Aku nggak bosen ingetin kalian buat selalu vote sebelum membaca loh ya.
Ayok, budayakan vote dulu dong.
Greget aku😌 sekedar vote doang emangnya susah ya? Disini kita saling menguntungkan. Kalian yang terhibur sama cerita ku, dan aku yang dapet vote dan komentar dari kalian.
Jangan jadi silent reader plis.
Vote dan komentar itu salah satu cara untuk menghargai penulis ya!!!!
Banyak ngemeng kan aku jadinya ah😑
Abisnya gemes aku tuh sama pembaca gelap.
Kalo update tiap hari keenakan buat mereka si pembaca gelap. Kalau ngaret update tapi aku kasian sama reader yang suka vote dan komentar.
Huhuu.. ayok kerjasama nya pemirsa 🙏
Dah lah, cus baca aja yeu!
Happy Reading❤
______________________________
"Kok diam? Kasih aku alasan, Rel"ucap Ariel karena Aurel tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
Jangan tanya kenapa Ariel bisa tahu soal pesan dari orang misterius itu. Kemarin saat di rumah David ia meminjam ponsel Aurel saat cewek itu tengah pergi ke kamar mandi. Ia iseng membuka aplikasi WhatsApp barangkali ada cowok yang berani menggoda Aurel nya tanpa sepengetahuan nya. Tapi yang ia dapatkan justru nomor orang tak di kenal yang mengirimkan video saat ia di tuduh sebagai tersangka di rumah Luna. Orang itu juga seperti berusaha ingin membongkar identitas nya dan membuat Aurel meninggalkan nya. Awalnya ia ingin bertanya siapa orang itu, tapi mengingat Aurel bahkan tak memberi tahu nya perihal pesan itu membuat Ariel penasaran apa alasan Aurel menyembunyikan hal sepenting ini padanya.
"Aku...cuma takut kamu marah kalau aku nanya itu. Aku percaya sama kamu, Riel. Aku juga takut kamu mengira aku lebih percaya orang itu daripada kamu. Sebenarnya banyak yang mau aku tanyakan, tapi aku sadar mungkin gak semua pertanyaan selalu menemukan jawaban"Aurel akhirnya buka suara. Ia menatap takut-takut ke arah Ariel. Ia siap jika setelah ini Ariel akan memarahinya. Lagi pula ia sudah melakukan kesalahan. Menyembunyikan tentang pesan itu dan membuat tangan Ariel semakin parah.
"Aku marah, Rel"
"Aku tahu. Aku ngerti"
"Aku marah sama diri aku sendiri. Bukan marah sama kamu"
Aurel mengernyitkan keningnya bingung.
"Maksudnya?"
"Aku udah bohong malam itu sama kamu, Rel. Aku pergi bukan buat ngerayain ulang tahun Bi Minah, tapi buat pergi sama Luna"
Aurel terdiam. Antara senang dan marah. Senang karena Ariel sudah bisa berani jujur padanya, juga marah karena bisa-bisa nya Ariel pergi dengan perempuan lain saat ia sedang di rumah sakit. Tapi ada satu pertanyaan yang mengganggu pikiran Aurel. Apakah benar Ariel pelaku dari kematian Luna?
"Kamu...apa kamu yang—"
"Kalau itu nggak, Rel. Tuduhan Mama Luna gak bener. Aku emang pergi sama Luna, tapi aku gak bunuh dia"potong Ariel cepat. Ia terpaksa berbohong. Belum saatnya Aurel tahu siapa ia sebenarnya —dan sampai kapanpun Aurel tidak boleh tahu. Meskipun kemungkinan itu kecil, tapi ia akan berusaha semaksimal mungkin agar identitas nya tetap terjaga dengan baik.
"Terus, tujuan kamu pergi sama Luna apa?"
"Aku cuma mau denger dia ngomong jujur soal dia yang udah nyelakain kamu. Tapi dia gak mau jujur, ya udah aku suruh dia pulang. Aku gak tahu kalau di jalan dia kecelakaan. Aku harap kamu percaya sama aku, Rel"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Psychopath Boyfriend
Novela Juvenil(BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA, PEMIRSA!!) Jangan lupa bersedekah dengan cara memberi vote dan komentar di cerita ini:) Ariel Prayudha. Pria tampan dengan semua sikap misteriusnya. Terkadang ia bisa bersikap seperti malaikat yang mampu membuat se...
