24. Parentless

5.7K 439 83
                                        

Sekali lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekali lagi.

Di dalam mobil, Joanna menangis kencang. Meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan menjadi janda.

Joanna tidak munafik, Isla memang cantik. Bahkan sangat cantik dan dia pernah mengagumi parasnya berhari-hari.

Niatnya membawa Isla ke sini agar anak itu dapat memiliki hidup yang lebih baik dan tidak berakhir menjadi bulan-bulanan laki-laki

Begitu juga dengan Jeffrey, dia pernah mengangumi paras Isla dan berniat hanya ingin menghibur diri ketika rasa penat menghinggapi.

Hanya sekali dan mereka berakhir saling melepas busana masing-masing dalam keadaan 100% sadar dan tidak mabuk sama sekali.

Isla yang memang sejak awal mengngumi Jeffrey, tentu mau-mau saja ketika diajak melakukan ini itu dengan Jeffrey. Apalagi ditambah iming-iming uang 100 juta oleh Jeffrey.

Demi Tuhan! Itu hanya sekali. Sebelumnya, Jeffrey tidak pernah berpaling dari Joanna sama sekali. Mungkin karena ini Isla, si pemilik paras cantik dan gesture lembut yang bisa membuat setiap orang penasaran padanya.

***

Jeffrey pulang lebih cepat dari biasanya, orang pertama yang dicari adalah istri dan anaknya. Dia takut, takut kalau Joanna pergi meninggalkan dirinya bersama Andrea.

"Pa? Kenapa pulang cepat? Pasti karena Mama, ya?"

Jeffrey tampak terkejut dan takut, takut kalau istrinya telah menceritakan keburukannya pada Andrea yang masih lugu.

"Hasil ujian nasional sudah keluar, Pa! Aku mendapat nilai sempurna di setiap mata pelajaran. Sekarang Mama sedang membeli kepiting dan lobster di supermarket. Aku mau mukbang seafood nanti malam."

Wajah Andrea tampak bahagia, mau tidak mau Jeffrey langsung memeluknya erat dan mengucap selamat meskipun hatinya sedang gundah.

Makan malam berlangsung seperti biasa. Bahkan, Joanna tampak biasa saja seolah sedang tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

"Andrea... terima kasih, ya? Karena sudah membuat Mama dan Papa bangga."

Ucap Joanna sembari mengusap rambut Andrea dan tangan yang satunya digunakan untuk mengusap telapak tangan suaminya yang sudah berada di atas meja.

Wajah Andrea bersemu, meskipun sering diberi perlakuan seperti itu, tentu saja Andrea masih tetap menyukai keadaan itu. Keadaan di mana dia masih dipuji atas kerja kerasnya.

"Ini karena Mama dan Papa yang tidak pernah berhenti mendukung Andrea. Sayang Mama Papa!"

Andrea mulai menciumi Jeffrey dan Joanna bergantian. Dia juga mulai menjauhkan diri ketika ayahnya sengaja merapatkan tubuh dengan ibunya. Mengecup pucuk kepala Joanna tepat di depan Andrea sembari mengucap terima kasih karena telah menjadi ibu yang hebat untuk anaknya.

PARENTLESS [ END ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang