43. Disaster

34 3 0
                                        

Don't be a silent readers and be a smart readers please!!
Happy reading~

▪︎▪︎▪︎▪︎

Bunyi ketukan sepatu terdengar menggema di lantai koridor rumah sakit. Dua kaum Adam dan Hawa berlarian dengan raut khawatir yang tercetak jelas di wajah.

Sakha yang merasa bertanggung jawab terus berlari paling depan menuju salah satu ruangan dalam rumah sakit, begitupun dengan Sheika yang menyusul di belakang walaupun sampai saat ini dia tidak diberitahu apa tujuan mereka kesini. Tapi Sheika yakin sesuatu telah terjadi pada salah satu dari keluarga mereka, dan Sheika berharap semuanya baik-baik saja. Sekalipun memang terjadi sesuatu, semoga tak sampai membuat mereka berpisah untuk selamanya.

Sesampainya di tempat yang dituju, Sakha langsung menemukan eksistensi Mahesa yang sedang duduk di depan ruangan. Kondisi laki-laki itu juga tidak tampak baik-baik saja.

Sheika sendiri langsung menutup mulutnya begitu melihat Mahesa.

"Esa? Lo kenapa?" Buru-buru Sheika melangkah mendekati Mahesa.

Dilihat dari dekat ada luka yang ditutup oleh perban di dahinya. Tak hanya itu bahkan Sheika bisa melihat luka goresan yang cukup panjang di lengannya, dan bukan hanya di satu tempat tapi beberapa tempat. Jeans yang dipakai oleh Mahesa juga terlihat robek di bagian lututnya.

Sheika memindai penampilan Mahesa dari atas sampai bawah. Mata laki-laki itu nampak berkaca-kaca, ada sirat rasa bersalah di matanya, pun dengan rautnya yang lesu.

Mahesa sendiri sudah berdiri sejak menyadari kedatangan Kakak dari temannya tersebut.

"Lo nggak ngehubungin orang tua lo?" Tanya Sakha, kasihan juga melihat Mahesa saat ini.

Gelengan pelan laki-laki itu berikan, "Gue nggak kepikiran buat hubungin mereka. Kondisi gue aja jauh lebih baik dari Noah," jawab nya dengan nada yang bahkan tak peduli dengan kondisi dirinya sendiri.

"Lo juga nggak baik-baik aja, Mahesa!" Sakha mempertegas ucapannya.

"Luka gue udah diobatin kok, Kak," jawab Mahesa kukuh.

"Gue tau lo khawatir sama Noah, tapi peduliin diri lo juga!" Balas Sakha.

Mahesa menundukkan kepalanya, terdengar gumaman kata maaf yang berasal dari mulutnya.

"Tunggu! Noah? Maksudnya?" Sheika menatap mereka berdua tak mengerti. Walaupun otaknya sudah mencerna bahkan pemikiran buruk tentang adiknya itu terus bermunculan.

"Kita kecelakaan, Kak," jawab Mahesa dengan pelan, suaranya bahkan terdengar seperti mencicit.

"Ke-kecelakaan?" Tanya Sheika memastikan, matanya melirik pintu yang ada di belakang Mahesa. Terlihat jelas diatas pintu tersebut ada sebuah tulisan ICU.

Lantas Sheika menatap Mahesa, "Kok bisa kecelakaan sih, Sa? Ini gimana kejadiannya sampe kalian berdua harus ada disini?" Tanyanya meminta penjelasan pada Mahesa.

"Maaf, Kak," Mahesa terus menundukkan kepalanya, tak berani menatap Sheika ataupun Sakha.

"Gue nggak butuh maaf lo, gue butuhnya penjelasan lo, Mahesa!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 24 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Geminos "Are Betrayed"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang