Akan ada masanya, Dimana aku berada di titik paling terendah dan memilih untuk mengalah. Biarkanlah aku mengakhiri semuanya walaupun takdir masih mau bermain-main dengan ku
_Gracia Marcella Charly_
•••••
Sudah lebih dari dua jam, Gracia menunggu kehadiran Papanya di kafe tempat mereka sepakat untuk bertemu.
Sempat ada pikiran di benak Gracia, kenapa Papanya tidak menyetujui permintaan Gracia untuk bertemu di rumahnya saja! Bukankah Istri dari Papanya sudah menganggap Gracia sebagai anaknya sendiri?
Tetapi, tidak apa. Yang penting Gracia bisa bertemu dengan Papa nya walaupun di tempat ini.
Yah, semoga saja.
Gracia ingin bercerita banyak kali ini! Tentang kesehariannya, tentang sekolahnya, tentang prestasinya, dan yang paling ingin Gracia ceritakan tentang kejadian tadi siang. Ada beberapa hal yang mengganjal di pikirannya, tentang... Omongan Mama nya yang tidak terlalu jelas di dengar Gracia, waktu itu.
Sungguh banyak hal yang ingin Gracia tanya, dan ingin Gracia ceritakan!
Gadis yang kini memakai blazer berwarna coklat itu berbinar saat melihat layar handphone nya bergetar. Menandakan ada panggilan masuk dari ayahnya.
Dengan perasaan senang, Gracia segera menekan tombol hijau, berharap papanya sudah datang ke kafe itu dan sekarang sedang mencari keberadaannya.
Namun, tak lama setelah Gracia menempelkan benda pipih itu ke telinganya, rasa senang yang dia harapkan hilang begitu saja saat mendengar lontaran kata dari sang papa.
Saya tidak bisa ke sana. Saya sedang sibuk.
Sia-sia Gracia menunggu setelah dua jam lebih duduk sendiri seperti patung di sana.
Sementara orang yang dia tunggu-tunggu tidak datang!
Hari sudah mulai gelap, dengan serpihan harapan yang semakin hancur, Gracia mencoba kuat dan mencoba untuk tidak menyalahkan keadaan.
Gadis itu berdiri, dan meninggalkan kafe, buat apa dia terus-terusan di sana?
Di bawah langit senja yang terlihat mendung, gadis yang terlihat sudah banyak memikul beban besar sendirian itu pun berjalan menelusuri jalanan yang terlihat semakin sepi.
Terkadang, saat kecewa membuat buta, saat semuanya berubah menjadi lelah, hingga akhirnya, ada rasa sangat ingin menyerah.
Apakah kali ini Gracia harus mengingkari janjinya?
Menyerah, dan semuanya akan selesai!
Namun perlahan, ingatan tentang masa lalunya Kembali melintas di pikiran Gracia.
Ingatan masa lalu yang lagi-lagi menyadarkannya.
"K-kau khawatir?" tanya gadis itu gugup. "Padaku?"
Sungguh seumur hidup baru kali ini Gracia mendengar ada orang yang mengkhawatirkan hidupnya.
Terlebih dia hanyalah... Orang asing.
"Ck iya lah aku khawatir." Anak laki-laki yang sempat menyelamatkan Gracia itu pun menjulurkan jari kelingkingnya.
"Janji jangan mengulangi hal seperti itu, lagi."
Dengan senyum yang tak luntur Gracia dengan senang hati menerima uluran jari kelingking itu. Setidaknya gadis itu masih punya alasan untuk...
Bertahan hidup. Mungkin.
"Janji."
Bersamaan dengan sudah terlintas nya memori itu, hujan dengan derasnya turun membasahi tubuh gadis yang kini bisa menangis tanpa ada ada orang yang melihat.
Biarkanlah! Gracia membiarkan badannya basah terkena air hujan dengan harapan air yang mengguyur badannya bisa menghilangkan beban hidupnya dalam sekejap.
Tidak mungkin!
Siapapun pasti berkata seperti itu. Namun tidak, bagi Gracia terguyur air hujan secara luas bisa membuat dirinya tenang, dia bisa berteriak! Dia bisa menangis sejadi-jadinya, tanpa harus di tahan.
Lewat resah yang menuntun kita untuk berdoa, lewat berbagai kisah yang tak sengaja ku baca, lewat pertolongan ada kebahagiaan dan secercah harapan indah yang datang. Aku percaya, semuanya akan ada hari terindah yang telah di takdir kan untuk kita.
Hanya saja aku tak tau kapan hari itu akan datang, aku tak tau apakah dunia masih berbaik hati pada orang sepertiku?
Orang yang mempunyai harapan, namun seperti khayalan, tak berujung, dan seperti ilusi.
Tetapi, kini.
Semua harapan yang tumbuh pada ilusi, membuat aku kian mengerti, semua itu.Tidak berarti!
karena aku tau, akan ada masanya Dimana aku berada di titik terendah dan memilih untuk mengalah. Biarkan aku mengakhiri semuanya, Walaupun takdir masih mau bermain-main dengan ku.
___Game of destiny___

KAMU SEDANG MEMBACA
Game Of Destiny [END✓]
Teen Fictionselamat datang di kehidupan Gracia, dimana dunianya hanya seperti 'permainan' hari-harinya yang selalu di penuhi dengan harapan, sedangkan kebahagiaannya hanya seperti khayalan. __________________________ "Pah, Gracia sakit. Papa mau kan peluk Graci...