Budayakan vote sebelum membaca, okeyy😉
Sekali lagi aku bilangin, cara nya vote itu gampang banget.
Happy Reading ❤
________________________________
"Tante, maafin aku yang pernah bikin David babak belur. Aku juga minta maaf baru bisa jenguk Tante hari ini"ucap Ariel pada Arum-Mama David dengan rasa bersalah. Kini Ariel benar-benar merasa bersalah akan perbuatannya tempo hari yang pernah memukul David tanpa ampun. Ia sama sekali tidak berakting saat mengatakan itu pada Arum.
"Gak papa Ariel. David udah ceritain semuanya kenapa kamu bisa nyampe pukul dia. Dan soal jenguk Tante, Tante juga tahu kamu selalu sibuk jagain Aurel. Jadi gak papa kok"Arum tersenyum hangat pada Ariel.
"Emang Ariel kadang orangnya agak gila tante. Mungkin pas pukul David penyakit gila nya lagi kambuh"gurau Dika. Arum tertawa pelan. Kehadiran teman-teman David membuatnya sedikit terhibur dan melupakan rasa sakitnya.
"Bisa aja kamu kalau ngomong. Tapi Ariel pukul David gak papa kok. Hitung-hitung wakilin tante buat mukul anak bandel itu"Arum melirik David dengan senyuman jahil nya. David yang sedang sibuk membuka lemari untuk mencari selimut pun menoleh saat namanya di sebut. Ia menatap Arum jengkel.
"Jahat bener sama anak sendiri"David mendengus. "Aku itu anak baik Ma, bukan bandel. Buktinya aku ganteng"lanjutnya.
"Baik sama ganteng apa hubungannya? Lo kok rada-rada gak nyambung ya"heran Renata.
"Emang gak nyambung kali, Ren"sahut Keisya.
"David kayak gitu udah biasa"sambung Aurel.
"Suka nya gak nyambung kalau ngomong"tambah Ariel.
"Hujat aja terus. Gue mah selain baik dan ganteng, gua juga sabar. Tenang aja"kesal David lalu kembali sibuk mencari selimut untuk Mama nya.
Arum tersenyum. Melihat David di kelilingi oleh orang-orang baik membuat hati Arum merasa lega. Ia tak perlu cemas akan keadaan David saat ia dan suaminya bekerja. Karena ia yakin David tak merasa kesepian dengan kehadiran teman-teman nya.
"Mama tidur aja. Kata dokter juga Mama harus banyak-banyak istirahat"ucap David setelah menemukan selimut nya. Kini ia tengah menyelimuti tubuh Mama nya dan membantunya untuk kembali berbaring.
"Iya, tante. Bener kata David, mending tante tidur aja. Lagian enak juga tidur pas lagi hujan deras"timpal Ariel.
"Terus kalian?"
"Kita bisa nonton tv di bawah. Nunggu hujan reda"
"Ya udah kalau gitu. Nanti minta Mbok Darmi buat bikin makanan ya. Barangkali kalian laper"
"Nggak usah Ma. Ngerepotin banget"sahut David cepat. Tentu saja hanya bercanda. Sejak kapan ia pelit memberi makanan kepada teman-teman nya yang datang berkunjung?
"Nggak boleh gitu"tegur Arum. David nyengir. Ia mengecup kening Arum penuh kasih sayang.
"Bercanda, Mama ku sayang. Mana mungkin sih putra Mama yang ganteng nya maksimal ini medit sama orang"ucap David bangga.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Psychopath Boyfriend
Roman pour Adolescents(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA, PEMIRSA!!) Jangan lupa bersedekah dengan cara memberi vote dan komentar di cerita ini:) Ariel Prayudha. Pria tampan dengan semua sikap misteriusnya. Terkadang ia bisa bersikap seperti malaikat yang mampu membuat se...
