30. Kejutan, lagi

1.2K 153 10
                                        

SMA Nusantara, Jakarta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

SMA Nusantara, Jakarta.
Monday, 28 November 2016.
09.26 AM.
-----------------------------------------------

Mendengar bel istirahat berdering, Rasya segera berlari keluar dari kelas. Bahkan tak menghiraukan guru yang masih mengucapkan kalimat penutup juga tugas rumah untuk mata pelajarannya.

Tujuannya hanya satu yaitu menemui Bobby.

Sejak jam pelajaran pertama, ia sama sekali tidak bisa fokus terhadap apa yang tengah dibahas, bahkan ia sama sekali tak memperhatikan.

Terlebih tak ada Nadira, biasanya gadis itu yang selalu memarahinya, jika Rasya kedapatan mengabaikan pelajaran.

Hah... Bagaimana kabar Nadira sekarang?

Tiba di depan kelas Bobby, Rasya mengintip dari jendela. Nampak seorang guru masih memberikan wejangan  menyuruh siswa-siswinya belajar dengan giat, yang telah ribuan kali diucapkan.

Rasya berbalik badan, menghela nafas berat. Berharap tidak akan ada kejutan lagi setelah begitu banyak kejutan yang ia dapat kemarin.

Semoga Bobby tak seperti Fikri, semoga laki-laki itu masih tetap menjadi Bobby yang selama ini ia kenal, tak ikut memberinya kejutan seperti teman-temannya yang lain.

Ia segera menegakkan tubuh saat guru yang mengajar di kelas itu melewatinya, tak lupa menunjukkan senyum tipis tanda kesopanan.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Bobby menghampiri Rasya, memegang kedua lengannya, sorot matanya tampak khawatir.

"Lo kemana aja sih?" tanyanya tanpa basa-basi. "Gue hubungin dari kemarin nggak bisa-bisa, hp lo kenapa?"

Ketakutan yang sebelumnya Rasya rasakan perlahan memudar, ia menghela nafas lega, Bobby masih tetap Bobby yang ia kenal.

"Misi-misi. Kalau mau ngobrol jangan di tengah jalan.."

Rasya hampir bersuara, menjawab kekhawatiran Bobby tapi suara lain menginterupsi.

Keduanya menoleh secara serempak, menatap laki-laki jangkung dengan warna ungu menghiasi ujung-ujung rambutnya itu, berjalan santai tanpa beban melewati Bobby dan Rasya.

Rasya terpaku, menatap laki-laki yang tengah memakai jaket hitam itu dari atas hingga ke bawah, seolah memindai seluruh bagian tubuhnya.

Yakin jika dia adalah orang yang sedari kemarin membuatnya khawatir, Rasya segera melepaskan tangan Bobby yang masih memegang lengannya. Berlari menyusul laki-laki itu.

Sampai ketika, ia berhasil menarik lengan laki-laki itu dan membuatnya berbalik menatap kearahnya, Rasya sontak melepaskan tangannya. "Eh.. maaf.. maaf, gue lupa, sakit banget?"

Bara memegang lengannya, mencoba menahan rasa nyeri yang kembali terasa akibat ulah gadis di depannya itu. Beberapa saat kemudian ia berusaha kembali bersikap normal, tak ingin mencuri perhatian.

BARAJA [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang