Dita kini sedang berada ditaman, tempat pertama kali dita dan taeyong menghabiskan waktu bersama dulu. Dita tengah menunggu taeyong sembari berjalan jalan santai melihat pemandangan taman dan danau yang ada ditaman itu. Waktu menunjukkan kira kira pukul lima sore. Yaa hari ini dita diajak taeyong untuk bertemu di taman itu. Sebenarnya dita dan taeyong janjian bertemu pukul 6 tapi dita datang lebih awal karena dia tak ada kerjaan di dorm jdi ia pikir akan jalan jalan dulu ditaman itu sebentar sebelum taeyong datang.
Dita menyusuri taman itu. Entah kenapa Keadaan taman itu cukup sepi saat ini hanya mungkin beberapa orang berlalu lalang disana. Ini membuat dita lebih nyaman dan tak terlalu khawatir ada yg mengenalinya apalagi nanti saat ia bertemu taeyong. Saat sedang berjalan tak sengaja ia melihat pria yg ia kenali sedang berdiri memandangi danau seorang diri. Sebenarnya dita sedikit ragu, apakah benar orang itu adalah orang yg ia kenali itu. Setelah beberapa menit memperhatikan pria itu, pria itu menoleh kearah dita.
" yak kenapa memandangiku? " ucap pria itu.
" ah rupanya benar kau kai oppa" ucap dita sambil menghampiri pria itu setelah mendengar suaranya ia yakin bahwa itu benar Kai.
" sedang apa disini? " tanya kai
" aku janjian dengan taeyong oppa jam 6 tpi aku datang lebih dulu untuk berjalan jalan disini" jelas dita membuat kai terdiam.
Hubungan dita dan kai masih seperti sebelumnya, sedikit canggung dan membingungkan karena terlalu aneh bahwa mereka sangat sering bertemu tak sengaja seperti takdir menuntun mereka. Namun bedanya kini dita makin lama makin terbiasa dengan sikap kai yg dingin namun perhatian.
" kau sendiri sedang apa oppa? " tanya dita lagi.
" hanya ingin mencari udara segar saja" jawab kai sambil menutup mata dan menghirup dalam dalam udara segar ditaman itu.
" yasudah oppa kalau begitu aku permisi dulu " pamit dita
" tunggu" tangan kai menahan dita.
" wae oppa? "
" katamu kau akan bertemu dengan taeyong jam 6 kan? Ini masih jam 5 lewat, maukah berjalan jalan bersama ku dulu? " kata kai yg masih memegang tangan dita.
" boleh saja. Kajja!!! " ucap dita sambil melepaskan tangannya dari kai.
Merekapun berjalan jalan menyusuri taman itu. Kai melihat dita yg saat ini sedang melihat kearah penjual es krim.
" kau tunggu disini dulu " ucap kai sambil menyuruh dita duduk di salah satu kursi taman.
Lima menit kemudian kai datang dengan 2 es krim di tangannya.
" ni kau mau es krim kan" ucap kai sambil memberi satu es krim pada dita.
" wahh bagaimana kau tahu?? Aku dr tdi memang ingin es krim ini" sahut dita dengan mata bahagia.
" apa yg aku tak tahu" sahut kai memuji dirinya sendiri.
" haha kau narsis oppa ternyata" ejek dita yg kemudian membuat kai tertawa.
" baru kali ini aku melihatmu tertawa seperti ini oppa" ucap dita sambil memandangi kai yg tertawa.
" hmm " ucap kai berhenti tertawa.
" ayolah oppa jgn memasang wajah dingin lagi. Aku lebih suka melihatmu tertawa seperti tadi. Ayo coba tertawa lagi,, ani ani tak perlu tertawa tersenyum saja tak apa" ucap dita dengan wajah imutnya. Kai yg mendengar dan melihat dita yg imut itu kemudian tersenyum sambil memakan es krimnya. Dita pun tersenyum senang karena akhirnya bisa melihat kai tersenyum lebar seperti itu.
Mereka memakan es krim mereka sambil berbincang dan tertawa bersama. Suasana saat ini membuat dita lebih nyaman dari sebelumnya karena kai yg dita lihat kini benar benar menyenangkan.
Pukul enam pun tiba, taeyong telah sampai ditaman itu. Ia mencari cari dita dan kemudian melihat dita denagn seorang pria. Taeyong menghampiri mereka dan setelah melihat ternyata itu dita dan kai, taeyong awalnya merasa heran namun kai menjelaskan bahwa mereka tak sengaja bertemu dan kai hanya menemani dita sambil menunggu taeyong datang. Setelah itu kai oamit pergi dan meninggalkan dita dan taeyong berdua.
.
.
.
Dita dan taeyong kini berjalan jalan sebentar ditaman itu kemudian nereka berhenti dan kini berada di tepi danau taman itu. Taeyong mengajak dita naik perahu berdua. Awalnya dita menolak karena takut dan ini langit sudah mulai gelap. Namun taeyong terus meyakinkan dan dita akhirnya mau. Mereka kini menaiki perahu itu berdua dan taeyong mendayungnya menjauhi daratan. Mereka mengahabiskan waktu bersama di atas perahu kemudian setelah beberapa saat , saat langit sudah gelap taeyong mengeluarkan beberapa lampion yg sudah ia persiapkan sebelumnya. Taeyong menyalakan lampion itu.
" dita ... Aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu" ucap taeyong membuat dita terdiam dan jantungnya yg kini mulai berdegup kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
DILEMA [END]
FanfictionBagaimana caranya mengetahui bahwa ini adalah perasaan Cinta atau hanya sekedar mengagumi ??? Belum lagi jika perasaan ini tertuju bukan hanya kepada satu..... Masalahnya juga bukan hanya itu, tapi sahabatku ternyata menyukai seorang dari mereka...
![DILEMA [END]](https://img.wattpad.com/cover/260357985-64-k380550.jpg)