi Sakha minta sama om untuk ngerahasiain ini. Cukup kita berdua yang tahu," ucapan Sakha membuat kerutan di dahi Angga semakin tercetak jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Geminos "Are Betrayed"
Romance[Sequel of ZELAND] ⚠️Dilarang mencopas/ menjiplak karya saya. Ingatlah, semua yang kamu lakukan di dunia ini, akan dicatat oleh malaikat⚠️ Hidup memang tak selamanya seperti jalan tol yang mulus, pasti ada saja batu kerikilnya. Bisa jadi hari ini k...
